HONG KONG, 28 Agustus 2026 /PRNewswire/ -- Edwin Wong, Wakil Presiden dan Head of Risk Control KuCoin, menyampaikan pidato utama di CYPHER ASIA Intelligent Crypto Finance Summit. Ia memaparkan pandangannya mengenai bagaimana industri dapat membangun fondasi kepercayaan yang lebih tangguh, terverifikasi, dan berkelanjutan seiring pendalaman partisipasi institusi di aset digital.

Seiring Hong Kong terus memperkuat kerangka regulasi, inisiatif tokenisasi, dan infrastruktur keuangan untuk aset digital, keterlibatan institusi yang semakin dalam mulai mengubah lanskap pasar. Menurut Edwin, institusionalisasi bukan sekadar soal menarik lebih banyak pelaku institusi untuk bertransaksi. Hal itu juga berarti tolok ukur penilaian pasar ikut bergeser—tak lagi hanya menitikberatkan pada pertumbuhan dan akses pasar, tetapi juga pada tata kelola, ketahanan operasional, keamanan, manajemen risiko, dan kepercayaan jangka panjang.
“Institusionalisasi bukan menggantikan pertumbuhan; ia menambahkan standar kepercayaan yang jauh lebih ketat di atasnya.”
Edwin menguraikan kerangka empat pilar yang dapat digunakan institusi untuk menilai infrastruktur aset digital:
- Kepercayaan hukum dan regulasi: Aturan yang jelas dan pembagian tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik
- Kepercayaan teknologi: Kapabilitas teruji untuk beroperasi andal dan menjaga kesinambungan operasi
- Kepercayaan keamanan: Pengendalian keamanan yang efektivitasnya dapat dibuktikan melalui hasil dan verifikasi independen
- Kepercayaan yang berkelanjutan: Komitmen jangka panjang pada investasi dan akuntabilitas lintas siklus pasar
Edwin menekankan bahwa manajemen risiko harus tertanam di seluruh lini—tata kelola platform, operasi teknologi, hingga perlindungan pengguna. Kepercayaan tidak bisa bertumpu pada janji semata; ia harus ditopang kerangka tata kelola, kapabilitas operasional, bukti yang dapat diverifikasi, serta eksekusi yang konsisten.
Menyinggung pembangunan ekosistem yang tepercaya, Edwin menilai institusionalisasi aset digital mustahil dicapai oleh satu pelaku saja. Penerbitan aset, kustodian, manajemen risiko, dan infrastruktur pasar masing-masing membutuhkan keahlian khusus dan peran yang terdefinisi jelas. Kepercayaan pada akhirnya bergantung pada pemisahan aset yang tegas, alokasi tanggung jawab yang jelas, dan koordinasi yang efektif.
“Ekosistem yang tepercaya tidak menuntut satu institusi melakukan segalanya. Yang dibutuhkan adalah setiap peserta memainkan perannya, dengan tanggung jawab yang jelas dan kolaborasi yang efektif.”
Edwin menutup paparannya: “Hukum menyediakan aturan; teknologi menyediakan kapabilitas; keamanan menyediakan verifikasi; komitmen jangka panjang menopang akuntabilitas; dan ekosistem memungkinkan kolaborasi.” Menurutnya, kekuatan unik Hong Kong terletak pada kemampuannya menyatukan seluruh elemen ini, sehingga membantu membangun infrastruktur pasar aset digital Asia yang lebih matang dan tepercaya.
Tentang KuCoin
Didirikan pada 2017, KuCoin merupakan salah satu platform kripto global terkemuka dengan lebih dari 45 juta pengguna di 200+ negara dan wilayah. Platform ini menawarkan perdagangan atas 1.500+ aset digital, layanan spot, futures, pengelolaan kekayaan institusional, serta dompet Web3, dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak termasuk Forbes dan Hurun. KuCoin telah memperoleh sertifikasi SOC 2 Type II, ISO/IEC 27001:2022, ISO/IEC 27701:2019, ISO 22301:2019, dan ISO/IEC 42001:2023, sekaligus terus memperkuat kapabilitas keamanan dan privasinya. Dengan dukungan registrasi AUSTRAC di Australia dan lisensi MiCA di Austria, serta di bawah kepemimpinan CEO BC Wong, KuCoin terus mendorong kepatuhan global dan inovasi.
Pelajari lebih lanjut di www.kucoin.com.
Disclaimer
Artikel ini disusun semata-mata untuk keperluan PR korporat. Informasi di dalamnya bukan merupakan tawaran, ajakan, bujukan, rekomendasi, atau promosi produk maupun layanan aset virtual apa pun di Hong Kong, dan tidak dapat dianggap sebagai nasihat investasi.

