Anthropic's Claude Mythos hanya butuh beberapa jam untuk mengungkap kelemahan keamanan di sistem komputer pemerintah AS yang sangat sensitif selama uji intelijen rahasia, kata seorang pejabat.
Poin-Poin Utama:
- Mythos AI milik Anthropic mengidentifikasi kerentanan di sistem rahasia pemerintah AS dalam hitungan jam selama uji intelijen, kata seorang pejabat.
- Menemukan kelemahan tidak sama dengan mengeksploitasinya, pejabat tersebut memperingatkan.
- Lebih dari 100 pakar keamanan siber ingin pemerintah membalikkan pembatasan ekspor yang membuat Mythos dan Fable 5 offline.
Uji Mythos Ungkap Cacat di Sistem Rahasia Pemerintah
Seorang pejabat AS, yang berbicara secara anonim mengenai pekerjaan sensitif tersebut, mengatakan badan intelijen menjalankan latihan itu bersama perusahaan di bawah program bernama Project Glasswing. Inisiatif ini mengumpulkan raksasa teknologi dan perusahaan lain untuk memperkuat perangkat lunak kritis sebelum celahnya dapat menimbulkan bahaya serius bagi keselamatan publik dan ekonomi. Anthropic menahan rilis publik Mythos, dan sebagai gantinya memberi akses awal kepada sekelompok kecil perusahaan agar mereka bisa menemukan dan menambal bug kritis sebelum ada penyerang yang memanfaatkannya.
Senator Demokrat Mark Warner dari Virginia pertama kali menyinggung pengujian tersebut pada 11 Juni, dalam sebuah sidang Komite Senat untuk Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan. Ia mengatakan alat itu berhasil membobol hampir semua sistem rahasia pemerintah dalam hitungan jam, bukan minggu, dengan mengutip kesaksian Joshua Rudd, pimpinan National Security Agency dan U.S. Cyber Command.
Mengidentifikasi kelemahan, pejabat itu mengingatkan, tidak sama dengan mengeksploitasinya.
Baca Juga: Apakah Penjualan Anthropic Perp Menjadi Peringatan untuk Taruhan Kripto Pra-IPO?
Pakar Keamanan Siber Menantang Pembatasan Ekspor
Lebih dari 100 pemimpin keamanan siber, termasuk tokoh dari Adobe dan Nvidia, telah mendesak pemerintah untuk membalikkan pembatasan ekspor dan berkomitmen pada proses transparan dalam menilai risiko AI. Mereka menyebut Mythos mumpuni dalam menemukan dan mempersenjatai cacat perangkat lunak, namun tidak secara unik, karena banyak dari mereka juga mengandalkan model saingan dan sumber terbuka untuk pekerjaan yang sama. Sistem-sistem Tiongkok hanya tertinggal beberapa bulan dari model-model terbaik Amerika, mereka berargumen, sehingga membuat waktu kebijakan ini sangat berisiko.
Penolakan tersebut menyusul sebuah arahan ekspor 12 Juni yang melarang warga negara asing mengakses Mythos 5 dan Fable 5, rilis yang lebih luas dari tingkatan Mythos. Anthropic menonaktifkan kedua model itu untuk semua pelanggan demi mematuhi aturan, sambil tetap menyatakan bahwa mereka tidak melihat dasar keamanan bagi langkah pemerintah tersebut.
Arahan itu mengikuti sebuah perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump yang membentuk proses peninjauan federal terhadap sistem AI paling canggih hingga satu bulan sebelum dirilis. Partisipasi pengembang akan bersifat sukarela, bunyi perintah itu, meski ketegangan dengan perusahaan yang berfokus pada keselamatan tersebut tetap tinggi.
Rekam Jejak Siber Mythos Mendahului Perselisihan
Model itu muncul musim semi ini dengan reputasi terdokumentasi dalam mengungkap cacat perangkat lunak yang bahkan terlewat oleh peneliti manusia berpengalaman. AI Security Institute Inggris sebelumnya meluluskan Mythos dalam tantangan capture-the-flag tingkat ahli yang belum pernah diselesaikan sistem mana pun, dengan model tersebut menuntaskan 73% di antaranya. Mozilla secara terpisah mengakui salah satu versi awalnya telah menemukan 271 kerentanan di Firefox, yang kemudian ditambal pada rilis ke-150 peramban itu.
Baca Selanjutnya: Mane City Mobile Hadir di iOS dan Android di 100+ Negara





