6 Kesalahan Terbesar dalam Investasi Crypto yang Harus Anda Hindari

Nickolas Liadov
Nickolas LiadovMay, 15 2025 17:55
How to invest in cryptocurrency with minimal risks
How to invest in cryptocurrency with minimal risks

Pasar kripto itu berisiko tinggi. Namun, di saat yang sama inilah salah satu pasar paling menguntungkan yang pernah ada. Bagaimana berinvestasi kripto agar dana tetap aman dan potensi imbal hasil tetap maksimal? Mari kita kupas.

Demam aset kripto sudah begitu meluas hingga hampir semua orang ingin ikut berinvestasi. Cerita soal cuan 10x, 20x, bahkan 100x dari koin meme yang tak jelas bisa bikin siapa pun gelisah. Ada orang yang sudah melaju dengan Ferrari baru, sementara Anda masih berangkat kerja setiap hari.

Wajar bila muncul keinginan, “Kenapa tidak coba sendiri? Siapa tahu saya bisa ikut sukses?”

Tapi jangan lupakan risikonya.

Besar kecilnya modal sebenarnya tidak terlalu penting—kecuali besarnya potensi kerugian—kalau Anda tidak memahami prinsip dasar keuangan kripto.

Dunia kripto sejak awal memang jadi “taman bermain” para penggemar teknologi dan spekulan. Hingga sekarang pun, unsur itu masih kuat.

Ada banyak jebakan untuk pemula. Anda mungkin belum paham istilah-istilah kripto. Anda bisa jadi korban penipuan. Anda bisa salah mengatur dompet kripto. Anda bahkan bisa keliru mengirim aset ke alamat yang salah.

Satu kesalahan kecil saja bisa langsung berujung pada kerugian finansial.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar terhindar dari masalah ini dan bagaimana berinvestasi kripto dengan risiko yang lebih terukur? Berikut deretan kesalahan paling sering dilakukan investor pemula dan cara menghindarinya.

6 Kesalahan Terbesar Investasi Crypto dan Cara Menghindarinya

Di tengah hiruk-pikuk berita dan hype, sangat mudah terbawa arus. Kekeliruan dalam berinvestasi kripto terbilang sangat umum. Berikut beberapa di antaranya.

Jangan Beli Crypto Hanya karena Harganya Murah

Harga murah sering kali terasa sangat menggoda, terutama ketika suatu koin sedang turun tajam. Sekilas tampak seperti “diskon besar-besaran”.

Kadang benar ada peluang, tapi dalam banyak kasus, harga yang tertekan adalah sinyal masalah. Bisa jadi aset tersebut mulai kehilangan peminat.

Anda perlu menganalisis apakah penurunan itu hanya koreksi sementara yang akan memantul kembali, atau memang tren turun yang mencerminkan turunnya minat dan jumlah pengguna.

Ada juga kripto yang diam-diam sudah “ditinggal” pengembangnya. Proyek seperti ini sering disebut mati, meski harganya kadang masih diperdagangkan. Tanpa sadar, Anda bisa jadi salah satu yang naik ke gerbong kereta yang sebenarnya sudah tak punya tujuan.

Jangan “All-in” Kalau Anda Belum Yakin

Banyak platform dan aplikasi trading didesain untuk mendorong Anda menyetor uang sebanyak mungkin. Caranya dengan menonjolkan potensi keuntungan berlipat, seolah-olah satu-satunya cara menang adalah memasang taruhan terbesar. Sisi lain—yaitu potensi rugi sebesar mungkin—jarang dibicarakan.

Ingat, menempatkan seluruh dana pada satu aset atau strategi adalah jalan pintas menuju kebangkrutan.

Investasi kripto bukanlah judi, dan tidak seharusnya diperlakukan seperti meja kasino.

Jangan Mengira Crypto Adalah Uang Gampangan

Apa pun bentuknya—beli simpan (HODL) jangka panjang ataupun trading jangka pendek—investasi di aset kripto sama seriusnya dengan investasi saham atau komoditas seperti emas dan perak.

Begitu ada orang yang meyakinkan Anda bahwa kripto adalah “uang cepat, tanpa risiko”, besar kemungkinan orang itu sedang berupaya menjerumuskan Anda ke dalam kesalahan investasi.

Jangan Terjebak Skema Penipuan

Pegang prinsip ini: makin terlihat menggiurkan suatu tawaran, makin besar potensi bahayanya.

Mayoritas penipu menggunakan iming-iming keuntungan fantastis sebagai senjata utama.

Misalnya, Anda menerima email “peluang investasi” yang menjanjikan imbal hasil luar biasa, atau penawaran menggandakan bahkan melipatgandakan kripto yang Anda kirim.

Tawaran “uang gratis” sebaiknya selalu disikapi dengan kecurigaan tinggi.

