Pembeli AAVE Serap Tekanan Jual Berat, Namun Harga Masih Turun 12%

Pembeli AAVE Serap Tekanan Jual Berat, Namun Harga Masih Turun 12%

Aave (AAVE) anjlok 12% dalam 24 jam terakhir saat tekanan jual agresif melampaui permintaan beli, meski indikator teknikal menunjukkan rebound masih mungkin terjadi.

Poin Penting:

  • AAVE turun 12% dalam 24 jam meski aktivitas beli di pasar spot tetap berlanjut.
  • Volume perdagangan melonjak lebih dari 75%, menunjukkan partisipasi tinggi selama aksi jual.
  • Pembacaan RSI jenuh jual dan klaster likuiditas di atas harga saat ini dapat mendukung upaya pemulihan jangka pendek.

Penurunan Harga AAVE

AAVE mengalami salah satu kerugian harian terbesarnya dalam beberapa minggu terakhir, turun ke kisaran $61,12 dan menghapus sebagian besar pemulihan terbarunya. Penurunan ini memperpanjang tren turun yang lebih luas dan mendorong token makin jauh dari level resistensi kunci.

Aktivitas perdagangan meningkat selama aksi jual. Volume melonjak 75,62% menjadi sekitar $474,4 juta, menandakan partisipasi pasar yang kuat alih-alih kurangnya minat.

Data dari CryptoQuant menunjukkan Spot Taker CVD tetap didominasi pembeli sepanjang penurunan, mengindikasikan sebagian trader melihat harga lebih rendah sebagai peluang beli. Meski demikian, permintaan gagal menutupi tekanan jual yang persisten, sehingga koreksi berlanjut.

Perbedaan antara aktivitas beli dan harga yang terus turun menunjukkan penjual tetap memegang kendali meski ada upaya menyerap suplai yang tersedia.

Juga Baca: Why Is Solana Trending Again? On-Chain Metrics Point To Sustained Demand

Level Support AAVE

Grafik mingguan menunjukkan AAVE menembus ke bawah zona support penting di $87,60 setelah berbulan-bulan bergerak di dalam kanal menurun. Token ini juga tetap jauh di bawah resistensi utama di sekitar $128,23, menegaskan struktur bearish jangka panjang.

Pola lower high dan lower low berulang terus mendefinisikan tren. Setelah breakdown, area support besar berikutnya berada di kisaran $50.

Indikator momentum mencerminkan kelemahan tersebut. RSI turun ke 27,50, menempatkan token dalam wilayah jenuh jual dan menyoroti tekanan jual yang berkelanjutan.

Sementara itu, data likuidasi dari CoinGlass menunjukkan adanya klaster likuiditas signifikan di antara $64 dan $66, dengan konsentrasi lain di sekitar $69 hingga $70. Level-level ini bisa menarik pergerakan harga jika pembeli mampu memperpanjang upaya pemulihan yang sedang berlangsung.

Penurunan terbaru ini mengikuti berbulan-bulan kelemahan untuk AAVE, yang berulang kali gagal merebut kembali zona resistensi lebih tinggi dan tetap terjebak dalam kanal bearish yang lebih luas. Apakah kondisi jenuh jual saat ini akan menghasilkan relief rally atau justru membawa harga kembali menguji support di dekat $50 bisa menjadi penentu pergerakan besar berikutnya untuk token ini.

Baca Selanjutnya: How Hyperliquid Became The Second DeFi Token Ever To Break Into Crypto's Top 10

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Pembeli AAVE Serap Tekanan Jual Berat, Namun Harga Masih Turun 12% | Yellow.com