Kalangan matematikawan mulai meragukan dapat tidaknya 719 naskah matematika yang dihasilkan OpenAI lewat sistem AI dipercaya, setelah sebuah makalah menyatakan bukti Navier–Stokes yang diklaim perusahaan tak benar-benar sejalan dengan versi yang diverifikasi komputer.
Pokok-pokok penting:
- Katalog OpenAI menyusut dari 722 menjadi 719 naskah setelah perusahaan menarik kembali tiga makalah karena kesalahan tanda.
- Tiga matematikawan berbasis di Inggris mendokumentasikan dua titik perbedaan antara bukti Navier–Stokes tertulis dan kode Lean-nya.
- Para penulis tidak menyatakan buktinya salah, tetapi menegaskan pemeriksaan mesin tidak dapat menggantikan telaah sejawat (peer review).
Rilis Koleksi Matematika OpenAI
OpenAI merilis kumpulan naskah tersebut pada 6 Oktober. Laporan yang terbit Kamis kemudian menemukan bahwa proyek ini menyimpang dari pedoman yang sebelumnya disusun sebuah panel independen matematikawan untuk laboratorium AI. Katalog awal berisi 722 naskah; OpenAI lalu menarik tiga di antaranya sehari kemudian, setelah sebuah kesalahan tanda merusak satu argumen kunci dan otomatis menggugurkan dua makalah lain yang bergantung padanya.
Pedoman tersebut, yang diterbitkan pada 29 September oleh Advisory Group on Mathematics and Artificial Intelligence beranggotakan sembilan orang, langsung membuka dengan seruan agar lab menghentikan pengujian soal matematika tingkat lanjut pada model tertutup (proprietary). Di repositori OpenAI, perusahaan menyatakan naskah-naskah itu dihasilkan dengan menjalankan sebuah model internal yang belum dirilis atas masalah penelitian terbuka.
Ringkasan penalaran model hanya disediakan untuk 10 hasil, dan sekitar 42% hasil utama sudah “diformalisasi” di Lean, bahasa pemrograman yang memungkinkan komputer memverifikasi sebuah bukti.
Baca Juga: Berapa Gaji CEO Anthropic? Dokumen IPO Membongkar Angkanya
Celah Dalam Bukti Navier–Stokes
Alexander Bastounis dari King’s College London dan Fabian Circelli serta Anders Hansen dari University of Cambridge mengulas bukti Navier–Stokes yang diumumkan OpenAI pada September. Mereka menemukan dua bagian di mana argumen tertulis dan kode Lean berpisah jalur, termasuk satu titik krusial di mana kode hanya membuktikan estimasi yang lebih lemah ketimbang klaim dalam makalah.
Para penulis menegaskan mereka tidak menyatakan apakah bukti tertulis itu benar atau salah. Pesan mereka lebih sempit: Lean memang memastikan teorema final yang diprogram di dalamnya benar, tetapi tidak memeriksa apakah langkah-langkah antara yang dibaca manusia benar-benar sahih. Karena itu, bukti seperti ini tetap memerlukan telaah sejawat tradisional.
Peraih Fields Medal Terence Tao menulis pada 6 Oktober bahwa sejumlah masalah kini diselesaikan oleh “AI prompters” yang bahkan tidak cukup memahami keluaran model untuk menjawab pertanyaan mendalam atau memaparkannya dalam sebuah seminar. Profesor Harvard Melanie Matchett Wood, anggota kelompok penasehat tersebut, mengatakan ketika hasil-hasil seperti ini diumumkan, “tidak ada manusia yang sungguh-sungguh memahaminya, dan justru di situlah pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.”
Polemik di Balik Bukti OpenAI
Kelompok penasehat itu menegaskan bahwa hanya komunitas matematika yang lebih luas yang bisa menilai seberapa patuh OpenAI terhadap rekomendasi mereka. Pemeriksaan publik ini datang setelah sebulan yang tegang. OpenAI mengumumkan hasil Navier–Stokes pada 8 September, memicu sengketa pengakuan kontribusi dengan matematikawan New York University, Tristan Buckmaster. Tiga hari kemudian, 25 peraih Fields Medal meluncurkan sebuah deklarasi yang memperingatkan bahwa produksi massal hasil matematika oleh AI bisa merugikan masa depan disiplin tersebut.
Baca Berikutnya: 722 Makalah Matematika AI OpenAI Kini Terbuka, Giliran Komunitas yang Menguji

