Solana (SOL) mencatat arus masuk bersih aset dunia nyata (real-world assets/RWA) senilai $348 juta dalam 30 hari, sementara RWA.xyz kini menampilkan nilai aset terdistribusi di jaringan tersebut sebesar $4,23 miliar.
Poin Utama:
- Solana memimpin jaringan-jaringan besar dengan arus masuk bersih RWA $348 juta dalam 30 hari, menurut RWA Foundation.
- RWA.xyz mencatat nilai aset terdistribusi di Solana sebesar $4,23 miliar per 8 September, dengan 422.797 pemegang RWA.
- Arus ini bukan volume perdagangan kripto biasa.
Arus Masuk Tokenisasi di Solana
RWA Foundation pada 5 September menyatakan bahwa Solana memimpin di antara jaringan blockchain besar dalam arus bersih RWA selama 30 hari terakhir, berdasarkan data RWA.xyz. Ukuran ini tidak memasukkan volume perdagangan kripto harian biasa.
Halaman Solana di RWA.xyz mencatat nilai aset terdistribusi $4,23 miliar per 8 September, naik 11,59% dibanding 30 hari sebelumnya, dengan 422.797 pemegang RWA. Angka ini jauh di atas data $720 juta yang dikutip Bitcoinist.
Perbedaan definisi ini penting karena arus RWA mengacu pada produk tertokenisasi seperti surat utang pemerintah (Treasuries), instrumen kredit, dan dana investasi, bukan likuiditas memecoin atau volume spekulatif di bursa. Karakteristik alirannya berbeda.
Baca Juga: Bank Jual Kripto Sambil Menolak Risiko Neraca di Brasil
Pandangan RWA Foundation
RWA Foundation menyebut Solana sebagai jaringan yang “memimpin rombongan” untuk arus RWA 30 hari, sejalan dengan angka arus masuk bersih $348 juta. Hasil ini menandakan meningkatnya permintaan terhadap aset tertokenisasi di sebuah jaringan yang sebelumnya lebih identik dengan trading ritel, NFT, dan memecoin.
Data tersebut belum menjadi bukti adopsi institusional berskala besar. Namun, angka-angka itu menunjukkan bahwa penerbit dan investor mulai memanfaatkan Solana untuk beragam produk tertokenisasi, sementara biaya transaksi rendah dan kecepatan penyelesaian tinggi tetap menjadi keunggulan praktis jaringan ini.
Ekspansi RWA di Solana kini melengkapi aktivitas DeFi dan penggunaan konsumen yang sudah mapan, sehingga jaringan memiliki lebih dari satu sumber permintaan on-chain.
Kombinasi ini bisa krusial bila aktivitas trading spekulatif melemah, karena siklus permintaan untuk aset tertokenisasi berpotensi berbeda dengan memecoin atau aliran trading jangka pendek.
Peran Solana sendiri telah beberapa kali bergeser. Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan ini bertransformasi dari penantang Ethereum (ETH) menjadi pusat NFT, DeFi, dan memecoin, dan kini aset tertokenisasi menambah satu lagi pilar permintaan yang berbeda.
Artikel Selanjutnya: Robinhood Chain Salip Solana untuk Pertama Kalinya dengan Volume DEX Harian $1,45 Miliar