Hal yang sama berlaku untuk token yang tidak dikenal yang tiba-tiba naik berkali-kali lipat. Suatu hari, mungkin ada orang datang menunjukkan koin yang naik 200% per pekan, terdengar seperti kesempatan emas.

Namun, di balik itu, pelaku kejahatan relatif mudah memompa dan mengempiskan harga kripto berkapitalisasi kecil atau yang belum populer. Modusnya: mereka menambang atau mengakumulasi koin dalam jumlah besar sejak awal, lalu mengerek harganya setinggi mungkin untuk kemudian menjual habis di puncak kepada investor FOMO seperti Anda yang mengira kenaikan masih akan berlanjut.

Karena itu, ekstra hati-hati sebelum membeli kripto yang sama sekali belum pernah Anda dengar.

Masalah lain juga muncul dari dompet kripto. Di samping daftar panjang dompet ternama dan bereputasi baik seperti Ledger, Exodus, Edge, dan MetaMask, ada banyak dompet yang kurang dikenal, umumnya tersedia di App Store atau Google Play.

Secara berkala, selalu ada kabar dompet abal-abal yang diam-diam menguras aset penggunanya.

Risiko seperti ini hanya bisa dikurangi dengan memilih dompet yang benar-benar tepercaya sebelum Anda menitipkan aset.

Jangan Lupa atau Kehilangan Frasa Kunci Crypto Anda

Seketat apa pun Anda memilih dompet, baik kustodian maupun hardware wallet, frasa kunci (seed phrase) tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda.

Kehilangan frasa kunci sama saja dengan kehilangan kunci brankas bank. Tanpa frasa tersebut, seluruh aset kripto akan terkunci selamanya, tidak bisa dipulihkan.

Dompet-dompet besar selalu mengingatkan agar frasa kunci disimpan rapat-rapat, tetapi banyak pengguna meremehkannya.

Satu hal penting lainnya: frasa kunci idealnya disimpan secara offline. Jangan disimpan di email atau layanan cloud yang mudah diretas dan dicuri.

Jangan Takluk pada FOMO

Fear of Missing Out (FOMO) adalah “kutukan” klasik investor pemula. Efek psikologis ini sangat memengaruhi cara orang mengambil keputusan investasi. FOMO pada dasarnya adalah rasa cemas ketika melihat orang lain tampak meraup banyak uang dari peluang yang tidak Anda ambil.

Respons emosional ini sangat kuat di dunia kripto, di mana harga bergerak sangat cepat dan kisah sukses mudah viral di media sosial. Akibatnya, banyak orang mengambil keputusan investasi terburu-buru dan kurang perhitungan, yang justru merusak kondisi keuangannya.

Sifat pasar kripto yang memang sangat fluktuatif membuat FOMO makin parah. Pergerakan harga yang liar dalam waktu singkat memunculkan ilusi bahwa Anda harus bertindak cepat agar tidak kehilangan “kesempatan emas”. Ketika harga meroket, investor merasa dikejar waktu untuk membeli sebelum terlalu mahal, hingga lupa melakukan analisis fundamental dan melupakan prinsip investasi sehat. Tak jarang, investor impulsif justru membeli di harga puncak dan menanggung rugi besar saat pasar terkoreksi.

FOMO juga berdampak buruk pada kesehatan mental dan finansial. Banyak investor menyerah pada rasa takut tertinggal ini, membeli kripto di harga sangat tinggi, lalu terpukul ketika harga anjlok. FOMO mendorong orang bertransaksi hanya berdasarkan emosi, mengikuti tren tanpa rencana jelas.

Untuk meredam FOMO dan menjaga disiplin, investor perlu menerapkan sejumlah strategi. Menyusun rencana trading/investasi yang jelas dengan titik masuk dan keluar yang terukur membantu Anda tetap berpegang pada strategi, bahkan di tengah volatilitas tinggi. Riset mendalam atas aset yang ingin dibeli juga membuat keputusan lebih berbasis data ketimbang perasaan. Penetapan stop-loss dapat membantu membatasi kerugian dengan menjual aset secara otomatis saat menyentuh harga tertentu.

Penutup

Dunia kripto bukan permainan yang mudah. Ia membuka peluang kekayaan yang luar biasa, tetapi juga menyimpan potensi kekecewaan besar.

Kuncinya, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan. Jangan mudah tergoda skema penipuan, dan jangan pernah menganggap kripto sebagai uang instan tanpa risiko.

Nickolas Liadov profile photo

Nickolas Liadov

Nickolas adalah seorang jurnalis, anggota International Federation of Journalists (IFJ), serta trader berpengalaman dengan 15 tahun di pasar keuangan. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang jurnalisme otomotif, olahraga, dan TI, ia kini berfokus pada cryptocurrency, blockchain, dan pasar aset digital, menggabungkan keahlian trading praktis dengan analisis mendalam dan penyampaian cerita yang mudah dipahami.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
6 Kesalahan Terbesar dalam Investasi Crypto yang Harus Anda Hindari | Yellow