Solana (SOL) menambah sekitar 10,2 juta alamat dompet baru setiap hari bahkan ketika token tersebut diperdagangkan dekat $115 di tengah tekanan jual yang persisten dan arus keluar exchange-traded fund pertama dalam hampir dua minggu.
Apa yang Terjadi: Pertumbuhan Jaringan Mengabaikan Kelemahan Harga
Data menunjukkan Solana menghasilkan sekitar 10,2 juta alamat baru setiap hari, mewakili dompet yang menyelesaikan transaksi pertama mereka di jaringan. Pertumbuhan ini terjadi meski SOL belum mampu mempertahankan reli, termasuk kenaikan singkat sentimen setelah pembebasan CEO Telegram, Pavel Durov, setelah penangkapannya.
Arus dana Spot Solana ETF berbalik negatif pada Kamis, mencatat arus keluar sebesar $2,2 juta. Ini menandai penurunan harian pertama setelah satu minggu sesi perdagangan.
Token ini bertahan di atas support $115 sambil diperdagangkan dalam pola descending broadening wedge, yang umumnya dipandang bullish oleh analis teknikal.
Juga Baca: Why Central Banks Are Stockpiling Gold Instead Of U.S. Debt For First Time Since 1996
Mengapa Ini Penting: Pola Historis Mengisyaratkan Stabilitas
Peningkatan alamat baru selama fase bearish secara historis mendahului pemulihan harga dalam siklus Solana sebelumnya. Partisipan baru cenderung menyerap suplai dari penjual jangka pendek, menciptakan kondisi yang dapat menstabilkan harga dari waktu ke waktu.
Investor ETF umumnya dianggap lebih strategis dan kurang reaktif dibandingkan trader ritel.
Pergeseran ke arus keluar mengindikasikan munculnya skeptisisme di antara pelaku institusional yang sebelumnya relatif bullish.
Untuk konfirmasi breakout, SOL harus menembus resistance $123. Pergerakan tegas di atas level tersebut akan membidik $132 dan $136. Kegagalan menembus $123 dapat membuat token bergerak dalam kisaran terbatas, sementara penurunan di bawah $115 akan mendorong harga menuju $110 dan membatalkan tesis bullish.
Baca Berikutnya: SEC, CFTC Launch Joint Crypto Initiative To Align U.S. Oversight And Bring Digital Asset Markets Onshore

