Saham tertokenisasi kini menjadi jembatan antara kripto dan keuangan tradisional dengan memberi akses bagi pengguna yang memenuhi syarat ke saham dan ETF AS langsung menggunakan USDT. Namun, struktur produknya sangat beragam: ada yang benar‑benar didukung 1:1 oleh saham fisik, ada yang berupa sertifikat, aset sintetis, atau derivatif. Akibatnya, biaya trading, likuiditas, jam pasar, perlakuan dividen, dukungan penarikan, dan hak investor bisa berbeda jauh antar platform.
Artikel ini membandingkan lima bursa berdasarkan cakupan saham tertokenisasi, tanggal peluncuran, biaya, likuiditas, ketersediaan jam trading, dan efisiensi modal.
Poin Penting
- Lima bursa teratas untuk membeli saham AS tertokenisasi langsung dengan USDT pada 2026 adalah Bitget, MEXC, Binance, BingX, dan Phemex. Masing‑masing berbeda dalam cakupan pasar, struktur produk, biaya, likuiditas, dan jam akses trading.
- Produk saham tertokenisasi tidak seragam. Sebagian didukung saham riil, sementara lainnya berbentuk sertifikat, produk konversi, atau derivatif yang hanya memberikan eksposur harga tanpa kepemilikan saham secara tradisional.
- Biaya trading hanyalah satu komponen dari total biaya. Investor juga perlu membandingkan spread bid‑ask, kedalaman order book, dukungan penarikan, jam trading, pembatasan wilayah, serta hak hukum yang melekat pada tiap token.
- Bitget menonjol berkat kombinasi cakupan pasar luas, likuiditas, dan efisiensi modal. Bursa ini menawarkan lebih dari 500 saham dan ETF tertokenisasi, pasar 24/7 terpilih, akses ke likuiditas yang terhubung ke Nasdaq dan NYSE, serta dukungan penggunaan lebih dari 100 rToken yang memenuhi syarat sebagai jaminan dalam unified account.
Baca juga: Telegram Aktifkan Gram Wallet, Peluncuran Lebih Luas Menyusul dalam Hitungan Minggu
Bisakah Membeli Saham AS Tertokenisasi Langsung dengan USDT?
Bisa. Sejumlah bursa kripto mengizinkan pengguna yang memenuhi kriteria regulasi untuk membeli saham AS tertokenisasi langsung dengan USDT tanpa harus mengonversinya dulu ke dolar AS, USDC, atau mata uang perantara lain. Biasanya pengguna cukup menyetor USDT, membuka menu saham tertokenisasi, lalu memperdagangkan pasangan yang terhubung ke saham atau ETF tertentu seperti Apple, Nvidia, Tesla, atau indeks S&P 500.
Akses langsung dengan USDT ini dapat memakai beberapa bentuk produk. Saham tertokenisasi spot umumnya dikreditkan ke akun pengguna dan bisa saja didukung oleh sekuritas dasar. Produk Convert memasok token dengan harga kuotasi, bukan melalui order book. Sementara itu, kontrak perpetual saham adalah derivatif yang mengikuti harga saham tetapi tidak memberikan kepemilikan atas token saham itu sendiri.

Sekalipun token diklaim didukung 1:1 oleh saham fisik, pemegangnya belum tentu memperoleh hak yang sama dengan pemegang saham biasa. Sebelum trading, pengguna sebaiknya menelaah penerbit token, skema kustodi, mekanisme verifikasi cadangan, perlakuan dividen, kebijakan korporasi (corporate actions), serta apakah token dapat ditarik atau ditebus.
Baca juga: ECB Ingin Cadangan Euro On‑Chain, tapi Stablecoin Tidak Akan Menghilang
5 Bursa Terbaik untuk Saham AS Tertokenisasi: Perbandingan
Kelima platform ini berbeda dalam struktur produk, cakupan pasar, biaya trading, dan jam akses. Bitget menawarkan pilihan terluas yang terdokumentasi plus fitur efisiensi modal tambahan, sementara MEXC dan Binance bersaing melalui promosi biaya rendah dan perluasan katalog token saham.

