Pembuat ChatGPT pada hari Jumat membuka pratinjau yang memungkinkan pengguna berbayar di AS menautkan rekening bank, broker, dan kartu kredit mereka ke chatbot.
Kemitraan OpenAI–Plaid
Fitur yang dibatasi untuk pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat ini diumumkan oleh OpenAI dalam sebuah posting blog. Fitur ini berjalan melalui kemitraan dengan Plaid, layanan koneksi yang digunakan oleh lebih dari 12.000 institusi keuangan, termasuk Chase, Fidelity, Schwab, Robinhood, American Express dan Capital One.
Once an account is hooked up, ChatGPT shows a dashboard of spending, subscriptions, upcoming payments and portfolio performance.
Chatbot dapat membaca saldo, transaksi, investasi dan kewajiban melalui Plaid, tetapi tidak dapat melihat nomor rekening lengkap atau memindahkan uang atas nama pengguna. Pengguna Pro dapat menjalankan alat ini dari tab Finances di bilah sisi.
Peluncuran ini mengikuti akuisisi OpenAI pada bulan April terhadap startup keuangan pribadi Hiro, yang timnya membantu membentuk produk baru tersebut. Integrasi dengan Intuit akan segera hadir, kata perusahaan, yang pada akhirnya akan memungkinkan estimasi pajak dan sesi langsung dengan pakar pajak lokal di dalam aplikasi.
Juga Baca: Why A $322B Stablecoin Pile Hasn't Triggered The Crypto Rally Bulls Expected
Peringatan Privasi dari Pakar
OpenAI mengatakan lebih dari 200 juta pengguna sudah menanyakan pertanyaan finansial setiap bulan. Langkah ini memicu penolakan tajam dari peneliti keamanan, yang berpendapat bahwa perusahaan belum merinci bagaimana ia akan melindungi aliran data baru tersebut dari serangan tingkat lanjut.
Profesor ilmu komputer asosiasi dari University of Illinois, Gang Wang, mengatakan kepada CNN pekan ini, sebelum pengumuman, bahwa dokumen yang dimasukkan ke dalam chatbot bisa terekspos jika akhirnya digunakan sebagai data pelatihan.
Kekhawatiran ini konkret: peretas yang mendapatkan riwayat transaksi pengguna dapat menyusun pesan phishing yang menyebutkan nama pedagang, tanggal, dan jumlah pembelian terbaru secara persis. Kepercayaan sudah menjadi titik sensitif, dengan OpenAI menghadapi gugatan class action di California atas klaim bahwa perusahaan membagikan prompt dan ID pengguna ke alat pelacak Google dan Meta tanpa persetujuan.
Peluncuran ChatGPT Pro $200
Data yang tersinkronisasi dihapus dalam waktu 30 hari setelah pemutusan, dan pengguna dapat menghapus memori finansial yang tersimpan dari tab Finances. Obrolan sementara tidak dapat mengakses rekening yang ditautkan. Langkah pengamanan sangat bergantung pada kewaspadaan pengguna.
OpenAI berencana memperluas alat ini ke pelanggan Plus nanti, setelah mengumpulkan masukan dari tingkat Pro, yang biayanya $200 per bulan.
Peluncuran ini menutup tahun ketika OpenAI memperluas fitur ke belanja, penelusuran web, dan kesehatan, dengan CEO Sam Altman membingkai ChatGPT sebagai asisten sehari-hari, bukan sekadar kotak pencarian.
Perusahaan juga tengah terlibat sengketa hukum dengan Elon Musk, di mana kesaksian yang terungkap digunakan untuk mempertanyakan kredibilitas Altman, dan sedang mempersiapkan IPO yang akan menguji selera publik terhadap praktik data perusahaan.
Baca Berikutnya: Whale Handover On Binance: 225,558 ETH In, $1.32B Stablecoins Out





