Kripto menjadi faktor penentu dalam cara pemilih muda menilai partai politik di Inggris, dengan data baru yang menunjukkan bahwa aset digital bukan hanya mengubah perilaku keuangan, tetapi juga mempengaruhi preferensi elektoral.
Laporan dari Coinbase Institute, berdasarkan survei terhadap 1.660 individu berusia 16 hingga 25 tahun, menemukan bahwa kripto kini menjadi pintu masuk utama ke dunia finansial bagi generasi muda, melampaui produk perbankan dan tabungan tradisional.
Pergeseran ini semakin diterjemahkan ke dalam ekspektasi politik, di mana sikap suatu partai terhadap kripto dipandang sebagai sinyal apakah mereka memahami ekonomi masa depan.
Kripto Menjadi Pembeda Politik
Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan kripto bukan lagi isu khusus, melainkan faktor yang mulai memengaruhi keselarasan pemilih.
Menurut laporan tersebut, 26% dari mereka yang berusia di bawah 25 tahun mengatakan mereka lebih cenderung mendukung partai politik yang mengusung kebijakan kripto pro-inovasi, sementara 43% mengatakan mereka akan lebih mempercayai partai yang merangkul teknologi seperti blockchain.
Tom Duff Gordon, VP Kebijakan Internasional di Coinbase, mengatakan bahwa pergeseran ini sudah memengaruhi cara pemilih muda mengevaluasi partai politik.
“Kripto kini menjadi cara generasi muda pertama kali mengenal konsep menabung dan berinvestasi. Bitcoin jauh lebih akrab bagi warga Inggris berusia di bawah 25 tahun dibandingkan ISA, obligasi tabungan, atau skema tabungan lainnya,” ujarnya kepada Yellow.com.
“Pembuat kebijakan perlu menyadari pergeseran ini. Partai politik juga harus menangkapnya. Ada konstituen anak muda yang terus bertambah yang akan mempertimbangkan posisi partai terhadap kripto dalam pemilu berikutnya, dan setiap partai harus membuat upaya serius merebut pemilih ini; data menunjukkan bahwa partai yang melakukannya akan menemukan audiens yang sangat reseptif.”
Dukungan khususnya kuat di beberapa kelompok pemilih tertentu, dengan hampir setengah responden yang selaras dengan Reform menunjukkan pandangan yang lebih positif terhadap partai pro-kripto.
Kripto Menggantikan Bank Sebagai Titik Sentuh Finansial Pertama
Laporan ini menyoroti perubahan generasi yang lebih dalam dalam literasi keuangan. Lebih dari 80% responden familiar dengan kripto, dibandingkan tingkat pengenalan yang jauh lebih rendah terhadap produk keuangan tradisional seperti ISA.
Also Read: From Altcoins To Oil: Why Traders Are Turning To Crypto During War Bitcoin, khususnya, muncul sebagai produk keuangan yang paling dikenal di kalangan mereka yang berusia di bawah 25 tahun, melampaui instrumen tabungan dan investasi konvensional.
Ini menunjukkan bahwa bagi banyak anak muda, kripto bukanlah kelas aset alternatif, tetapi titik awal untuk memahami uang, risiko, dan peluang.
Akibatnya, keterlibatan finansial semakin dibentuk oleh platform digital-first, di mana paparan terhadap kripto sering kali terjadi sebelum interaksi dengan sistem perbankan tradisional.
Adopsi yang Terinformasi, Bukan Spekulasi
Meski keterlibatannya kuat, pengguna muda tidak mendekati kripto tanpa kehati-hatian.
Laporan tersebut mencatat bahwa 64% responden menganggap kripto berisiko, menunjukkan tingkat kesadaran yang berlawanan dengan narasi perilaku spekulatif.
Pada saat yang sama, minat tetap tinggi, mencerminkan optimisme yang terinformasi, bukan antusiasme membabi buta. Banyak responden menyatakan keinginan untuk mendapatkan edukasi kripto yang didukung pemerintah, menunjukkan adanya permintaan untuk panduan terstruktur alih-alih pembatasan.
Implikasi Elektoral Meningkat Seiring Basis Pemilih Meluas
Implikasi politik dari pergeseran ini bisa menjadi lebih nyata jika Inggris melanjutkan proposal menurunkan usia pemilih menjadi 16 tahun.
Dengan kripto yang sudah menjadi titik acuan budaya dan finansial bagi generasi muda, partai yang gagal terlibat di ruang ini berisiko tampak terputus dari prioritas generasi pemilih baru.
Laporan tersebut menyarankan bahwa kripto berkembang menjadi proksi bagi persepsi yang lebih luas tentang inovasi, ambisi ekonomi, dan literasi teknologi.
Read Next: Bitcoin’s Next Bull Run May Depend More On Geopolitics Than The Fed