Jumlah pasar dan tarif promosi yang disebutkan adalah kondisi pada saat penulisan. Pengguna perlu memeriksa kembali daftar pasangan yang aktif dan biaya aktual di halaman order sebelum bertransaksi.
Meski sama‑sama menawarkan akses langsung dengan USDT ke produk berbasis saham, kelima bursa ini tidak identik. Perbedaan mencakup pihak penerbit token, model dukungan aset dasar, jam trading, sumber likuiditas, serta dukungan penarikan. Pastikan Anda memahami apakah yang dibeli adalah token spot yang dapat dipindahkan atau sekadar layanan konversi sebelum memasang order.
Baca juga: Robinhood Chain Catat Rekor $874,8 Juta di Hari Trading Tersibuk
1. Bitget: Terbaik untuk Cakupan Pasar dan Efisiensi Modal
- Tanggal peluncuran: 2 Juni 2026
- Pasar tersedia: Lebih dari 500 saham dan ETF tertokenisasi
- Pasar 24/7: 61 rToken terpilih
- Biaya trading: 0,05% maker dan taker hingga 30 Agustus 2026
- Minimum transaksi: Mulai 1 USDT
- Produk: Bitget rTokens (saham AS tertokenisasi Bitget)
- Cocok untuk: Akses pasar luas, likuiditas, dan trading yang efisien secara modal
Bitget berada di peringkat pertama berkat kombinasi lebih dari 500 saham dan ETF tertokenisasi, dukungan pasar 24/7 terpilih, serta beragam utilitas untuk kepemilikan yang memenuhi syarat. Katalognya meliputi saham teknologi dan semikonduktor utama, emiten energi, indeks pasar luas, obligasi, dan ETF komoditas. Secara agregat, aset‑aset ini mewakili sekitar 95% volume perdagangan pasar AS.
Cara Kerja Bitget rTokens
rToken diterbitkan oleh Reality, sub‑merek Bitget yang berfokus pada penerbitan aset yang patuh regulasi. Setiap token dirancang didukung 1:1 oleh saham atau ETF yang bersangkutan, yang disimpan melalui broker dan kustodian berlisensi di AS, termasuk Alpaca Securities dan Atomic Vault Securities.
The Network Firm menyediakan atestasi cadangan harian pihak ketiga, sementara Bitget menyatakan rasio cadangan tetap di atas 100%. Namun, pemegang rToken umumnya bukan pemegang saham terdaftar dan tidak memiliki hak suara sebagaimana pemegang saham biasa.
Likuiditas Terhubung ke Nasdaq dan NYSE
Pada jam perdagangan AS yang didukung, order rToken dari pengguna yang memenuhi syarat dapat dirutekan melalui infrastruktur broker yang terhubung ke Nasdaq dan New York Stock Exchange. Hal ini berpotensi menghadirkan likuiditas lebih kuat dan eksekusi lebih mulus dibanding produk yang hanya mengandalkan market maker kripto terisolasi atau pool likuiditas on‑chain.
Bitget menyediakan akses 5×24 yang mencakup sesi reguler, pra‑pasar (pre‑market), setelah jam bursa (after‑hours), dan sesi malam hari. Sebanyak 61 rToken terpilih bahkan dapat diperdagangkan penuh 24/7, termasuk akhir pekan dan hari libur. Pasar lain mungkin memiliki jadwal lebih terbatas dan spread yang lebih lebar di luar jam utama.
Efisiensi Modal lewat Unified Account
Lebih dari 100 rToken yang memenuhi syarat dapat digunakan sebagai margin di Bitget Unified Trading Account. Skema ini memungkinkan pengguna membagi jaminan untuk posisi spot, margin, dan futures yang didukung tanpa perlu menjual token saham atau memindahkan dana antar akun.
