Brasil Mengizinkan Penjualan Dini Kripto Sitaan untuk Mendanai Operasi Kepolisian

Brazil Authorizes Early Sale of Seized Crypto to Fund Police Operations, Kovalevich28 / Shutterstock.com
Brazil Authorizes Early Sale of Seized Crypto to Fund Police OperationsImage: Kovalevich28 / Shutterstock.com

Brasil memberlakukan Undang‑Undang No. 15.358 yang memberi wewenang kepada pengadilan untuk membekukan, menyita, dan melikuidasi mata uang kripto yang terkait dengan organisasi kriminal selama penyelidikan, bahkan sebelum ada vonis.

Hasil penjualan aset akan fund peralatan polisi, pelatihan, kerja intelijen, dan operasi khusus melalui dana keamanan publik federal dan negara bagian.

Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menandatangani legislasi yang dikenal sebagai Undang‑Undang Anti‑Geng atau Undang‑Undang Raul Jungmann, yang menargetkan kelompok kejahatan terorganisir termasuk PCC dan Comando Vermelho.

Undang‑undang tersebut secara eksplisit mengizinkan penggunaan sementara aset kripto sitaan dengan persetujuan pengadilan.

Kewenangan Likuidasi Dini, Akses ke Bursa Diblokir

Hakim dapat authorize penjualan dini mata uang kripto yang disita alih‑alih menunggu vonis akhir, untuk mengatasi kekhawatiran volatilitas yang dapat mengurangi nilai aset selama proses persidangan yang panjang.

Pengadilan dapat memblokir akses tersangka ke bursa kripto, dompet digital, dan platform pembayaran termasuk sistem Pix Brasil tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Legislasi ini memperluas kewenangan yudisial untuk membekukan, memblokir, atau menyita aset kripto ketika bukti menunjukkan keterkaitan dengan kejahatan serius. Individu yang dinyatakan bersalah akan dikeluarkan secara permanen dari sistem keuangan formal dan ekosistem mata uang kripto, termasuk bursa teregulasi dan penyedia pembayaran.

Baca juga: Why Bond Yields And Oil Are Dragging Bitcoin Toward $58K

Penggunaan Pesan Terenkripsi Menambah Berat Hukuman

Undang‑undang memperlakukan penggunaan aplikasi pesan terenkripsi atau alat privasi untuk menyembunyikan aktivitas kriminal sebagai faktor yang memberatkan yang meningkatkan potensi hukuman. Kejahatan baru berupa "dominasi sosial terstruktur" membawa ancaman hukuman hingga 40 tahun bagi para pemimpin organisasi kriminal.

Legislasi ini menciptakan basis data kriminal nasional yang memetakan jaringan keuangan kelompok kejahatan terorganisir dan memungkinkan kerja sama internasional untuk pemulihan aset serta pertukaran intelijen.

Operasi anti‑pencucian uang terbaru di Brasil menyita aset bernilai miliaran real, termasuk kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar, menurut pernyataan pemerintah.

Brasil memiliki sekitar 6,5 juta investor mata uang kripto per Februari 2026, dengan stablecoin USDT dan USDC menyumbang sekitar 90% volume transaksi.

Baca selanjutnya: Why Canada Banned Crypto Donations That Were Never Used

Kostiantyn Tsentsura profile photo

Kostiantyn Tsentsura

Kostiantyn Tsentsura adalah Penulis Konten di Yellow.com dengan lebih dari 8 tahun pengalaman di bidang kripto, dan 4 tahun terakhir didedikasikan khusus untuk menulis tentang industri ini. Berbasis di Kyiv, ia sangat menyukai sepak bola, memancing, dan kayak. Saat ia tidak memantau tren pasar atau menjelajahi berita kripto, Anda akan menemukannya di atas air—karena bahkan di dunia kripto, terkadang yang terbaik adalah mengikuti arus saja.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.