Pemerintah Amerika Serikat kini secara terbuka mengoperasikan node Bitcoin (BTC), menurut Decrypt.
Perkembangan ini menandai pertama kalinya entitas federal AS secara publik bergabung dengan jaringan peer-to-peer Bitcoin sebagai peserta node.
Apa Arti Menjalankan Node
Node Bitcoin secara mandiri memvalidasi semua transaksi dan blok di jaringan. Operator node tidak menerima imbalan finansial.
Menjalankan node menandakan komitmen untuk memelihara salinan lokal blockchain dan menegakkan aturan jaringan. Pemerintah dan bank sentral telah memantau Bitcoin selama bertahun-tahun. Secara aktif menjalankan node adalah sikap yang sama sekali berbeda.
Node milik pemerintah AS tidak memberi Washington kendali khusus atas jaringan. Desain Bitcoin mendistribusikan otoritas secara merata ke semua node. Menambahkan satu node yang dioperasikan pemerintah ke jaringan yang berisi puluhan ribu node tidak mengubah aturan konsensus apa pun.
Also Read: KelpDAO Exploiter Routes 75,700 ETH To Bitcoin, Fuels $800M THORChain Surge
Latar Belakang
Hubungan Washington dengan Bitcoin telah berubah secara material sejak awal 2025. Perintah eksekutif Strategic Bitcoin Reserve, yang ditandatangani pada awal 2025, mengarahkan lembaga federal untuk memperlakukan BTC hasil sitaan sebagai aset kedaulatan jangka panjang alih-alih melikuidasinya.
Keputusan itu menempatkan pemerintah AS di antara pemegang Bitcoin terbesar yang diketahui.
Menjalankan node adalah langkah operasional yang wajar bagi suatu entitas yang mengelola posisi Bitcoin dalam jumlah besar. Sebelum pengungkapan ini, tidak ada lembaga federal AS yang secara publik mengonfirmasi operasi node aktif.
Also Read: Bitcoin Stalls At $79,388 High As Rally Fades Across Major Tokens
Konteks Harga Bitcoin Hari Ini
Bitcoin sempat menyentuh $79.000 secara singkat hari ini sebelum berbalik arah. Saat ini diperdagangkan di kisaran $77.772, turun sekitar 0,74% dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinGecko. Berita tentang node muncul berbarengan dengan pembalikan harga tersebut. Kedua peristiwa tampaknya tidak terkait dari segi waktu. Perhatian pasar tetap terfokus pada hambatan makro, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak di atas $100 per barel.
Read Next: Bitcoin Nears Bull Phase At $76K As Grayscale Flags Breakeven Mark






