Ekosistem
Dompet

AI Pribadi Dapat Menggantikan Delegasi Dalam Tata Kelola Kripto, Kata Co-Founder Ethereum

AI Pribadi Dapat Menggantikan Delegasi Dalam Tata Kelola Kripto, Kata Co-Founder Ethereum

Co-founder Ethereum Vitalik Buterin pada hari Sabtu mengusulkan penggunaan agen AI pribadi untuk memilih atas nama pengguna dalam sistem tata kelola terdesentralisasi, sebuah model yang ia katakan dapat mengurangi konsentrasi kekuasaan di antara para delegasi dan mengatasi salah satu batasan struktural inti DAO.

Dalam sebuah postingan di X outlining konsep tersebut, Buterin berpendapat bahwa hambatan utama bagi pengambilan keputusan terdesentralisasi yang efektif bukanlah partisipasi pemilih melainkan perhatian manusia.

Dengan ribuan proposal yang mencakup berbagai domain teknis dan ekonomi, sebagian besar pemegang token tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi setiap isu, sehingga mereka mendelegasikan kekuatan suara mereka kepada sekelompok kecil peserta aktif.

Agen AI Diposisikan Sebagai Alternatif Delegasi

Buterin mengatakan model bahasa besar pribadi yang dilatih berdasarkan preferensi, tulisan, dan keputusan masa lalu individu dapat secara otomatis memberikan suara pada masalah rutin sambil hanya meneruskan proposal yang sangat penting atau ambigu untuk masukan langsung.

Sistem seperti itu akan memungkinkan tata kelola untuk diskalakan tanpa memindahkan kendali jangka panjang ke delegasi profesional, sebuah dinamika yang semakin mendapat kritik di ekosistem DAO besar di mana sejumlah kecil alamat memengaruhi porsi besar hasil.

Pasar Tata Kelola Dan Proposal Berperingkat Mesin

Postingan tersebut juga menguraikan “pasar saran”, di mana proposal atau argumen dapat ditokenisasi dan dievaluasi melalui mekanisme bergaya pasar prediksi, dengan sistem AI mengalokasikan modal ke masukan dengan kualitas tertinggi.

Also Read: SCOTUS Strikes Down Sweeping Trump Tariffs In Historic 6-3 Ruling, $150B In Refunds Loom

Struktur ini akan menggeser tata kelola dari pemungutan suara berbobot token sederhana menuju model yang memberi imbalan finansial atas kontribusi yang berguna dan menyaring volume informasi yang besar sebelum sampai ke peserta.

Infrastruktur Privasi Dianggap Kritis

Buterin mengatakan teknologi penjaga privasi seperti zero-knowledge proofs dan secure multi-party computation akan diperlukan agar model ini berfungsi di area yang melibatkan informasi sensitif, termasuk perselisihan internal, alokasi pendanaan, dan negosiasi.

Dalam kerangka seperti itu, sistem AI dapat menganalisis data rahasia dan hanya menghasilkan keputusan, memungkinkan tata kelola kolektif tanpa mengungkapkan informasi yang mendasari atau memberikan otoritas sepihak kepada sekelompok kecil.

Implikasi Lebih Luas Bagi Demokrasi Digital

Proposal ini memposisikan AI bukan sebagai pengganti pengambilan keputusan manusia, melainkan sebagai lapisan koordinasi yang memungkinkan partisipasi skala besar.

Jika diterapkan, model ini dapat mengubah cara organisasi terdesentralisasi, komunitas daring, dan berpotensi lembaga publik mengelola arus keputusan, menggeser tata kelola dari pemungutan suara yang dibatasi perhatian menuju sistem yang terus aktif dan digerakkan preferensi.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.