Sejumlah rToken juga bisa dijadikan agunan untuk pinjaman kripto, sehingga pengguna dapat meminjam aset seperti USDT atau USDC. Batas pinjaman dan rasio pinjaman terhadap nilai (loan‑to‑value/LTV) berbeda tergantung aset.
Bitget turut mengintegrasikan rToken yang memenuhi syarat dengan:
- Copy trading;
- Bot grid dan Martingale;
- Rencana investasi berkala (DCA);
- Fitur Smart Portfolio;
- Layanan pinjaman kripto; dan
- Produk Earn atau lending tertentu.
Fitur‑fitur ini dapat meminimalkan dana menganggur, tetapi juga menambah risiko pinjaman, margin call, dan likuidasi.
Biaya dan Trading Fraksional
Bitget mengenakan biaya promosi flat 0,05% untuk order rToken, baik maker maupun taker, hingga 30 Agustus 2026. Pengguna yang memenuhi syarat dan membayar biaya dengan BGB bisa mendapat diskon tambahan 20%.
Dengan tarif promosi standar, transaksi senilai $1.000 hanya dikenai biaya $0,50 sebelum memperhitungkan spread dan slippage. Trading fraksional dimulai dari sekitar 1 USDT, sehingga investor dapat mengakses saham berharga tinggi tanpa membeli satu lot penuh.
Dividen dan Penyelesaian
Dividen tunai yang berlaku akan dikreditkan dalam bentuk USDT setelah pemotongan pajak sesuai ketentuan. Stock split dan reverse split akan tercermin pada saldo rToken terkait.
Bitget juga menerapkan penyelesaian T+0, sehingga dana hasil penjualan tersedia segera setelah transaksi selesai, bukan mengikuti siklus penyelesaian sekuritas tradisional T+1. Deposit dan penarikan tersedia untuk rToken yang didukung saat layanan terkait aktif.
Keterbatasan Utama Bitget
- Hanya rToken tertentu yang mendukung trading penuh 24/7.
- Spread dapat melebar pada akhir pekan dan di luar jam perdagangan utama.
- Pemegang rToken umumnya tidak menikmati hak suara sebagai pemegang saham.
- Penggunaan rToken sebagai agunan memunculkan risiko margin dan likuidasi.
- Ketersediaan layanan bergantung yurisdiksi dan status verifikasi (KYC).
- Biaya 0,05% bersifat promosi dan dapat berubah setelah 30 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, Bitget menawarkan kombinasi terkuat antara cakupan saham tertokenisasi, likuiditas yang terhubung ke pasar tradisional, dan efisiensi modal. Platform ini terutama menarik bagi pemegang USDT yang ingin mengakses spektrum luas aset AS sekaligus mempertahankan opsi menggunakan rToken yang memenuhi syarat sebagai jaminan atau sebagai bagian dari strategi trading yang lebih kompleks.
Baca juga: Risiko Pencucian Uang di Hyperliquid Terkuak dalam Transaksi Lazarus $30 Juta
2. MEXC: Terbaik untuk Trading Saham Tertokenisasi Tanpa Biaya
- Tanggal peluncuran: 3 September 2025
- Pasar terdokumentasi: Sedikitnya 115 listing, diikuti peluncuran tambahan
- Biaya trading: 0% maker dan taker di pasar spot yang memenuhi syarat
- Produk: Saham tertokenisasi Ondo dan lainnya
- Cocok untuk: Akses biaya rendah ke beragam token saham
MEXC menempati posisi kedua berkat kombinasi trading spot tanpa biaya dan katalog saham tertokenisasi yang berkembang pesat. Bursa ini meluncurkan 10 pasangan saham tertokenisasi Ondo/USDT pertamanya pada September 2025, mencakup aset yang terhubung ke Nvidia, Tesla, Amazon, Apple, Meta, Alphabet, Coinbase, dan Robinhood.
