HONG KONG, 21 April 2026 /PRNewswire/ -- Selama Web3 Festival, Dr. Xiao Feng, Chairman dan CEO HashKey Group, secara resmi merilis whitepaper ketiga dalam seri riset Ekonomi Web3: Keuangan On-Chain dan Tokenisasi di Era Ekonomi Agen.
Whitepaper ini berfokus pada tren Agen AI yang mempercepat partisipasi mereka dalam produksi, kolaborasi, dan perdagangan. Laporan ini secara sistematis mengeksplorasi evolusi keuangan on-chain dan infrastruktur tokenisasi di era ekonomi agen, serta menguraikan logika perkembangan fase berikutnya dari ekonomi Web3 di bidang produksi, nilai, struktur kelembagaan, dan bisnis.
Selama tiga tahun terakhir, HashKey Group telah melakukan riset berkelanjutan mengenai ekonomi Web3 melalui dua whitepaper sebelumnya.
HashKey meyakini bahwa evolusi industri selama dua tahun terakhir telah memvalidasi beberapa penilaian kunci: Stablecoin secara bertahap berkembang menjadi lapisan penyelesaian tunai dari sistem keuangan on-chain. RWA (Real-World Assets) bergerak menuju penerapan institusional yang lebih luas dan blockchain benar‑benar telah menjadi alat institusional untuk menampung hubungan produksi baru.
Sementara itu, ketika Agen AI menjadi peserta penting dalam putaran baru produksi, kolaborasi, dan pertukaran, sistem keuangan on-chain yang ada menghadapi kebutuhan upgrade baru. Whitepaper ini bertujuan mengulas secara mendalam bagaimana keuangan on-chain dan tokenisasi harus meningkatkan infrastrukturnya ketika Agen mulai berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi dalam skala besar.
Whitepaper ini menyoroti bahwa seiring makin meningkatnya partisipasi Agen AI dalam produksi dan perdagangan, aktivitas ekonomi di masa depan akan bergeser dari interaksi antarmanusia menjadi kolaborasi frekuensi tinggi antara manusia dan Agen, serta interaksi Agen‑ke‑Agen.
Sistem keuangan tradisional tidak dibangun untuk ekonomi Agen. Logikanya bergantung pada rekening fisik, audit manual, perantara broker, dan kliring bertahap—proses yang paling cocok untuk aktivitas berfrekuensi rendah dan bernilai tinggi dengan keterlibatan manusia yang besar. Menghadapi kebutuhan Agen yang memiliki karakteristik frekuensi tinggi, nilai kecil, dan otomatis, keterbatasan sistem ini dari sisi efisiensi, biaya, dan kecepatan respons menjadi semakin jelas.
Whitepaper ini berpendapat bahwa di sinilah letak nilai keuangan on-chain. Keunggulannya bukan hanya kecepatan, tetapi juga kesesuaian untuk melayani Agen sebagai entitas ekonomi jenis baru:
- Granularitas: Token blockchain dapat memecah aset, izin, dan distribusi pendapatan ke unit yang lebih halus, mengubah hak yang samar menjadi unit digital yang terdefinisi jelas dan dapat diprogram.
- Otomasi: Smart contract menanamkan aturan perdagangan dan logika bagi hasil langsung ke dalam kode, memungkinkan eksekusi otomatis ketika kondisi terpenuhi, sehingga secara signifikan mengurangi intervensi manual.
- Buku Besar Terpadu: Buku besar on-chain terpadu memungkinkan banyak pihak menyelesaikan pembukuan, penyelesaian, dan distribusi dalam sistem yang sama, mengurangi langkah perantara dan biaya kolaborasi.
Lebih jauh, whitepaper ini untuk pertama kalinya mendefinisikan Arsitektur Dual-Token: AI Token berfungsi sebagai unit semantik minimum untuk konsumsi daya komputasi, sementara Blockchain Token bertindak sebagai unit minimum yang dapat diprogram untuk aliran nilai. Selain itu, Three-Token Model yang sebelumnya diajukan HashKey tetap penting, dengan SBT (Soulbound Token) diperkirakan akan memainkan peran lebih besar dalam identitas Agen, manajemen izin, dan pembentukan reputasi.
Peningkatan Infrastruktur: Paradigma Bisnis Baru untuk Ekonomi Agen
Whitepaper ini memberikan dekonstruksi terperinci tentang infrastruktur keuangan on-chain, termasuk:
- Lompatan dari pembukuan entri ganda ke buku besar terdistribusi.
- Penggantian rekening bernama asli oleh alamat kriptografis yang mudah dipanggil oleh Agen.
- Perwujudan “perdagangan adalah penyelesaian” sebagai bentuk transaksi tertinggi.
Whitepaper ini berpendapat bahwa ekonomi Agen hanya dapat membentuk loop tertutup yang sesungguhnya dengan sistem bisnis dunia nyata ketika Real-World Assets dapat dipetakan ke dalam blockchain dengan cara yang dapat dibaca, dapat dipanggil, dan dapat diselesaikan.
Tokenisasi aset dunia nyata saat ini berkembang di sepanjang tiga jalur: Tokenisasi Mata Uang, Tokenisasi Aset Keuangan Tradisional, dan Tokenisasi Aset Fisik/Alternatif. Proses ini tidak hanya akan mengubah cara aset diekspresikan tetapi juga membentuk ulang organisasi likuiditas global dan struktur kolaborasi bisnis.
HashKey Group akan terus melakukan riset dan praktik di bidang seperti infrastruktur keuangan on-chain, RWA, stablecoin, dan ekonomi Agen untuk mendorong Web3 menuju fase dengan kapasitas komersial yang lebih besar dan pelayanan yang lebih baik bagi ekonomi riil.
Tentang HashKey Holdings Limited
HashKey Holdings Limited (“HashKey”, Perseroan, Kode Saham: 3887.HK) adalah perusahaan aset digital komprehensif yang mapan di Asia dengan jangkauan global, menyediakan infrastruktur keuangan ujung ke ujung, teknologi, dan manajemen investasi untuk menciptakan ekosistem aset digital. Perseroan menawarkan platform aset digital berlisensi untuk menyediakan layanan fasilitasi transaksi, layanan on-chain, dan layanan manajemen aset.

