Solana (SOL) mencatat hampir dua kali lipat alamat aktif menjadi 4,8 juta sejak awal 2026, karena trader meningkatkan eksposur ke jaringan menjelang potensi penutupan pemerintahan AS yang Polymarket prediksi memiliki peluang 81% terjadi sebelum 31 Januari.
Apa yang Terjadi: Aktivitas SOL Melejit
Metrik on-chain menunjukkan alamat aktif di jaringan Solana naik dari 2,5 juta menjadi 4,8 juta dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan ini menunjukkan partisipasi pengguna telah kembali ke blockchain, dengan aktivitas didorong oleh penggunaan jaringan, bukan sekadar spekulasi.
Data derivatif mengungkapkan minat institusional juga meningkat. Open interest total SOL melonjak lebih dari $34 juta dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tajam open interest seperti ini secara historis sering mendahului reli harga token. Open interest yang meningkat biasanya menandakan keyakinan pasar yang lebih kuat di antara trader besar dan dana institusional.
Also Read: Silver Jumps 12.5% In The Biggest Rally Since 2008
Mengapa Ini Penting: Risiko Makro Masih Ada
Ketidakpastian ekonomi global yang lebih luas terus menekan aset berisiko di seluruh dunia. Data Polymarket menunjukkan probabilitas 81% terjadinya penutupan pemerintahan AS pada akhir bulan, sebuah skenario yang dapat mengguncang pasar tradisional maupun crypto.
Aset berisiko sering kesulitan pada periode seperti ini karena investor menjadi lebih berhati-hati.
Meski begitu, metrik terbaru SOL menunjukkan trader mungkin memprioritaskan fundamental spesifik crypto dibanding kekhawatiran makroekonomi jangka pendek.
Kenaikan alamat aktif mengindikasikan permintaan organik, sementara peningkatan open interest menandakan kepercayaan institusional. Namun, leverage yang tinggi membawa risiko jika volatilitas yang didorong faktor makro memicu likuidasi posisi secara cepat.
Read Next: Ethereum Tests $2,800 Support Amid Mixed Institutional Flows