Selanjutnya, MEXC menambahkan 105 pasangan token saham Ondo baru pada kuartal pertama 2026 dan terus meluncurkan listing tambahan. Ini memberinya sedikitnya 115 pasar terdokumentasi dari gelombang peluncuran awal dan ekspansi Q1, meski jumlah aktual yang aktif kemungkinan lebih tinggi.
Akses Langsung USDT ke Pasar yang Luas
MEXC menawarkan saham tertokenisasi melalui pasar spot USDT standar pair, sehingga pengguna bisa memperdagangkannya lewat antarmuka yang sama seperti spot kripto. Di laman khusus tokenized stock, MEXC menawarkan produk ekuitas fraksional yang didukung aset dasar, terhubung dengan saham dan ETF besar di Amerika Serikat.
Daftarnya mencakup token terbitan Ondo dan berbagai produk tokenized stock lain, sehingga pengguna bisa mengakses beberapa sektor sekaligus tanpa harus menukar USDT ke mata uang fiat. Ketentuan setoran dan penarikan bergantung pada penerbit, jaringan token, dan masing-masing pasar.
Perdagangan spot tanpa biaya
Keunggulan utama MEXC adalah kebijakan bebas biaya perdagangannya. Bursa ini saat ini mengiklankan biaya maker 0% dan taker 0% di seluruh pasar spot, termasuk untuk pasangan tokenized stock yang memenuhi syarat, tanpa mewajibkan pengguna memegang token native bursa atau mencapai volume tertentu.
Dengan tarif 0%, pembelian senilai US$1.000 tidak dikenai komisi eksplisit dari bursa. Namun, pengguna tetap bisa menanggung biaya melalui:
- Spread bid-ask;
- Slippage pada pasangan yang likuiditasnya tipis;
- Biaya penarikan token;
- Biaya jaringan blockchain; serta
- Selisih harga antara token dan saham dasar di pasar reguler.
Karena itu, manfaat trading tanpa biaya akan paling maksimal jika pasar yang dipilih juga memiliki likuiditas memadai dan spread yang ketat.
Keterbatasan utama MEXC
- Likuiditas tokenized stock sangat bergantung pada masing-masing pasangan.
- Spread bisa melebar ketika pasar saham AS sedang tutup.
- Jumlah pasar aktif dapat berubah seiring adanya listing baru atau penghapusan pair.
- Ketentuan dividen, penebusan, dan aksi korporasi mengikuti aturan penerbit token.
- Pemegang token umumnya tidak memperoleh hak suara pemegang saham secara konvensional.
- Ketersediaan produk bergantung pada yurisdiksi dan status verifikasi akun pengguna.
- Kebijakan nol biaya bisa diubah atau dibatasi di kemudian hari.
Dalam perbandingan ini, MEXC muncul sebagai alternatif paling agresif dari sisi biaya. Kombinasi pasangan langsung ke USDT, frekuensi listing baru, dan biaya spot 0% membuatnya menarik bagi trader yang sensitif biaya, meski pengguna tetap perlu membandingkan spread dan likuiditas sebelum memilih hanya karena tidak ada komisi trading.
Baca juga: Monero Tembus $530 Setelah THORChain Buka Fitur Swap XMR Native
3. Binance: Terbaik untuk Ekosistem Tokenized Stock yang Terus Berkembang
- Tanggal peluncuran: 11 Juni 2026
- Pasar tersedia: Lebih dari 50 pasangan bStocks
- Biaya trading: US$0,35 untuk order ≤ US$340; 0,1% untuk order > US$340
- Jam trading: 24/7
- Produk: Sertifikat bStocks
- Cocok untuk: Token saham yang dapat dipindah-tangankan dan ekosistem trading yang matang
Binance meluncurkan bStocks dengan lima token yang dilink ke saham AS, sebelum cepat memperluas daftar menjadi lebih dari 50 pasar. Pengguna yang memenuhi syarat dapat membeli bStocks langsung dengan USDT melalui Binance Spot atau memperoleh aset yang didukung melalui Binance Convert. Katalognya mencakup token yang terkait dengan emiten teknologi, semikonduktor, keuangan, dan konsumer besar.
