Penurunan Saham SpaceX Semakin Dalam dan Tak Seorang pun Tahu Kapan Berhenti

Penurunan Saham SpaceX Semakin Dalam dan Tak Seorang pun Tahu Kapan Berhenti

Saham SpaceX telah berbalik turun sekitar 31% dari rekor tertingginya, membuat para investor menimbang seberapa jauh lagi saham baru yang go public ini bisa jatuh.

Poin-Poin Utama:

SpaceX telah turun sekitar 31% dari rekor tertinggi $225,64 yang dicapai pada 16 Jun. Kekayaan Musk turun di bawah $1 triliun menjadi sekitar $950 miliar, mengakhiri masa singkat sebagai triliuner pertama di dunia. Aksi jual besar di sektor teknologi dan keraguan atas profitabilitas AI menekan SpaceX dan Tesla.

Saham SpaceX Berbalik dari Puncak Rekor

Saham SpaceX diperdagangkan di kisaran $154,54 pada hari Rabu, setelah merosot dari level tertinggi $225,64 yang tercatat delapan hari sebelumnya.

Koreksi tersebut menghapus puluhan miliar nilai pasar hanya dalam satu minggu perdagangan yang bergejolak. Ini juga membalik banyak lonjakan yang mengikuti pencatatan rekor perusahaan pada Juni.

Kekayaan di atas kertas Musk ikut turun seiring, merosot di bawah $1 triliun menjadi sekitar $946 miliar pada Indeks Miliarder Bloomberg, dari puncak sekitar $1,1 triliun beberapa hari sebelumnya. Ia sempat menjadi triliuner pertama di dunia hanya setelah IPO.

Pembalikan ini terjadi setelah pelemahan yang lebih luas pada saham teknologi, dengan Tesla juga diperdagangkan lebih rendah. Aksi jual yang merata itu menghantam saham bertumbuh tinggi dan nama-nama terkait AI pada saat yang sama. Investor makin waspada terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi terkait kecerdasan buatan.

Juga Baca: Apakah Pasar Melewatkan Tron? TRX Menunjukkan Kombinasi Bullish Langka

Musk Cepat Kehilangan Status Triliuner

Penurunan ini menghapus status triliuner Musk yang berumur pendek, tonggak yang baru ia capai bulan ini. Sebagian besar kekayaannya berada di SpaceX, sehingga pergerakan harian saham sangat mempengaruhi total kekayaannya.

Investor menjadi berhati-hati ketika reli yang dipicu AI mulai mereda, dan saham telah tergelincir lebih dari 20% dari level tertinggi pekan lalu. Float publik yang tipis, dengan hanya sebagian kecil saham yang bebas diperdagangkan, memperbesar setiap pergerakan. Aturan lock-up menjaga sebagian besar saham orang dalam tetap di luar pasar selama berbulan-bulan, memperketat pasokan kecil yang memang berpindah tangan.

Kejatuhan ini memicu kembali perdebatan mengenai siapa yang mungkin merebut gelar triliuner berikutnya, dengan para trader di pasar prediksi Kalshi lebih menjagokan Jensen Huang dari Nvidia dan Mark Zuckerberg dari Meta sebagai penantang berikutnya. Keduanya masih jauh di bawah ambang tersebut.

SpaceX mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Jun, dengan harga IPO $135 per saham dalam penawaran umum perdana terbesar sepanjang sejarah, sebuah debut yang sempat mendorong kekayaan Musk melampaui $1 triliun. Saham ditutup di kisaran $161 pada hari pertama, lalu melesat ke puncak $225,64 empat hari kemudian. Koreksi setelahnya menunjukkan betapa cepat euforia pasca-IPO dapat menguap dari sebuah saham panas.

Baca Selanjutnya: Nexo Menjadi Mitra Utama Charity Ball British Grand Prix 2026

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Penurunan Saham SpaceX Semakin Dalam dan Tak Seorang pun Tahu Kapan Berhenti | Yellow.com