Claude Tambahkan Watermark Tak Terlihat di Teks AI Demi Aturan Transparansi UE, Pengguna Protes

John Gruber says Anthropic's Claude watermark bends word choice toward detection, weakening the prose readers actually get. (Image: Shutterstock)
John Gruber says Anthropic's Claude watermark bends word choice toward detection, weakening the prose readers actually get. (Image: Shutterstock)

Anthropic menambahkan watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan Claude serta metadata provenance bertanda tangan digital untuk file yang didukung di seluruh dunia, memicu penolakan di tengah penerapan aturan UE yang didukung sekitar 190 penandatangan.

Poin Penting:

  • Teks Claude akan memuat watermark yang dapat dibaca mesin dan tetap melekat saat disalin-tempel, sementara file yang didukung akan mendapat metadata provenance bertanda tangan digital.
  • Kebijakan ini berlaku global untuk model Claude yang didukung, sementara model lama sedang diperbarui selama masa transisi.
  • Kritikus menilai pekerjaan proofreading dan pemrograman bisa ikut ditandai, meski sebagian besar materi dasarnya ditulis manusia.

Watermark Claude

Anthropic merinci sistem penandaan ini pada 11 Agustus sebagai bagian dari komitmennya di bawah kerangka transparansi Undang-Undang AI Uni Eropa (EU AI Act). Model Claude yang diluncurkan di UE pada atau setelah 2 Agustus sudah mendukung penandaan sejak hari pertama, dan perusahaan tengah menambah dukungan untuk model-model yang lebih lama.

Sistem ini menyisipkan watermark tak kasatmata langsung ke dalam teks yang dihasilkan, sementara file yang didukung seperti gambar SVG, PNG, dan JPG mendapatkan metadata provenance C2PA yang ditandatangani secara digital. Anthropic menyatakan watermark teks ini tidak mengubah makna, kualitas, maupun keterbacaan. Forbes melaporkan pengguna tidak diberi opsi untuk menonaktifkannya.

Namun, ada batasan teknis. Penyuntingan berat, parafrase, penerjemahan, atau pencampuran keluaran Claude dengan tulisan lain bisa menghapus sinyal teks hingga tak lagi terdeteksi, sementara konversi format file, menyimpan ulang, atau tangkapan layar dapat menghilangkan metadata provenance.

Baca Juga: XRP Jeblok di Bawah $1 Saat Whale Diam-Diam Mengakumulasi 380 Juta Token

Gelombang Protes ke Claude

Pengumuman ini menuai kritik di X dan Reddit, terutama dari pengguna yang mengandalkan Claude untuk proofreading dan dari pengembang yang khawatir watermark muncul di pekerjaan terkait kode. Respons penolakan datang seketika.

Penyiar radio dan blogger Erick Erickson menyebut “konyol” jika tulisan yang ia buat bisa berakhir diberi watermark hanya karena Claude membantu memeriksa tata bahasa.

Kekhawatiran itu menyorot pembedaan penting dalam panduan resmi Anthropic: deteksi watermark hanya menandakan bahwa konten tersebut mungkin telah diproses oleh Claude, bukan bahwa Claude adalah penulis aslinya. Perusahaan secara eksplisit menekankan bahwa proofreading, penerjemahan, peringkasan, dan konversi file dapat menghasilkan keluaran bertanda berdasarkan materi yang diciptakan pihak lain.

Kode UE itu sendiri bersifat sukarela, tetapi kewajiban transparansi dalam Pasal 50 AI Act mulai berlaku secara hukum pada 2 Agustus. Sekitar 190 organisasi telah menandatangani kode tersebut hingga akhir Juli, termasuk Google, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Anthropic.

Pergeseran ini tidak hanya menyasar Claude. OpenAI kini mendokumentasikan metadata C2PA dan watermark SynthID untuk gambar yang didukung, serta SynthID untuk audio yang didukung, sementara alat provenance publiknya saat ini belum mencantumkan teks sebagai format yang dapat dideteksi.

Artikel Selanjutnya: Kepala Apple Pay Jennifer Bailey Pensiun Setelah 25 Tahun di Perusahaan

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Claude Tambahkan Watermark Tak Terlihat di Teks AI Demi Aturan Transparansi UE, Pengguna Protes | Yellow