Elon Musk Bersaksi Dalam Gugatan $134 Miliar Terhadap OpenAI, Janji Alihkan Ganti Rugi ke Amal

Day one of the $134B Musk v. Altman trial in Oakland brought the Tesla chief to the stand as the first witness for the plaintiff. (Image: Shutterstock)
Day one of the $134B Musk v. Altman trial in Oakland brought the Tesla chief to the stand as the first witness for the plaintiff. (Image: Shutterstock)

Elon Musk naik ke kursi saksi di pengadilan federal Oakland pada hari Selasa ketika argumen pembukaan dimulai dalam gugatan senilai $134 miliar yang ia ajukan terhadap OpenAI, Sam Altman dan Greg Brockman.

Persidangan Oakland Dimulai

Pengacara utama Musk, Steven Molo, mengatakan kepada dewan juri penasihat yang beranggotakan sembilan orang bahwa para tergugat telah "mencuri sebuah badan amal," menurut liputan CNBC dan NPR. Ia membandingkan kasus itu dengan sebuah museum yang menjarah koleksi Picasso miliknya sendiri.

Pengacara OpenAI William Savitt pushed back, dengan berargumen bahwa Musk sekadar "tidak mendapatkan apa yang ia inginkan" dan pernah mencoba melebur laboratorium tersebut ke dalam Tesla.

Musk bersaksi bahwa ia akan tetap mendukung lembaga nirlaba AI yang aman "dengan atau tanpa Sam Altman dan Greg Brockman." Ia melepaskan klaim ganti rugi pribadi dan berjanji akan mengalihkan setiap penghargaan ganti rugi ke yayasan nirlaba OpenAI.

Juga Baca: Worldcoin Sees $52M In Volume As Digital Identity Narrative Regains Attention

Altman, Brockman Terancam

Dua gugatan yang tersisa, pengayaan tanpa dasar hukum dan pelanggaran kepercayaan amal, seek hingga $134 miliar dikembalikan ke badan amal, pencopotan Altman dan Brockman, serta pengembalian status menjadi organisasi nirlaba.

Hakim Yvonne Gonzalez Rogers membagi proses tersebut menjadi fase tanggung jawab dan pemulihan. Persidangan diperkirakan berlangsung sekitar empat minggu, dengan CEO Microsoft Satya Nadella dan salah satu pendiri OpenAI Ilya Sutskever termasuk di antara saksi yang dijadwalkan.

Musk ikut mendirikan OpenAI pada 2015 dan left pada 2018 setelah perebutan kekuasaan. Ia kemudian meluncurkan xAI, sementara OpenAI pada 2025 berkembang menjadi korporasi laba berbasis manfaat publik di bawah yayasannya, struktur yang kini berada di pusat perselisihan.

Selanjutnya Baca: Terra Luna Classic Gains 5.3% As Community Burn Attention Returns

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Elon Musk Bersaksi Dalam Gugatan $134 Miliar Terhadap OpenAI, Janji Alihkan Ganti Rugi ke Amal | Yellow