ETF spot Avalanche (AVAX) pertama milik VanEck di AS membukukan nol arus masuk bersih pada hari pembukaan perdagangan, Senin, sebuah sinyal kuat bahwa investor masih enggan mengejar eksposur altcoin di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang terus berlanjut.
Apa yang Terjadi: ETF AVAX Diluncurkan, Respons Lesu
ETF Avalanche VanEck mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 26 Januari dengan ticker VAVX, dengan manajer aset membebaskan seluruh biaya sponsor untuk $500 juta pertama aset dana hingga 28 Februari 2026. Setelah periode itu, ETF akan mengenakan biaya sponsor 0,20%.
Data menunjukkan dana tersebut membukukan volume perdagangan sekitar $333.970 pada debutnya, dengan total aset bersih mencapai $2,41 juta. Dana ini tidak menarik arus modal bersih selama sesi perdagangan.
Peluncuran yang lesu ini berlawanan dengan optimisme yang muncul setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih, ketika para manajer aset berbondong‑bondong mengajukan permohonan ETF altcoin. Antusiasme itu kini mereda seiring ketegangan geopolitik dan tekanan makroekonomi mendorong investor ke posisi yang lebih defensif.
ETF kripto lain berkinerja lebih baik pada hari Senin. Dana Bitcoin (BTC) menarik $6,84 juta, menghentikan tren arus keluar lima hari, sementara ETF Ethereum (ETH) mengumpulkan $116,99 juta. ETF XRP (XRP), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Chainlink (LINK) mencatat arus masuk moderat, sedangkan dana Litecoin (LTC) dan Hedera (HBAR) tidak mencatat arus masuk sama sekali.
Juga Baca: Silver Jumps 12.5% In The Biggest Rally Since 2008
Mengapa Penting: Kedalaman Adopsi Dipertanyakan
Influencer kripto Zia ul Haque menyebut debut tanpa arus masuk ini sangat berarti. “Wall Street bisa saja mencatatkan ETF, tetapi jika investor tidak mengalirkan modal, itu menunjukkan adopsi Avalanche masih dangkal dan trader menunggu katalis yang nyata,” ujarnya.
Waktu peluncuran juga menuai kritik dari pengamat pasar lain. Trader Greeny menyebut ini “waktu yang buruk untuk meluncurkan ETF altcoin,” dengan catatan AVAX terus mencetak level terendah makro baru hampir tiap minggu.
Meski begitu, beberapa analis melihat potensi jangka panjang. Kaleo berpendapat ETF ini bisa menjadi signifikan begitu kondisi pasar yang lebih luas membaik.
Data on‑chain menunjukkan gambaran berbeda: pengguna aktif harian di C‑Chain Avalanche melonjak hampir 2.000% pada Januari. Perbedaan antara aktivitas jaringan dan arus investasi ini menegaskan bagaimana kinerja ETF jangka pendek masih lebih dipengaruhi kondisi makro dibanding metrik adopsi fundamental.
Baca Selanjutnya: Ethereum Tests $2,800 Support Amid Mixed Institutional Flows

