Tokenization of real-world assets muncul sebagai tema utama di pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss.
Total value locked dalam RWA ter-tokenisasi melampaui $21 miliar ketika para eksekutif industri terkemuka, termasuk CEO Ripple Brad Garlinghouse dan CEO Coinbase Brian Armstrong, menandakan bahwa teknologi blockchain telah bergerak dari sekadar program percontohan menjadi infrastruktur keuangan yang berjalan nyata.
Apa yang Terjadi: Tokenisasi RWA Mendominasi Davos
Forum yang dimulai pada 19 Januari dan berlangsung hingga Jumat itu featured panel bertajuk "Is Tokenization the Future?" dan "Where Are We on Stablecoins?" yang mempertemukan pejabat bank sentral dan eksekutif dari lembaga-lembaga keuangan besar.
Para panelis memposisikan tokenisasi sebagai mekanisme untuk menjadikan aset-aset yang secara tradisional tidak likuid seperti ekuitas, obligasi, dan real estat dapat diperdagangkan on-chain.
Garlinghouse mengatakan volume tokenisasi di XRP (XRP) Ledger tumbuh dari $19 triliun menjadi $33 triliun dalam satu tahun.
McKinsey memproyeksikan pasar aset ter-tokenisasi bisa mencapai antara $2 triliun hingga $4 triliun pada 2030, sementara Boston Consulting Group menguraikan skenario hingga $16 triliun.
Also Read: Ethereum Reserves Hit 10-Year Low Across Exchanges As Price Falls Below $3K
Mengapa Ini Penting: TradFi Merangkul Blockchain
Lembaga-lembaga seperti BlackRock, BNY Mellon, dan Euroclear kini meluncurkan produk ter-tokenisasi dalam skala besar. New York Stock Exchange tengah mengeksplorasi sekuritas ter-tokenisasi dan perdagangan 24/7 tanpa mengubah kerangka regulasi yang ada.
Armstrong mengatakan tokenized equities represent the future of traditional markets.
Lebih dari 65% aset ter-tokenisasi, termasuk stablecoin yang didukung fiat, saat ini diterbitkan di Ethereum (ETH), menurut data yang dibagikan di forum tersebut.
Read Next: 2026 Will See Brutal Pruning Across Crypto, Pantera Warns

