SINGAPURA, 14 April 2026 /PRNewswire/ -- The Responsible Fintech Institute (RFI) telah mengangkat Distinguished Professor Patrick H. M. Loh dan Professor Tek Yew Chia sebagai Executive Fellow, memperkuat tim kepemimpinan seiring sistem keuangan global bergerak semakin cepat menuju integrasi yang lebih besar antara keuangan tradisional, aset digital, dan teknologi yang sedang berkembang.
Penunjukan ini datang pada momen kritis bagi industri keuangan, ketika institusi, regulator, dan pelaku teknologi harus menavigasi meningkatnya kompleksitas dalam tata kelola aset digital, kecerdasan buatan, dan interoperabilitas lintas batas. Sementara jaringan stablecoin memproses transaksi bernilai triliunan setiap tahun, McKinsey[1] memperkirakan hanya sekitar US$390 miliar yang mencerminkan aktivitas pembayaran riil, menyoroti kesenjangan antara kapabilitas teknologi dan adopsi di dunia nyata, serta menegaskan perlunya kerangka kerja terkoordinasi yang berbasis prinsip.
Sebagai Executive Fellow, Distinguished Professor Loh dan Professor Chia akan mendorong penyelarasan kebijakan global, memperkuat kemitraan institusional strategis, serta memimpin pemikiran dan keterlibatan dengan regulator dan pelaku industri untuk mendukung pengembangan ekosistem keuangan yang interoperabel dan bertanggung jawab.
Menyambut penunjukan tersebut, Chia Hock Lai, Chairman RFI, mengatakan, "Kami dengan senang hati menyambut Distinguished Professor Patrick H. M. Loh dan Professor Tek Yew Chia pada saat terjadinya perubahan struktural yang signifikan dalam ekosistem keuangan. Ketika batas antara keuangan tradisional dan keuangan digital terus memudar, kebutuhan akan kepemimpinan tepercaya untuk memandu pengembangan kebijakan dan kolaborasi kelembagaan semakin meningkat. Pengalaman gabungan mereka di bidang tata kelola, strategi, dan teknologi akan memperkuat peran RFI dalam mendukung sistem keuangan yang lebih tangguh."
Professor Tek Yew Chia membawa lebih dari 30 tahun pengalaman di sektor jasa keuangan, transformasi digital, dan strategi regulasi di Asia dan Timur Tengah. Saat ini ia menjabat sebagai Adjunct Professor dan Advisor di Asian Institute of Digital Finance (NUS-AIDF) National University of Singapore, yang didirikan oleh Monetary Authority of Singapore, National Research Foundation, dan NUS, di mana ia berkontribusi dalam memajukan riset dan inovasi di bidang keuangan digital. Ia juga merupakan senior advisor di Boston Consulting Group dan menjadi penasihat bagi Global FinTech Network (GFTN) dan ASEAN Bankers Association.
Sebelumnya, Professor Chia merupakan Vice Chairman Oliver Wyman Singapore, di mana ia memimpin praktik asuransi Asia-Pasifik perusahaan tersebut. Karier sebelumnya mencakup jabatan senior di KPMG, PwC Consulting, dan Hewlett-Packard, yang mencakup strategi, risiko, dan transformasi teknologi.
Menanggapi penunjukannya, Professor Tek Yew Chia mengatakan, "Ketika sistem keuangan menjadi semakin terdigitalisasi dan saling terhubung, didorong oleh transisi menuju 'Finternet' global, adopsi institusional Web 3.0 yang lebih luas, dan penerapan kecerdasan buatan yang cepat, tantangannya bukan lagi sekadar inovasi, melainkan memastikan inovasi tersebut berakar pada tata kelola yang kuat dan kerangka kerja yang kredibel. Saya menantikan untuk bekerja sama dengan RFI dan para mitranya guna mendukung pengembangan kebijakan di bidang seperti tata kelola AI dan aset digital, serta berkontribusi pada ekosistem keuangan yang lebih aman dan inklusif."
Distinguished Professor Patrick H. M. Loh bergabung dengan RFI dengan latar belakang luas dan terhormat yang mencakup inovasi ilmiah, tata kelola institusional, dan kepemimpinan lintas disiplin. Pada November 2024, ia dianugerahi gelar perdana Singapore Distinguished Professor oleh Murdoch University, Australia, sebagai pengakuan atas kontribusinya di bidang ilmu tanaman dan disiplin terkait, termasuk bio-inovasi, kewirausahaan, penelitian dan pengembangan, serta kolaborasi industri.
Saat ini ia menjabat sebagai Senior Fellow di Centre for Governance and Sustainability di NUS Business School dan memegang berbagai peran penasihat di dunia akademik dan industri. Ia juga Chairman of the Advisory Board di Murdoch University di Singapura dan Honorary Founding Member College of Business di Murdoch Business School.
Sebagai pengakuan atas kepemimpinan dan pengabdiannya yang terhormat kepada masyarakat, Professor Loh dianugerahi Bintang Bakti Masyarakat (BBM – The Public Service Star) pada 2006 dan Pingat Bakti Masyarakat (PBM – The Public Service Medal) pada 2001 oleh Yang Mulia Presiden Republik Singapura.
Berbagi pandangannya, Distinguished Professor Patrick H. M. Loh mengatakan, "Seiring keuangan digital terus berkembang, kebutuhan untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan tata kelola yang kuat dan kepemimpinan yang etis semakin meningkat. RFI memainkan peran penting dalam mempertemukan para pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan ini, dan saya menantikan untuk berkontribusi pada pengembangan kerangka kerja yang mendukung inovasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab."
Kedua pemimpin ini akan berkontribusi pada inisiatif strategis di bidang pemikiran, keterlibatan kebijakan, dan kolaborasi pemangku kepentingan global, termasuk mendukung pengembangan kerangka kerja industri, berinteraksi dengan regulator dan lembaga penetapan standar, serta membimbing eksekutif senior di seluruh ekosistem keuangan.
RFI Executive Fellowship dirancang bagi para pemimpin senior dengan setidaknya 20 tahun pengalaman dalam kepemimpinan eksekutif dan rekam jejak yang terbukti dalam membentuk kebijakan keuangan atau strategi institusional. Para Fellow diharapkan menjaga netralitas kelembagaan sambil berkontribusi pada sistem keuangan global yang selaras dan bertanggung jawab.
Tentang Responsible Fintech Institute (RFI)
The Responsible Fintech Institute (RFI) adalah organisasi nirlaba global yang berbasis di Singapura. Tujuan kami adalah menciptakan masa depan keuangan digital yang aman, tepercaya, dan andal dengan membangun utilitas digital untuk mendukung inovasi yang bertanggung jawab. Pekerjaan kami mencakup mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor publik dan swasta untuk membantu membangun aturan dan teknologi yang diperlukan bagi alat keuangan digital baru, sehingga dunia aset digital menjadi berkelanjutan dan inklusif bagi semua orang.
[1] Stablecoins in payments: What the raw transaction numbers miss, McKinsey & Company, 18 Feb 2026