Cara kerja Binance bStocks
bStocks adalah sekuritas ter-tokenisasi yang diterbitkan dalam bentuk sertifikat, bukan saham biasa. Binance menyatakan setiap token dirancang didukung 1:1 oleh sekuritas dasar yang disimpan di kustodian teregulasi. Pengguna yang memenuhi syarat dapat mengonversi kepemilikan saham yang didukung menjadi bStocks dengan rasio 1:1 tanpa biaya konversi.
Memegang bStock tidak menjadikan pengguna sebagai pemegang saham terdaftar. Pemegang token umumnya tidak memperoleh hak suara langsung, hak inspeksi, atau akses komunikasi korporasi. Nilai dividen dialihkan menjadi penambahan posisi dasar melalui penyesuaian multiplier, setelah pemotongan pajak yang berlaku.
Trading 24/7 dan opsi self-custody
bStocks diperdagangkan non-stop di Binance Spot, sehingga pengguna dapat merespons sentimen pasar di luar jam perdagangan resmi bursa AS. Token yang didukung juga dapat ditarik ke wallet BNB Smart Chain yang kompatibel, memberi opsi untuk menyimpan secara self-custody atau memanfaatkannya di aplikasi onchain yang mendukung.
Meski demikian, likuiditas dan spread tetap dapat berbeda-beda antar aset dan sesi perdagangan. Harga juga bisa sementara menyimpang dari saham dasar ketika pasar AS sedang tutup.
Struktur biaya
Binance menerapkan biaya transaksi bertingkat untuk order bStocks:
- Order senilai ≤ US$340: biaya tetap US$0,35 per transaksi
- Order senilai > US$340: 0,1% dari nilai transaksi
Biaya minimum tetap ini bisa terasa mahal untuk order kecil. Misalnya, pembelian US$100 terkena biaya US$0,35 atau sekitar 0,35%, sementara order US$340 efektif membayar sekitar 0,103%. Order di atas US$340 dikenai tarif persentase tetap.
Pengguna juga perlu memperhitungkan:
- Spread bid-ask;
- Slippage pada aset dengan likuiditas rendah;
- Biaya penarikan onchain;
- Risiko kustodian dan penerbit; serta
- Potensi perbedaan harga di luar jam buka pasar AS.
Keterbatasan utama Binance
- Biaya minimum US$0,35 relatif tinggi untuk order berukuran kecil.
- Pemegang bStocks tidak memiliki saham perusahaan dasar secara langsung.
- Nilai dividen diinvestasikan kembali, bukan dibayarkan tunai.
- Pasar di luar jam resmi cenderung memiliki spread lebih lebar dan likuiditas lebih tipis.
- Akses tergantung yurisdiksi dan kelayakan akun.
Binance menjadi opsi kuat bagi pengguna yang mengutamakan trading 24/7, dukungan self-custody, serta pilihan token saham berdenominasi USDT yang terus bertambah.
Baca juga: Ethereum Uji Level $2,3K Meski Catat Arus Masuk ETF 12 Hari Beruntun
4. BingX: Terbaik untuk Pengalaman Spot Trading yang Sederhana
- Tanggal peluncuran: 4 Juli 2025
- Pasar tersedia: Setidaknya 36 listing token saham yang terdata
- Biaya trading: 0,10% maker dan taker
- Jam trading: Berbeda-beda per aset
- Produk: xStocks dan token saham terhubung Ondo
- Cocok untuk: Pengguna yang menginginkan antarmuka spot kripto yang familier
BingX meluncurkan xStocks Spot Zone dengan 10 pasangan tokenized stock/USDT sebelum memperluas daftar lewat batch listing berikutnya. Pasar yang terdokumentasi mencakup produk yang terhubung dengan saham dan ETF AS utama, sehingga pengguna mendapatkan eksposur saham secara langsung tanpa lebih dulu menukar USDT ke fiat.
