Poin-Poin Utama
- Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif AI pada 2 Juni 2026.
- Perintah ini mewajibkan pemerintah mendapatkan akses ke model AI yang kuat.
- Perintah ini mempersingkat masa peninjauan sukarela dari versi sebelumnya yang sempat dibatalkan.
- Penandatanganan mengakhiri berminggu-minggu penundaan dan pembalikan keputusan di internal Gedung Putih.
- Perintah ini menjadi langkah pengawasan AI federal mengikat pertama di bawah Trump.
Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif pada 2 Juni 2026 yang mewajibkan pemerintah federal memiliki akses ke model AI yang kuat. Perintah ini mengurangi masa peninjauan sukarela yang muncul dalam versi awal dari kebijakan tersebut, yang sebelumnya ditarik kembali oleh Gedung Putih sebelum ditandatangani.
Menurut Wall Street Journal, penandatanganan ini terjadi setelah beberapa minggu yang bergejolak ketika Gedung Putih tampak hampir mengumumkan kebijakan tersebut, namun kemudian mendadak menariknya kembali. WSJ melaporkan bahwa perintah ini meningkatkan pengawasan pemerintah terhadap sistem AI frontier.
Apa yang Diatur dalam Perintah Ini
Perintah ini memberikan lembaga-lembaga federal akses ke model AI canggih yang dikembangkan oleh laboratorium terkemuka. Perintah ini mengganti struktur peninjauan sukarela dengan kewajiban akses langsung bagi pemerintah. Versi sebelumnya mengusulkan jendela sukarela bagi pengembang untuk mengajukan model yang kuat untuk ditinjau. Ketentuan itu mendapat kritik dari kelompok industri maupun beberapa pejabat pemerintahan.
Perintah yang saat ini berlaku memperpendek jendela tersebut. Pengembang model frontier diwajibkan memberikan akses kepada peninjau dari pemerintah. Lembaga mana saja yang terlibat dan ambang teknis yang mendefinisikan “model yang kuat” belum dirinci secara jelas dalam laporan yang tersedia.
Also Read: NEAR Jumps 11.5% But One Weekly Warning Still Haunts The Rally
Latar Belakang
Pendekatan pemerintahan Trump terhadap regulasi AI terus berubah sepanjang 2026. Pada bulan Mei, berbagai laporan menggambarkan adanya perbedaan pandangan internal antara pejabat yang pro-AI dengan mereka yang mendorong persyaratan pengawasan. Gedung Putih menunda perintah ini sedikitnya satu kali setelah sebelumnya tampak siap untuk menandatanganinya. Legislator Florida dan jaksa agung negara bagian juga mendorong langkah akuntabilitas AI secara paralel, sehingga menambah tekanan pada pemerintah federal untuk bertindak. Sikap awal pemerintahan ini adalah membatalkan aturan AI era Biden, termasuk perintah eksekutif yang ditandatangani Biden pada 2023.
Also Read: Anthropic Submits Secret S-1, Eyes October IPO At Near-Trillion Valuation
Langkah Berikutnya
Garis waktu implementasi dan mekanisme penegakan perintah ini akan menentukan dampak praktisnya terhadap laboratorium seperti OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind. Kelompok industri diperkirakan akan menanggapi dalam beberapa hari mendatang. Kongres memiliki sejumlah proposal legislasi AI yang masih menunggu pembahasan, yang dapat sejalan atau justru berbenturan dengan persyaratan baru dalam perintah tersebut. Analis akan mengamati apakah kebijakan ini berlaku surut terhadap model yang sudah diluncurkan atau hanya untuk rilis di masa depan.
Read Next: Bitcoin Eyes A Fresh $60K Drop Before Any Run To Six Figures





