Bitget dan firma riset aset digital Block Scholes merilis laporan bersama tentang bagaimana para trader menggunakan tokenized real-world assets 24/7 untuk melakukan lindung nilai terhadap guncangan makro sepanjang kuartal pertama yang bergejolak.
Pembagian Perdagangan Regional
Studi berjudul "Tokenised Markets on Bitget UEX" tracks garis yang makin kabur antara kripto dan keuangan tradisional selama Q1 2026.
Laporan ini mengaitkan keberhasilan Universal Exchange milik Bitget yang memungkinkan pengguna berotasi antara kripto, ekuitas ter-tokenisasi, FX, dan komoditas tanpa harus meninggalkan satu platform.
Asia Tenggara memimpin distribusi trader aktif dengan 26,2%, disusul Asia Selatan 20,5% dan Timur Tengah serta Afrika 18,4%.
Kawasan CIS berada di 6,9%, Amerika Latin 5,2% dan Inggris 4,9%.
Arus aset dunia nyata jauh lebih terkonsentrasi. Asia Tenggara menyumbang 81,9% dari total volume RWA di platform, menurut report tersebut.
Juga Baca: Bitcoin At $74,900 — Is This The Floor Before The Next Rally Or A Ledge Before A Drop?
Pergeseran Lindung Nilai Makro
Kecenderungan geografis ini penting karena penemuan harga pada saham ter-tokenisasi kini terkonsentrasi pada jam perdagangan Asia.
Trader di luar jam tersebut bisa tertinggal dari pergerakan awal.
Sementara itu, dolar AS menarik minat sebagai aset safe haven ketika ketegangan di Timur Tengah berlanjut, sementara saham AS sempat tertahan di dekat level 7.000 poin.
Bitget TradFi diluncurkan pada awal 2026 dan mencapai volume harian US$2 miliar dalam tiga hari. Angka itu berlipat ganda menjadi US$4 miliar pada 21 Januari, lalu melampaui US$6 miliar pada 20 Maret saat emas mencatat pekan terburuk sejak 1983. Bitcoin (BTC) masih trades roughly 40% below its all-time high.
Baca Selanjutnya: The Meme Coin That Shot Into Orbit — Asteroid Shiba's 600% Mystery Explained