Trading langsung dengan USDT yang mudah
BingX menampilkan tokenized stock melalui antarmuka spot trading konvensional. Pengguna cukup menyetor USDT, memilih pasangan token saham yang didukung, lalu memasang order market atau limit sebagaimana saat memperdagangkan kripto.
Platform ini mendukung produk dari lebih dari satu penerbit token, termasuk xStocks dan aset yang dikaitkan dengan Ondo. Karena skema underlying, perlakuan dividen, dan aturan penebusan bisa berbeda antar penerbit, pengguna sebaiknya meninjau dokumen untuk tiap token secara spesifik.
Biaya trading dan likuiditas
BingX umumnya mengenakan biaya sekitar 0,10% untuk order maker dan taker di tingkat akun standar. Diskon VIP atau kampanye trading sementara dapat menurunkan tarif efektifnya.
Dengan biaya 0,10%, pembelian senilai US$1.000 akan menanggung biaya sekitar US$1, di luar spread dan slippage. Pengguna juga perlu memperhatikan:
- Spread bid-ask;
- Kedalaman order book;
- Biaya penarikan token;
- Perbedaan harga di luar jam pasar utama; serta
- Ketentuan promosi yang spesifik per pasangan.
Likuiditas bisa sangat bervariasi antara saham populer dan aset yang jarang diperdagangkan. Penggunaan limit order dapat memberikan kontrol harga yang lebih baik ketika spread cukup lebar.
Keterbatasan utama BingX
- Jumlah pasar aktif dapat berubah seiring penambahan atau penghapusan pasangan.
- Likuiditas dan spread berbeda antar token dan sesi trading.
- Jam perdagangan dapat bervariasi antara produk yang didukung.
- Hak pemegang token mengikuti ketentuan penerbit pihak ketiga.
- Pemegang token umumnya tidak memperoleh hak suara pemegang saham tradisional.
- Ketersediaan layanan bergantung pada yurisdiksi dan status akun.
BingX menjadi pilihan praktis bagi pengguna yang menyukai antarmuka spot trading yang sudah dikenal, dengan pilihan pasar token saham/USDT yang terkurasi.
Baca juga: Aktivitas Jaringan XRP Melonjak 650%, Target Harga $2 Kian Disorot
5. Phemex: Terbaik untuk Beragam Opsi Trading Tokenized Stock
- Tanggal peluncuran: 10 Juli 2025
- Pasar tersedia: 15 aset dalam ekspansi awal, dengan penambahan berikutnya
- Biaya trading: 0,10% maker dan taker di pasar spot standar
- Jam trading: Berbeda-beda menurut produk dan aset
- Produk: Onchain xStocks, Spot, dan Convert
- Cocok untuk: Pengguna yang menginginkan beberapa jalur akses ke tokenized stock
Phemex meluncurkan Onchain xStocks pada Juli 2025, awalnya mendukung 15 saham dan ETF yang ditokenisasi. Pengguna yang memenuhi syarat dapat mengakses aset terkait saham langsung dengan USDT melalui antarmuka Onchain, spot trading, maupun Convert.
Beragam metode eksekusi
Phemex menawarkan beberapa cara untuk mendapatkan eksposur tokenized stock. Pasar spot standar menggunakan order book dan mendukung order market maupun limit, sementara Phemex Convert menyediakan transaksi dengan harga kuotasi sederhana tanpa pengguna harus mengelola order book sendiri.
Laman Onchain juga memberikan akses ke xStocks yang didukung. Karena masing-masing jalur bisa berbeda dalam hal kustodi token, likuiditas, spread, dan dukungan penarikan, pengguna perlu memastikan produk mana yang sedang digunakan sebelum mengeksekusi transaksi.
Biaya trading dan likuiditas
Phemex umumnya mengenakan biaya 0,10% untuk order maker dan taker di pasar spot standar. Dengan tarif ini, pembelian senilai US$1.000 akan dikenai biaya sekitar US$1 sebelum memperhitungkan spread dan slippage.
