Bisakah AI Musnahkan Umat Manusia? Pimpinan Anthropic Nilai Risikonya di Atas 10%

A delayed Anthropic IPO timeline keeps a possible $2 trillion valuation in focus ahead of a mid-October launch. (Image: Shutterstock)
A delayed Anthropic IPO timeline keeps a possible $2 trillion valuation in focus ahead of a mid-October launch. (Image: Shutterstock)

Peneliti Anthropic Jacob Coxon mengundurkan diri pekan ini karena kekhawatiran atas AI yang tak terkendali, dan pimpinan alignment perusahaan itu merespons dengan menempatkan risiko kepunahan umat manusia di atas 10% dalam dekade ini.

Pokok-Pokok Penting:

  • Jacob Coxon hengkang dari Anthropic setelah tiga tahun meneliti pretraining di Anthropic dan OpenAI, dengan menuduh kedua perusahaan berlomba menuju sistem yang tak bisa mereka kendalikan.
  • Pimpinan sains alignment Anthropic, Evan Hubinger, menempatkan peluang pribadi bahwa AI membunuh seluruh umat manusia di atas 10% dalam 10 tahun ke depan.
  • Hubinger menilai model saat ini berisiko rendah dan memusatkan kekhawatiran pada skenario peningkatan diri berulang (recursive self‑improvement).

Jacob Coxon Tinggalkan Anthropic karena Lomba AI

Coxon, 27 tahun, menghabiskan tiga tahun mengerjakan riset pretraining di OpenAI dan Anthropic sebelum ia mengundurkan diri lewat sebuah thread di X pada Rabu dini hari. Ia menulis bahwa tak satu pun dari kedua perusahaan bertindak secara bertanggung jawab, dan keduanya berlomba mengejar superintelligence yang mampu meningkatkan diri sendiri sambil mempertaruhkan nyawa manusia. Unggahan pembuka itu ditonton lebih dari 19 juta kali hanya dalam hitungan jam.

Dalam wawancara terpisah ia memperingatkan bahwa skenario paling agresif kini justru menjadi jalur utama, dan situasi bisa lepas kendali pada akhir tahun depan. Menurutnya, rekan-rekan kini memakai istilah seperti “crunchtime” dan “endgame” untuk menggambarkan arah perkembangan teknologi.

Coxon berlatar belakang matematika sebelum terjun ke pelatihan model. Ia meninggalkan OpenAI awal tahun ini untuk bergabung dengan Anthropic karena reputasi perusahaan tersebut di bidang keamanan. Namun, ia mengatakan kompromi soal keamanan akan tak terelakkan begitu laboratorium pesaing saling kejar-mengejar. Ia kini berargumen bahwa tak ada perusahaan yang bisa membangun AI setara manusia secara bertanggung jawab tanpa intervensi pemerintah atau perlambatan terkoordinasi di seluruh industri.

Baca Juga: Harga XRP Bidik $1,46 Seiring Kembali Aktifnya Akumulasi Paus pada September

Evan Hubinger Nilai Peluang Kepunahan di Atas 10%

Evan Hubinger, pimpinan sains alignment di Anthropic yang bertanggung jawab melakukan stress test pada model-model perusahaan, menanggapi bahwa Coxon menggambarkan situasi dengan tepat. Ia memperkirakan peluang AI memusnahkan seluruh umat manusia berada di atas 10% dalam kurun 10 tahun ke depan.

Hubinger mengatakan perusahaan berupaya sebaik mungkin, namun belum memiliki rencana konkret untuk memecahkan persoalan alignment pada level superintelligence dan tidak jelas berada di jalur yang tepat untuk menemukannya. Ia kemudian menegaskan bahwa model AI saat ini berisiko rendah. Kekhawatiran utamanya terletak pada kemungkinan munculnya superintelligence melalui recursive self‑improvement, di mana sistem melatih dan meningkatkan penerusnya sendiri.

Perkiraan tersebut adalah penilaian pribadi Hubinger, bukan proyeksi resmi perusahaan, dan angka semacam ini bergantung pada asumsi-asumsi yang masih diperdebatkan terkait kemampuan dan pola penerapan AI di masa depan. Anthropic secara terbuka menilai bahwa recursive self‑improvement bukanlah keniscayaan, namun mengakui skenario itu bisa datang lebih cepat daripada kesiapan institusi dan berpotensi meningkatkan peluang manusia kehilangan kendali.

Gelombang Pengunduran Diri Tim Keamanan Anthropic

Coxon bukan peneliti keamanan pertama yang angkat kaki. Mrinank Sharma, yang memimpin tim safeguards di perusahaan tersebut, mengundurkan diri awal tahun ini sambil memperingatkan bahwa dunia berada dalam bahaya, dan menyatakan akan belajar puisi di Inggris.

Anthropic, yang didirikan pada 2021 oleh mantan karyawan OpenAI, membangun reputasinya di atas riset keamanan AI. Hingga Rabu pagi, perusahaan belum menyampaikan tanggapan publik atas keputusan Coxon untuk hengkang.

Selanjutnya: Bitget Tambahkan Materi Blockchain ke Program UNICEF yang Menjangkau 642.000+ Peserta

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Bisakah AI Musnahkan Umat Manusia? Pimpinan Anthropic Nilai Risikonya di Atas 10% | Yellow