Binance Tawarkan 300 Juta Pengguna Cara Baru Memakai Agen AI untuk Berdagang

After Binance opened Agent OS, AI agents built on tools like ChatGPT and Claude can trade for its 300 million users. (Image: Shutterstock)
After Binance opened Agent OS, AI agents built on tools like ChatGPT and Claude can trade for its 300 million users. (Image: Shutterstock)

Binance pada Kamis membuka akses pasarnya bagi agen AI otonom, memberi lebih dari 300 juta pengguna terdaftar cara baru mendelegasikan aktivitas trading ke perangkat lunak.

Poin-Poin Utama:

  • Agent OS memungkinkan aplikasi AI membaca data pasar Binance, melihat saldo dan menempatkan order spot, margin, convert, serta futures.
  • Agen berjalan di sub-akun khusus dengan penarikan dinonaktifkan, sehingga dana yang disetor pengguna menjadi batas maksimal potensi kerugian.
  • Aktivitas Agentic Wallet dibatasi harian: US$50.000 untuk swap, US$100.000 untuk aktivitas decentralized finance dan US$20 untuk pembayaran x402.

Binance Agent OS Hubungkan Aplikasi AI ke Pasar

Bursa kripto tersebut pada Kamis meluncurkan Agent OS, sebuah platform pengembang yang menghubungkan aplikasi AI eksternal ke sistem trading, data pasar, dompet dan pembayaran Binance. Solusi ini menggabungkan API Binance, hub dompet agen, lapisan pembayaran x402 dan marketplace “skills” dalam satu paket yang mendukung Model Context Protocol, sebuah standar terbuka yang memungkinkan alat AI terhubung ke layanan eksternal. Klien yang kompatibel termasuk ChatGPT dan Codex milik OpenAI, Claude dari Anthropic, serta Cursor.

Setelah mendapat izin dari pengguna, agen dapat menarik data pasar real-time, memeriksa saldo dan menempatkan order di produk spot, margin, convert dan futures. Pengguna dapat memilih apakah setiap order harus dikonfirmasi terlebih dahulu atau agen boleh berdagang secara mandiri, dan akses tersebut bisa dicabut kapan saja.

Agen hanya beroperasi di dalam sub-akun khusus, dengan penarikan dana dinonaktifkan secara default. Pengaturan ini memagari agen dari kepemilikan utama nasabah maupun alamat dompet eksternal mana pun. Binance tidak menerapkan batas terpisah atas nilai perdagangan atau kerugian yang bisa ditanggung agen di dalam sub-akun, sehingga jumlah dana yang dipindahkan pengguna ke sub-akun menjadi batas praktis risiko.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Bisa Dapat Bukaan Variabel yang Tak Ada di Versi Pro Lebih Kecil

Jeff Li Jelaskan Kontrol Sub-Akun Binance

Jeff Li, wakil presiden produk Binance, mengatakan bahwa kontrol sengaja ditempatkan di tingkat akun untuk melindungi dana pengguna, karena proses pengambilan keputusan perdagangan berlangsung di dalam aplikasi AI milik pelanggan sendiri.

Agentic Wallet, yang memungkinkan agen memindahkan token dan berinteraksi dengan protokol on-chain, dioperasikan dengan batasan yang lebih ketat dibandingkan bursa. Batas harian dimulai dari US$50.000 untuk swap dan secara default US$100.000 untuk aktivitas decentralized finance. Pembayaran machine-to-machine yang dialirkan melalui lapisan x402 dibatasi jauh lebih kecil, hanya US$20 per hari.

Regulator hingga kini belum menentukan apakah agen yang mampu menemukan peluang trading, menilai risiko dan membuka posisi telah melampaui infrastruktur eksekusi semata dan masuk ke wilayah yang lebih mirip pemberian nasihat. Singapura mengusulkan aturan tata kelola runtime untuk agen AI, sementara pengawas di Eropa mengingatkan perusahaan investasi bahwa kewajiban perilaku yang sudah ada tetap mengikat.

Perlombaan Agen AI di Bursa Kripto

Pesaing sebenarnya lebih dahulu bergerak. Kraken pada Maret merilis alat command-line open-source dengan server MCP bawaan, disusul Coinbase pada Juni lewat Coinbase for Agents, dan OKX yang menambahkan kit trading berbasis agen lebih awal tahun ini. Sedikitnya 10 broker ritel dan penyedia platform juga sudah menghubungkan agen AI ke akun nasabah secara langsung antara Januari dan Juni, dengan memisahkan dana klien dalam pool tersendiri setiap kali.

Baca Selanjutnya: HYPE Salip DOGE Setelah Reli 20% dan Lonjakan Volume Perpetual US$34 Miliar

Mehjabeen Arsiwala profile photo

Mehjabeen Arsiwala

Mehjabeen Arsiwala adalah seorang jurnalis yang meliput berita kripto, DeFi, bursa, perdagangan, dan analisis pasar. Selama tiga tahun terakhir, ia berfokus pada tren dan narasi yang membentuk pasar aset digital, mulai dari aksi harga dan prediksi hingga perkembangan bursa dan sinyal on-chain. Ia mengkhususkan diri dalam pelaporan yang jelas untuk membantu pembaca memahami apa yang sedang terjadi di pasar dan mengapa hal itu penting.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Binance Tawarkan 300 Juta Pengguna Cara Baru Memakai Agen AI untuk Berdagang | Yellow