Peretas Rusia Menemukan Titik Lemah Sinyal pada Kunci Pemulihan

Peretas Rusia Menemukan Titik Lemah Sinyal pada Kunci Pemulihan

FBI dan CISA memperingatkan bahwa peretas Rusia sedang melakukan phishing terhadap pengguna Signal untuk mendapatkan kunci pemulihan cadangan yang dapat membuka arsip pesan.

Poin-Poin Utama:

  • Peretas yang terhubung intelijen Rusia memburu kunci pemulihan cadangan Signal, bukan hanya kode atau PIN.
  • Kunci yang dicuri dapat memungkinkan penyerang memulihkan cadangan, membaca obrolan pribadi dan grup, dan mempertahankan akses yang terikat pada nomor yang sama.
  • Kampanye ini menyalahgunakan rekayasa sosial dan fitur sah, bukan enkripsi Signal.

Peretas Signal

Penasihat yang diperbarui, yang dipublikasikan pada 26 Juni, menyebutkan bahwa aktor yang terkait Dinas Intelijen Rusia menyamar sebagai akun dukungan otomatis untuk mendorong target mengungkapkan kunci pemulihan Signal.

Pemberitahuan itu mengidentifikasi UNC5792 dan UNC4221, nama yang tidak ada dalam peringatan Maret, dan mengaitkan aktivitas tersebut dengan kelompok intelijen Rusia, termasuk perwira FSB yang ditempatkan di Penjaga Perbatasan FSB.

Kampanye ini menargetkan orang-orang yang oleh lembaga-lembaga itu digambarkan sebagai memiliki “nilai intelijen tinggi,” termasuk pejabat AS dan internasional saat ini dan mantan, personel militer, tokoh politik, jurnalis, dan pejabat di Ukraina.

Versi sebelumnya meminta target memberikan kode verifikasi dan PIN akun, atau menggunakan tautan undangan grup palsu untuk menghubungkan perangkat penyerang ke akun.

Versi yang lebih baru menginstruksikan pengguna untuk mengaktifkan cadangan Signal, membuka layar kunci pemulihan, dan menempelkan kunci tersebut ke dalam obrolan.

Juga Baca: Claude Fable 5 Mungkin Kembali Saat Washington Melunakkan Kebuntuan dengan Anthropic

Peringatan FBI

FBI mengatakan satu pesan contoh dikemas sebagai penerapan otentikasi dua faktor wajib, sementara pesan lain mengklaim pemulihan data darurat diperlukan untuk mencegah kehilangan pesan.

Jika target membagikan kunci tersebut, penyerang dapat memulihkan cadangan, membaca riwayat pesan pribadi dan grup, dan mengambil alih akun. Kunci itu dapat tetap berlaku setelah korban mengganti ponsel atau membuat akun baru dengan nomor yang sama.

Menghasilkan kunci baru di pengaturan Signal akan membuat kunci lama tidak berlaku untuk unduhan cadangan di masa depan, tetapi tidak membatalkan cadangan apa pun yang sudah diakses.

Taktik ini tidak mengalahkan enkripsi Signal atau aplikasinya sendiri. Ini berhasil karena korban dibujuk untuk menyerahkan kredensial yang melindungi cadangan mereka.

Program Rewards for Justice Departemen Luar Negeri menawarkan hingga $10 juta untuk informasi mengenai UNC5792.

Google Threat Intelligence Group mendokumentasikan UNC5792 yang menyalahgunakan fitur perangkat tertaut Signal pada awal 2025, sebelum para peneliti melihat taktik serupa yang diarahkan ke WhatsApp dan Telegram.

Baca Berikutnya: PUMP Naik 12% Sementara Data Protokol Memperingatkan Pemulihan Bisa Rapuh

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Peretas Rusia Menemukan Titik Lemah Sinyal pada Kunci Pemulihan | Yellow.com