Investigasi selama setahun oleh The New York Times mengidentifikasi Adam Back, kriptografer Inggris berusia 55 tahun, sebagai kandidat terkuat sejauh ini untuk pencipta Bitcoin (BTC) Satoshi Nakamoto.
Temuan ini dibangun dari analisis tulisan, kesesuaian teknis, dan jejak tersamar posting milis berusia puluhan tahun yang tampaknya menguraikan cetak biru mata uang kripto tersebut.
Jejak Cypherpunk Adam Back
Reporter John Carreyrou dan Dylan Freedman menghabiskan lebih dari setahun menyaring ribuan posting di tiga milis kriptografi tempat para Cypherpunks — kelompok anarkis yang berfokus pada privasi dan terbentuk awal 1990-an — berkumpul. Mereka menggabungkan arsip tersebut menjadi satu basis data yang dapat dicari berisi 134.308 posting dari 620 pengguna yang membahas uang digital.
Antara 1997 dan 1999, Back mengusulkan sistem uang elektronik dengan lima atribut yang kemudian menjadi inti Bitcoin: privasi bagi pengirim dan penerima, jaringan node terdesentralisasi, kelangkaan bawaan, trustless, dan protokol yang dapat diverifikasi publik.
Ia kemudian menyarankan menggabungkan temuannya sendiri, Hashcash, dengan konsep uang elektronik Cypherpunk lain bernama b-money — kombinasi persis yang kemudian digunakan Satoshi.
Back juga telah mengantisipasi solusi inflasi Bitcoin, dengan mengusulkan bahwa pencetakan koin harus "memerlukan lebih banyak upaya komputasi seiring waktu."
Ia bahkan mendahului kritik paling umum terhadap kripto ini dengan berargumen bahwa biaya energi akan lebih rendah daripada perbankan tradisional — pembelaan yang sama yang ditawarkan Satoshi satu dekade kemudian.
Juga Baca: Ethereum Diincar untuk Lapisan Penyelesaian Stablecoin Euro
Analisis Tulisan Mengarah ke Back
Temuan paling mencolok dari investigasi ini berasal dari analisis forensik teks. Para reporter menjalankan tiga perbandingan tulisan terpisah terhadap basis data milis, dan ketiganya menunjuk Back sebagai sosok yang paling mendekati Satoshi.
Salah satu pendekatan berfokus pada kebiasaan tata bahasa yang dibagikan keduanya.
Keduanya sering tertukar antara "it's" dan "its", menempatkan "also" di akhir kalimat, dan salah menggunakan tanda hubung dengan cara yang sama.
Keduanya bergantian memakai ejaan Inggris dan Amerika — "cheque" dan "check", "e-mail" dan "email" — dan menulis "bugfix" sebagai satu kata, bukan dua.
Analisis komputasional terhadap kesalahan penggunaan tanda hubung menemukan bahwa Back berbagi 67 dari 325 kesalahan khas milik Satoshi.
Tersangka terdekat berikutnya hanya memiliki 38. Florian Cafiero, linguis komputasional yang sebelumnya membantu Times mengidentifikasi orang-orang di balik QAnon, menjalankan uji stilometri terpisah dan menemukan Back sebagai kecocokan terdekat dengan white paper Bitcoin — meski ia menyebut hasilnya tidak konklusif.
Pola Menghilang dan Bantahan
Linimasa kejadian juga menimbulkan pertanyaan.
Selama lebih dari satu dekade, Back menjadi salah satu peserta paling vokal setiap kali uang elektronik dibahas di milis Cypherpunks. Namun ketika Bitcoin diumumkan pada akhir 2008 — realisasi paling dekat dari usulannya sendiri — ia mendadak diam.
Komentar publik pertamanya tentang Bitcoin baru muncul pada Juni 2011, enam minggu setelah hilangnya Satoshi yang terkenal itu.
Back membantah bahwa ia adalah Satoshi dan menyebut bukti-bukti tersebut hanya kebetulan.
Ketika para reporter memintanya metadata dari email yang ia tukarkan dengan Satoshi — catatan yang bisa memperjelas apakah pesan itu asli atau dikirim ke dirinya sendiri — Back berhenti merespons. Ia memegang gelar doktor di sistem komputer terdistribusi, menggunakan bahasa pemrograman yang sama dengan Satoshi, dan membangun Blockstream, perusahaan yang kini bernilai US$3,2 miliar dan telah menghimpun pendanaan US$1 miliar.
Investigasi tersebut menyingkirkan beberapa tersangka terkemuka lainnya, termasuk Nick Szabo, Hal Finney, Len Sassaman, dan Peter Todd, dengan alasan alibi, kesenjangan teknis, atau fakta bahwa beberapa di antaranya telah meninggal sebelum komunikasi terakhir Satoshi yang diketahui pada 2015.
Baca Selanjutnya: Bitcoin Sentuh Puncak US$72,7 Ribu karena Optimisme Damai Iran






