Cardano (ADA) founder Charles Hoskinson memperingatkan gelombang kegagalan ekosistem yang akan datang ketika ADA slipped below $0.20 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun.
Poin Utama:
- Hoskinson memprediksi gelombang kegagalan proyek dan penutupan DeFi di Cardano pada paruh kedua 2026.
- Peringatan ini muncul setelah platform analitik TapTools mengatakan akan menghentikan operasi dalam dua minggu setelah kehilangan lima staf senior.
- ADA jatuh di bawah $0,20, titik terendah lebih dari lima tahun, dan turun sekitar 70% selama setahun terakhir.
Penutupan TapTools Memicu Peringatan Kegagalan
Hoskinson menyampaikan pandangannya dalam siaran langsung pada 2 Juni, responding terhadap kabar bahwa TapTools, platform analitik paling banyak digunakan di jaringan tersebut, akan menghentikan operasi dalam dua minggu. Ia menggambarkan penutupan ini sebagai gejala masalah pendanaan dan koordinasi yang lebih dalam, bukan sekadar kegagalan tunggal. Ia mengatakan platform ini telah menjadi bagian dari rutinitas hariannya.
Tim TapTools cited keluarnya lima staf senior, termasuk kedua co-founder, chief technology officer dan chief operating officer. Seorang pengembang back-end yang sempat mengambil alih sebagai pemimpin teknis juga telah keluar. Biaya operasional menjadi terlalu berat untuk ditanggung.
Platform ini telah melayani lebih dari satu juta pengguna dan menyuplai data untuk ratusan proyek Cardano selama empat tahun, dan tim menyatakan tetap terbuka untuk pembicaraan akuisisi atau pendanaan baru.
Also Read: Can Chainlink Hold $8.05? On-Chain Data Says Buyers Are Loading Up
Salahkan Komunitas, Ketegangan Tata Kelola
Hoskinson expects lebih banyak penutupan, penghentian layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan konsolidasi paksa pada paruh kedua 2026. Ia menyoroti marketplace NFT JPG Store sebagai korban lain dan mengatakan beberapa proyek lama sudah tidak lagi berada dalam kondisi yang layak untuk diinvestasikan. Gagasan sebelumnya untuk menopang tim yang kesulitan, termasuk indeks yang didanai kas (treasury) dan akuisisinya atas Nami dan Blockfrost, hanya mendapat dukungan terbatas atau bahkan penolakan langsung.
Sebagian komunitas menyalahkannya karena dinilai terlalu membesar-besarkan potensi jaringan. Ia rejected sudut pandang tersebut, dengan mengatakan bahwa ia tidak memegang kunci tata kelola, tidak dapat memulai hard fork, dan tidak mengendalikan kas jaringan.
Ia mengembalikan keputusan kepada para pemegang token, dengan mengatakan agar mereka memilih pemimpin dan strategi, memperbaiki model tata kelola, atau membiarkan proyek lemah mati.
Para analis semakin sering describe Cardano sebagai jaringan yang menyusut dan kesulitan mempertahankan pengembang serta aktivitas on-chain. "Ada orang, orang-orang yang baik, tapi kita kehilangannya," kata Hoskinson. Gesekan ini mengikuti pemungutan suara sebelumnya di mana para pemegang menolak pendanaan kas, yang mengakibatkan pembatalan konferensi utama jaringan tahun 2026 di Singapura.
Penurunan Harga ADA Semakin Dalam
ADA kini telah shed hampir 70% selama setahun terakhir dan berada lebih dari 93% di bawah rekor $3,09 pada 2021. Token ini sudah turun sekitar 6% dalam 24 jam sebelumnya, dan jatuh hampir 10% beberapa jam setelah pernyataannya. Sehari kemudian, Hoskinson posted di X bahwa ia akan beristirahat sejenak.
Read Next: Bitcoin Briefly Slips Under $62K As Liquidations Sweep The Market





