Bitcoin Sentuh $81.000 Lalu Terkoreksi Saat Sinyal Jenuh Beli Menguat

Luke Angell4 jam yang lalu
A Bitcoin pause below $82,000 frames a tense stretch around July inflation data and Kevin Warsh's first Jackson Hole speech (Image: Shutterstock)
A Bitcoin pause below $82,000 frames a tense stretch around July inflation data and Kevin Warsh's first Jackson Hole speech (Image: Shutterstock)

Bitcoin (BTC) bergerak datar di sekitar $79.000 pada Rabu, sehari setelah menembus level $81.000 dan menutup reli mingguan tercepatnya dalam kurang lebih lima tahun terakhir.

Poin Utama:

  • Bitcoin diperdagangkan di kisaran $79.000 pada Rabu setelah sebelumnya menyentuh level di atas $81.000.
  • Reli mengangkat harga dari area pertengahan $60.000-an dalam waktu kurang dari sepekan, didorong pembelian kembali obligasi pemerintah AS dan short squeeze.
  • Data inflasi AS bulan Juli dan pidato perdana Kevin Warsh di Jackson Hole sebagai ketua The Fed kini menjadi fokus utama pasar.

Reli Bitcoin Terbentur Resistensi $82.000

Aset kripto terbesar itu sempat menguat sekitar 1% pada Rabu dan bergerak di area $79.000 selama sesi London, dengan zona resistensi tebal berada di rentang $82.000–$83.000. Polanya berbeda dengan Selasa, ketika harga menyentuh $81.023 pada awal jam perdagangan AS sebelum tekanan jual menariknya kembali ke bawah $80.000. Pembalikan tersebut terjadi dalam hitungan jam, bukan hari.

Kenaikan dimulai 19 Agustus, setelah Departemen Keuangan AS menyatakan akan menggandakan pembelian obligasi pemerintah tenor panjang, langkah yang menekan dolar dan kembali menghidupkan minat terhadap aset-aset berpasokan terbatas. Posisi jual bernilai miliaran dolar terpaksa tertutup ketika harga melonjak, dan nilai open interest di futures Bitcoin turun ke titik terendah dalam lima bulan—indikasi bahwa forced buying lebih dominan ketimbang pembukaan posisi leverage baru.

Baca juga: Pasar RWA Melejit 48,7%, Tapi Satu Token Jadi Penjelas Utama

Hathorn Peringatkan Risiko Jenuh Beli di Bitcoin

Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com, menggarisbawahi bahwa setelah reli mingguan terkuat dalam beberapa tahun, Bitcoin kini menghadapi ambang kenaikan yang jauh lebih berat. Indikator harian RSI menyentuh kisaran 84 pada Selasa, level yang umumnya menandakan pergerakan sudah jenuh dan rawan koreksi, bukan awal tren baru. Indikator sentimen pun bergeser tajam ke zona rakus (greed), mencapai titik tertinggi dalam kurang lebih 11 bulan.

Salah satu pembacaan teknikal menilai bahwa koreksi ke area $69.700 akan memberi ruang bagi Bitcoin untuk menguji simple moving average 200 hari sebagai level dukungan—skenario yang dinilai lebih sehat ketimbang reli vertikal tanpa jeda. Di sisi lain, sejumlah analis menempatkan target kenaikan berikutnya di sekitar $95.000, namun dengan catatan pembeli harus mampu menembus dan mempertahankan level $82.000.

Pidato Warsh Jadi Ujian Momentum Kripto

Agenda data AS pada Rabu memuat rilis indeks harga pengeluaran konsumsi personal (PCE) bulan Juli bersama revisi pertumbuhan PDB kuartal II, dua komponen yang langsung mempengaruhi ekspektasi suku bunga. Kevin Warsh akan menyampaikan pidato utama perdananya di Jackson Hole sebagai ketua Federal Reserve pada Jumat pagi waktu setempat. Minimnya rekam jejak kebijakan yang bisa dijadikan acuan membuat pidato ini menjadi risiko dua arah, baik untuk pasar kripto maupun dolar AS.

Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi bintang bulan ini, menguat sekitar 23% sejak 1 Agustus dan berpotensi mencatat kinerja Agustus terbaik sejak 2017, ketika melonjak 65%. Secara historis, median imbal hasil Bitcoin di bulan Agustus justru sekitar minus 7%.

Angka historis itu merefleksikan periode pelemahan yang panjang. Bitcoin sempat mencetak rekor di atas $126.000 pada Oktober 2025, lalu menghabiskan sebagian besar 2026 dalam tren turun yang berlangsung sekitar 10 bulan, dan diperdagangkan di bawah $63.000 bahkan hingga pertengahan Agustus. Harga pada Rabu tetap jauh di bawah posisi setahun yang lalu.

Artikel berikutnya: Nvidia Dorong Rencana AI Orbit SpaceX 2027 Meski Kedua Saham Terkoreksi

Luke Angell

Luke Angell adalah eksekutif bisnis digital dan pengusaha dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam membangun dan mengembangkan bisnis teknologi dan media, termasuk enam tahun berada di garis depan Web3 dan kripto. Ia menulis tentang Web3, AI, teknologi yang sedang berkembang, serta persimpangan antara teknologi, bisnis, dan budaya digital.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Bitcoin Sentuh $81.000 Lalu Terkoreksi Saat Sinyal Jenuh Beli Menguat | Yellow