Pasar ekuitas Venezuela melonjak tajam dalam beberapa minggu setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro, karena para investor dengan cepat menetapkan ulang valuasi negara tersebut berdasarkan ekspektasi perubahan politik dan potensi pelonggaran sanksi, bukan karena perbaikan fundamental ekonomi.
Menurut data yang disorot oleh The Kobeissi Letter, pasar saham Venezuela naik sekitar 73% sejak Maduro ditahan.
Reli tersebut semakin tajam jika dihitung sejak 23 Desember, ketika tekanan terhadap pemerintahan Maduro meningkat, dengan kenaikan pasar sekitar 148% sejak periode itu.
Besarnya dan cepatnya pergerakan ini menunjukkan terjadinya repricing spekulatif yang digerakkan oleh ekspektasi politik, bukan perubahan jangka pendek pada pertumbuhan, laba perusahaan, atau stabilitas makro.
Pasar Bereaksi Pada Guncangan Politik, Bukan Reformasi Ekonomi
Reli ini terjadi segera setelah terjadinya keretakan politik yang dramatis.
Yellow.com sebelumnya melaporkan bahwa penangkapan Maduro dan pemindahannya ke tahanan AS menandai putusnya struktur kekuasaan lama Venezuela, yang memicu penilaian ulang terhadap sanksi, pembekuan aset, dan akses masa depan negara itu ke pasar modal global.
Para investor tampaknya sedang memasukkan ke dalam harga kemungkinan transisi pasca-Maduro, termasuk pelonggaran sanksi AS dan internasional yang selama bertahun-tahun mengisolasi sistem keuangan Venezuela.
Pasar ekuitas, yang sejak lama tertekan oleh risiko politik dan kontrol modal, merespons hilangnya secara mendadak salah satu ketidakpastian kunci yang menekan nilai aset.
Analis mencatat bahwa reli semacam ini sering kali mencerminkan taruhan ke depan pada skenario perubahan rezim, bukan kepercayaan pada kondisi saat ini.
Venezuela masih menghadapi tantangan struktural yang dalam, termasuk inflasi, kerusakan infrastruktur, dan akses terbatas ke investasi asing.
Also Read: Tim Scott Ties Crypto Regulation To Affordability Crisis, Senate Vote Set For Next Week
Sanksi Dan Akses Modal Jadi Pusat Repricing
Pergerakan pasar ini sejalan dengan pemberitaan sebelumnya yang menyoroti bagaimana cadangan minyak dan gas alam raksasa Venezuela dapat kembali menjadi aset strategis bila kondisi politik berubah.
Investor ekuitas tampaknya sedang memposisikan diri untuk skenario di mana aset Venezuela kembali terintegrasi ke pasar global, membuka nilai yang selama bertahun-tahun “terkunci” oleh sanksi dan risiko tata kelola.
Sejak akhir Desember, ketika Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro, ekspektasi terkait penegakan sanksi dan arah kebijakan ke depan makin menguat.
Pasar kini bertindak berdasarkan asumsi bahwa trajektori politik Venezuela telah berubah secara material, meski transisi formal masih belum pasti.
Reli Rapat Namun Rapuh, Didukung Ekspektasi
Pengamat pasar berpengalaman mengingatkan bahwa reli yang terkait titik balik politik sering kali sangat volatil.
Meskipun hilangnya kendala politik yang telah lama bercokol dapat memicu repricing tajam, kenaikan yang berkelanjutan biasanya membutuhkan langkah konkret seperti reformasi hukum, kerangka tata kelola yang kredibel, dan garis waktu yang jelas untuk pelonggaran sanksi.
Untuk saat ini, lonjakan saham Venezuela mencerminkan seberapa cepat modal dapat berpindah ketika risiko politik yang mengakar terguncang.
Ini juga menyoroti betapa dalamnya diskon yang diterapkan pada aset Venezuela akibat tata kelola dan sanksi, bukan semata pertimbangan ekonomi.
Pesan yang lebih luas adalah bahwa pasar bergerak lebih cepat daripada politik.
Harga ekuitas sudah mencerminkan narasi pasca-Maduro, sementara masa depan kelembagaan dan ekonomi Venezuela masih belum terselesaikan.
Dalam pengertian itu, reli ini kurang mencerminkan vonis atas pemulihan, dan lebih merupakan ukuran waktu nyata tentang betapa sentralnya risiko politik bagi valuasi Venezuela dan betapa cepatnya risiko tersebut sedang dihargai ulang setelah penangkapan Maduro.
Read Next: MSCI Pauses Bitcoin Company Exclusion, Preventing Forced Selling Wave From Passive Funds