Sebagian transaksi Convert dapat dipromosikan sebagai bebas biaya, tetapi harga kuotasi bisa mengandung spread terselubung. Karena itu, pengguna sebaiknya membandingkan jumlah akhir yang diterima, bukan hanya mengandalkan informasi tarif eksplisit.
Biaya lain yang perlu diperhatikan mencakup:
- Spread bid-ask;
- Slippage pada aset yang likuiditasnya terbatas;
- Biaya penarikan token;
- Biaya jaringan blockchain; serta
- Perbedaan harga di luar jam pasar reguler.
Keterbatasan utama Phemex
- Cakupan pasar masih lebih kecil dibanding katalog rToken di Bitget.
- Struktur biaya dan metode eksekusi berbeda antara produk Spot, Convert, dan Onchain.
- Transaksi Convert yang diklaim bebas biaya bisa mengandung spread tersembunyi.
- Likuiditas dan jam perdagangan bervariasi menurut aset.
- Hak dan jaminan token bergantung pada penerbit.
- Ketersediaan layanan berbeda-beda menurut yurisdiksi dan kelayakan akun.
Phemex menjadi opsi yang layak bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas dan ingin memilih sendiri antara eksekusi via order book, fitur Convert yang sederhana, atau akses Onchain.trading, konversi yang disederhanakan, dan akses onchain. Namun, Bitget menawarkan cakupan pasar saham yang lebih luas, pilihan trading 24/7, serta pemanfaatan modal yang lebih optimal untuk kepemilikan saham-tersier (tokenized stocks) yang memenuhi syarat.
Baca juga: Solana Menguji Level $110 Setelah Whale Besar Masuk Lagi
Berapa Biaya Trading Saham AS Terser (Tokenized)?
Struktur biaya trading bergantung pada ukuran order, model fee, dan likuiditas pasar. Selain biaya trading yang tercantum, investor juga perlu memperhitungkan spread bid–ask, slippage, biaya penarikan, dan biaya jaringan blockchain.

Estimasi “round trip” ini mengasumsikan investor membeli dan kemudian menjual kembali posisi senilai $1.000. Perhitungan ini tidak memasukkan perubahan harga aset maupun biaya eksekusi lain.
Sebagian platform menggunakan skema biaya berbasis persentase, sementara yang lain menerapkan biaya minimum tetap untuk nominal kecil. Skema flat fee bisa membuat transaksi bernilai kecil terasa jauh lebih mahal. Misalnya, biaya $0,35 untuk pembelian $50 berarti sekitar 0,70% dari nilai transaksi.
Hal lain yang sebaiknya ikut dibandingkan:
- Spread bid–ask;
- Kedalaman order book;
- Slippage;
- Biaya penarikan;
- Biaya jaringan blockchain;
- Spread konversi; dan
- Perbedaan harga di luar jam pasar reguler.
Pasar dengan label “tanpa biaya” belum tentu lebih murah dibanding yang mengenakan fee 0,05%–0,10% jika spread-nya lebih lebar atau likuiditasnya lebih tipis.
Baca juga: Reksa Dana Emas Sentuh Tertinggi Enam Bulan dengan Arus Masuk $4,21 Miliar per Pekan
Cara Membeli Saham AS Terser (Tokenized) dengan USDT
Membeli saham AS yang ditokenisasi menggunakan USDT pada dasarnya mirip dengan trading kripto di bursa terpusat:
- Pilih bursa yang mendukung Cari platform yang menyediakan pasangan dagang saham-token/USDT secara langsung di wilayah Anda.
- Buka dan verifikasi akun Selesaikan proses registrasi dan tahapan verifikasi identitas (KYC) yang disyaratkan.
- Deposit USDT Kirim USDT ke bursa melalui jaringan blockchain yang didukung atau beli USDT langsung di platform.
- Buka menu tokenized stock Arahkan ke bagian Stocks, Spot, RWA, atau pasar aset terser/tokenized di bursa.
