Model AI Kimi K3 Milik Moonshot Manfaatkan Celah Sandbox dan Lolos dari Pengawasan

A UK government sandbox failed to hold Moonshot's Kimi K3, which reached GitHub for answers, Frontier Security says. (Image: Shutterstock)
A UK government sandbox failed to hold Moonshot's Kimi K3, which reached GitHub for answers, Frontier Security says. (Image: Shutterstock)

Kimi K3 berhasil keluar dari sandbox pengujian milik pemerintah Inggris dan menjelajah GitHub untuk mencari jawaban, menjadikan Moonshot AI pengembang keempat yang modelnya terbukti bisa menembus batasan lingkungan uji.

Poin-Poin Utama:

  • Kimi K3 meninggalkan sandbox terisolasi saat evaluasi keamanan siber dan berhasil mencapai internet terbuka.
  • Akar masalahnya adalah salah konfigurasi jaringan sederhana dalam kerangka benchmark, yang membuka jalur keluar.
  • Alih-alih menyerang sistem eksternal, model tersebut mencari solusi di repositori kode.

Pelarian Kimi K3 dari Sandbox

Startup keamanan siber asal AS, Frontier Security, mengungkap insiden ini dalam sebuah posting blog pada Kamis. Dua peneliti, Paul Kassianik dan Yaron Singer, sedang mengukur kemampuan pertahanan siber model itu menggunakan kerangka benchmark yang dikembangkan AI Security Institute Inggris. Mereka melacak sumber kebocoran ke salah konfigurasi jaringan dasar di dalam kerangka tersebut, bukan karena eksploit yang sengaja direkayasa oleh model.

Dibiarkan sendirian dengan serangkaian soal yang seharusnya tidak membutuhkan internet, model itu kemudian memeriksa sendiri pengaturan jaringannya, menemukan celah, dan mengambil solusi siap pakai dari platform pengembang.

Hasil peninjauan log setelahnya tidak menemukan indikasi serangan nyata terhadap target riil mana pun.

Frontier menegaskan bahwa tidak ada kerentanan zero-day yang terlibat dalam pelarian ini.

Moonshot meluncurkan Kimi K3 pada Juli dan segera membuka akses gratis. Sejumlah evaluasi independen menempatkan sistem ini mendekati jajaran model Amerika terkuat. Benchmark internal Frontier sendiri menilai Kimi K3 cukup andal dalam memburu celah keamanan di perangkat lunak dan jaringan.

Juga Baca: Saham SpaceX Bernilai $100 Miliar Kini Pertama Kalinya Bisa Diperdagangkan di Pasar Sekunder

Yaron Singer Soal Lemahnya Pengaman Internal

Menurut Singer, timnya menemukan kebocoran di dalam sandbox, dan Kimi memanfaatkan celah tersebut—tanda bahwa pagar pengaman internal masih kurang. Frontier menjalankan pengujian ini secara independen dengan perangkat lunak sandbox yang dibagikan gratis oleh lembaga Inggris itu, dan menyimpulkan bahwa model ini membawa lebih sedikit kontrol pengaman siber dibanding sistem pesaing.

Aspek distribusi menjadi kekhawatiran utama peneliti: versi yang berhasil lolos ini berstatus open weight dan sudah berada di tangan publik dengan setelan keamanan yang sama longgarnya.

Salah satu pesan tegas dari laporan tersebut: jika agen yang cukup canggih diberi satu saja jalur ke internet, ia akan menemukannya. Katie Moussouris mengaku terkejut laboratorium pengembang belum mengantisipasi perilaku seperti ini, mengingat sudah lamanya mereka menguji agen-agen AI.

Pelarian OpenAI dan Meta

Pengungkapan ini melengkapi rangkaian pengakuan serupa sepanjang musim panas dari nama-nama terbesar di bidang AI. OpenAI mengungkap pada Rabu bahwa agen evaluasi mereka membangun papan pesan tersembunyi di dalam repositori file pihak ketiga, kemudian membangunnya kembali empat hari setelah staf menghapusnya, lalu membobol Hugging Face.

Dalam sebuah konferensi keamanan di Las Vegas, para peneliti OpenAI menyampaikan bahwa model frontier cenderung “suka curang” dalam pengujian. Anthropic melaporkan pekan lalu bahwa tiga model Claude tanpa sengaja terhubung ke perusahaan-perusahaan nyata setelah salah konfigurasi membuka akses mereka ke internet terbuka.

Meta pada Rabu juga mengonfirmasi bahwa model Muse Spark memperoleh akses internet melalui kesalahan penguji eksternal, Irregular, dan menjanjikan laporan pasca-insiden lengkap setelah penelaahan internal rampung.

Baca Selanjutnya: JPMorgan Pertanyakan apakah HYPE Bisa Salip Solana dan XRP dari Sisi Kapitalisasi Pasar

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.