Apple kembali menyalip Nvidia sebagai perusahaan publik dengan valuasi terbesar di dunia pada perdagangan Jumat, mengisyaratkan bahwa investor mulai mengkaji ulang bagaimana raksasa teknologi akan mengonversi tren kecerdasan buatan (AI) menjadi profit yang berkelanjutan.
Poin Utama:
- Kapitalisasi pasar Apple menyentuh sekitar $4,88 triliun, tipis di atas Nvidia yang berada di kisaran $4,86 triliun seiring investor merombak kembali posisi di saham-saham unggulan AI.
- Saham Nvidia turun 3,5%, sementara saham Apple relatif bertahan stabil sepanjang sesi Jumat.
- Fokus investor mulai bergeser dari belanja infrastruktur AI ke layanan, perangkat konsumen, dan emiten dengan profil pendapatan yang lebih dapat diprediksi.
Apple Kembali di Puncak
Apple merebut kembali posisi puncak untuk pertama kalinya sejak April 2025, menurut laporan Reuters (https://www.reuters.com/business/apple-closes-nvidia-race-worlds-most-valuable-company-2026-07-17/), setelah Nvidia memimpin peringkat tersebut sejak Juni tahun itu. Selisih valuasi masih sangat tipis dan bisa dengan cepat berbalik arah.
Koreksi 3,5% di saham Nvidia menggerus nilai pasarnya menjadi sekitar $4,86 triliun, sementara kapitalisasi Apple bertahan di kisaran $4,88 triliun pada perdagangan Jumat. Sepanjang tahun ini, kinerja Apple mengungguli anggota lain “Magnificent Seven” seiring meningkatnya keyakinan pasar terhadap kemampuan perseroan memonetisasi AI tanpa harus menyamai agresivitas belanja infrastruktur para pesaingnya.
Bulan lalu, Apple meluncurkan pembaruan besar yang sempat tertunda untuk Siri dan kini bersiap menghadapi pergantian pucuk pimpinan, ketika Tim Cook dijadwalkan menyerahkan kursi CEO kepada veteran divisi hardware, John Ternus, pada September mendatang.
Prospek AI Nvidia
Toni Meadows, kepala investasi di BRI Wealth Management, menilai sentimen investor terhadap Apple telah bergeser signifikan. “Apple sempat dipersepsikan tertinggal dalam perlombaan AI karena tidak jorjoran membangun model, tetapi kini sentimennya berubah,” ujarnya. Menurut Meadows, segmen layanan, siklus upgrade perangkat, dan tingkat retensi pengguna yang tinggi bisa menopang laba Apple sambil mengurangi tekanan belanja modal besar yang kini dialami penyedia infrastruktur AI.
Nvidia sendiri tetap menjadi pusat ekosistem generative AI karena chip grafis (GPU) perseroan menjadi tulang punggung kapasitas komputasi yang dibutuhkan industri.
Benjamin Hall, wakil presiden riset alpha di Segal Marco Advisors, menegaskan bahwa pergeseran peringkat ini tidak banyak mengubah posisi strategis Nvidia dalam jangka panjang. “Saya tidak melihat perbedaan yang berarti,” kata Hall.
Emiten semikonduktor lain juga mulai menarik minat pasar. Micron menembus valuasi $1 triliun pada Mei, sementara SK Hynix resmi melantai di Nasdaq bulan ini. Namun reli chip yang lebih luas mulai melemah, tercermin dari indeks Philadelphia SE Semiconductor yang terkoreksi hampir 19% dari rekor tertingginya.
Nvidia tercatat sebagai perusahaan pertama yang melampaui valuasi $5 triliun pada Oktober 2025, empat bulan setelah merebut posisi puncak kapitalisasi pasar global. Kembalinya Apple ke peringkat pertama — untuk pertama kalinya sejak April 2025 — menegaskan betapa dinamisnya peta kepemimpinan pasar ketika ekspektasi terhadap belanja AI, permintaan produk, dan proyeksi laba bergerak cepat.
Artikel Berikutnya: Prediksi Harga Bitcoin — Bull Bidik $79.000, Bear Bertaruh di $56.000, dan Juli Berada di Tengah-Tengah





