Model OpenAI Memecahkan Masalah Matematika 80 Tahun yang Tak Bisa Diselesaikan Manusia

Model OpenAI Memecahkan Masalah Matematika 80 Tahun yang Tak Bisa Diselesaikan Manusia

Model penalaran internal OpenAI telah membantah dugaan terkenal tahun 1946 dari Paul Erdős, menandai pertama kalinya AI menyelesaikan masalah terbuka besar dalam matematika.

Poin-Poin Utama:

  • Model OpenAI membantah dugaan jarak satuan Erdős yang terbuka selama 80 tahun.
  • Bukti tersebut bertumpu pada teori bilangan aljabar dan lolos tinjauan eksternal.
  • Ini adalah masalah terbuka besar pertama yang diselesaikan AI secara otonom.

OpenAI Memecahkan Dugaan Erdős

Perusahaan mengumumkan pada 20 Mei bahwa modelnya menghasilkan suatu kontra­contoh untuk masalah jarak satuan, yang menanyakan berapa banyak pasangan di antara banyak titik dapat berjarak tepat satu satuan. Selama beberapa dekade, para peneliti menganggap kisi persegi sebagai tata letak terbaik. Teka-teki ini mudah dijelaskan, tetapi berhasil lolos dari upaya delapan puluh tahun para matematikawan terkemuka.

Model tersebut mengambil arah berbeda, membangun pola yang lebih rumit yang mengandalkan teori bilangan aljabar untuk memuat lebih banyak jarak satuan daripada yang dimungkinkan kisi, sebuah struktur yang sebelumnya tidak dikejar secara serius oleh manusia.

Panel pakar independen kemudian memeriksa buktinya sebelum perusahaan memublikasikannya.

Will Sawin dari Princeton kemudian memperhalus argumennya. Versinya menunjukkan bahwa jumlah jarak satuan bertumbuh setidaknya secepat n pangkat 1,014, keunggulan polinomial atas batas kisi lama. Batas atasnya masih berada dekat n pangkat 1,333, sehingga celah tetap ada.

Juga Baca: Cardano Tops Every Major Chain In Stablecoin Growth, Up 61% In A Week

Gowers Menyambut Tonggak Matematika

Tim Gowers, peraih Medali Fields, menyebut karya ini sebagai tonggak dan mengatakan tidak ada bukti AI sebelumnya yang mendekatinya. Daniel Litt dari University of Toronto menggambarkannya sebagai hasil AI pertama yang menurutnya benar-benar menarik pada dirinya sendiri, bukan sekadar tanda akan datangnya sesuatu yang lebih besar.

Para pakar menekankan pentingnya jalur yang ditempuh. Kebanyakan matematikawan menghabiskan bertahun-tahun mencoba membuktikan dugaan itu, bukan mematahkannya, dan sedikit yang mau menekuni konstruksi membosankan seperti ini tanpa tanda-tanda akan berhasil. AI menimbang pertaruhan itu secara berbeda, menelusuri tak terhitung jalan buntu sampai satu jalur kecil kemungkinan berhasil.

Rekam Jejak Erdős OpenAI yang Berliku

Terobosan ini tidak berdiri sendiri. Beberapa hari kemudian, Google melaporkan bahwa salah satu sistemnya telah menyelesaikan sembilan masalah lebih kecil dari daftar Erdős, dua di antaranya telah terbuka selama lebih dari 50 tahun.

Peluncuran yang hati-hati ini menjawab kesalahan sebelumnya. Pada bulan Oktober, perusahaan tersebut mengklaim sebuah model telah menyelesaikan sepuluh masalah Erdős, tetapi peninjau kemudian menunjukkan bahwa model tersebut hanya menemukan kembali solusi lama, bukan membuktikan hal baru. Kejadian itu mendorong perusahaan untuk melibatkan peninjau eksternal kali ini.

Baca Berikutnya: ETH Loses Its Last Floor And Stares Down A Drop Toward $1,800

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.