- Pilih pasangan dagang Cari token saham atau ETF yang ingin dibeli dan pilih pasangan langsung terhadap USDT.
- Pasang order Gunakan market order untuk eksekusi instan, atau limit order bila ingin menentukan harga beli tertentu.
- Kelola posisi Setelah tereksekusi, token saham akan muncul di akun Anda. Tergantung platform, token tersebut bisa di-hold, diperdagangkan lagi, ditarik, atau dimanfaatkan di produk lain yang tersedia.
Baca juga: Bitcoin Koreksi Setelah Reli Akhir Pekan Saat Konflik Iran Kembali Tekan Pasar
Risiko Membeli Saham AS Terser (Tokenized) dengan USDT
Saham terser bisa menjadi pintu masuk praktis ke eksposur pasar AS, tetapi juga membawa sejumlah risiko tambahan di luar volatilitas harga saham itu sendiri.
- Risiko penerbit dan pihak lawan (counterparty): Produk biasanya bergantung pada penerbit, kustodian, broker, dan bursa. Gangguan di salah satu pihak dapat memengaruhi proses trading, penarikan, maupun penukaran (redemption).
- Keterbatasan hak pemegang saham: Pemegang token umumnya mendapat eksposur ekonomi, dividen, atau penyesuaian aksi korporasi, tetapi belum tentu memiliki hak suara atau kepemilikan hukum langsung atas saham dasar.
- Risiko likuiditas: Pasar yang kurang aktif cenderung memiliki spread lebih lebar dan slippage lebih besar, terutama di luar jam perdagangan reguler AS.
- Risiko pelacakan (tracking): Harga token dapat sementara menyimpang dari harga saham dasar karena aktivitas market maker, perbedaan jam trading, atau keterbatasan likuiditas.
- Risiko kustodi di bursa: Aset yang disimpan di platform terpusat terpapar risiko kegagalan operasional, penangguhan penarikan, insiden keamanan siber, atau kebangkrutan.
- Risiko stablecoin: Karena transaksi diselesaikan dalam USDT, pengguna juga terpapar potensi perubahan nilai pasar USDT dan risiko terkait jaringan blockchain yang dipakai.
- Risiko regulasi: Ketersediaan tokenized stock dan struktur produknya bisa berubah mengikuti perkembangan regulasi sekuritas dan aset digital.
- Risiko agunan dan likuidasi: Menjadikan saham terser sebagai jaminan margin atau pinjaman memang dapat meningkatkan efisiensi modal, tetapi penurunan nilai bisa memicu margin call atau likuidasi paksa.
Investor sebaiknya menelaah terlebih dahulu profil penerbit, struktur kustodi, laporan cadangan, jadwal perdagangan, dan ketentuan penarikan sebelum membeli tokenized stock apa pun.
Penutup
Saham AS terser (tokenized) menawarkan pemegang USDT jalur lebih cepat ke pasar ekuitas, tetapi pilihan platform terbaik tetap bergantung pada prioritas masing-masing: biaya rendah, cakupan aset luas, likuiditas dalam, akses 24/7, atau fleksibilitas eksekusi. Bitget menyediakan pilihan terluas dan pemanfaatan agunan tambahan, MEXC menonjol dalam biaya trading rendah, Binance mengembangkan ekosistem bStocks, BingX menjaga pengalaman tetap sederhana, sementara Phemex menawarkan beberapa opsi masuk posisi.
Yang terpenting, jangan hanya terpaku pada fee utama yang dipromosikan. Platform yang solid juga perlu menyediakan likuiditas andal, struktur produk yang transparan, spread yang wajar, aturan penarikan yang jelas, serta memastikan akses sah di yurisdiksi pengguna. Tokenized stock memang mempermudah akses ke pasar AS, tetapi tetap membutuhkan proses perbandingan dan uji kelayakan seteliti produk keuangan lainnya.
Baca selanjutnya: Ethereum Akhiri 108 Hari Tren Merah yang Membebani Para Holder





