Polygon akan membuka akses bagi siapa pun untuk memicu burn satu kali terhadap 100 juta token POL (POL) setelah kontrak baru mendapat persetujuan akhir, kata CEO Sandeep Nailwal pada Jumat.
Poin Utama:
- CEO Polygon Sandeep Nailwal menyebut 100 juta POL siap dibakar permanen dan bisa dipicu pengguna mana pun.
- Ia menaksir pendapatan Polygon pada 2026 sebesar US$24,5 juta, dengan perbandingan yang diklaim berasal dari ChatGPT terhadap Arbitrum dan NEAR.
- Kontrak masih berjalan di testnet dan menunggu tanda tangan final Security Council sebelum meluncur ke mainnet.
Nailwal Rinci Rencana Burn POL
Nailwal mengumumkan perubahan tersebut lewat unggahan di X. Ia menjelaskan bahwa setiap biaya dasar yang dibayarkan di jaringan akan menambah POL ke kontrak kolektor, yang kini memegang 121 juta token.
Kontrak itu masih berjalan di testnet dan belum bisa masuk mainnet karena masih menunggu tanda tangan final dari Security Council Polygon. Setelah aktif, siapa pun dapat memicu burn pertama dan menghapus 100 juta POL dari suplai sekaligus. Setelah itu, anggota komunitas bisa melakukan burn POL setiap kuartal.
Nailwal mengatakan jaringan Polygon sudah bersifat deflasi sejak Januari, meski aktivitas pembayaran, perdagangan, dan aplikasi konsumen tetap tinggi. Ia juga menyebut kapasitas jaringan telah naik sepuluh kali lipat menjadi 5.000 transaksi per detik.
Baca Juga: Apa Arti Golden Cross bagi XRP Saat Dominasi Bitcoin Mulai Terkikis
Pendapatan Polygon Dibanding ARB dan NEAR
Nailwal menaksir pendapatan Polygon pada 2026 mencapai US$24,5 juta, sekitar tiga kali lebih besar dari US$8,41 juta untuk Arbitrum (ARB) dan lebih dari empat kali lipat US$5,6 juta untuk NEAR (NEAR). Angka Arbitrum yang ia sebut juga mencakup jaringan Robinhood. Ia menyebut data itu berasal dari "analis saya di ChatGPT", namun belum diverifikasi secara independen.
Data terpisah menunjukkan Polygon, yang berbasis proof-of-stake, memproses lebih dari 1,83 miliar transaksi sepanjang tahun ini hingga awal September dan menghasilkan sekitar US$24,7 juta dari biaya jaringan. Namun, total biaya dan pendapatan kerap berbeda. Sebagai perbandingan, NEAR Intents sendiri menghasilkan US$5,01 juta dalam biaya selama 30 hari, dengan pendapatan bersih US$1,58 juta.
Polygon Labs juga agresif masuk ke bisnis pembayaran dengan mengakuisisi operator konversi tunai ke kripto Coinme dan pengembang dompet Sequence dengan nilai gabungan yang dilaporkan mencapai US$250 juta. Di saat yang sama, suplai stablecoin di jaringan itu sudah di atas US$3 miliar.
Reli ARB dan NEAR Tinggalkan POL
Nailwal menyebut perbandingannya sendiri sebagai "bad cope" ketika token pesaing justru reli tanpa POL ikut terangkat. ARB naik sekitar 28% pada Jumat setelah Securities and Exchange Commission AS memberikan pengecualian lima tahun untuk perdagangan saham ter-tokenisasi, meski RSI mencapai 78, level yang menandakan kondisi overbought.
NEAR melonjak lebih dari 45% dalam tiga hari, dan analis kripto Michaël van de Poppe mengatakan pergerakan menuju US$5 tinggal soal waktu.
Nailwal sepanjang tahun ini terus menekankan narasi burn. Pada Januari, ia mengatakan Polygon sedang mengalami "momen kurva S" pada biaya jaringan, dengan sekitar 1 juta POL terbakar setiap hari. Hingga 30 Juni, ia mencatat 107,7 juta POL telah dibakar pada 2026, sementara 105,2 juta POL dicetak. Artinya, masih ada kumpulan token yang tampaknya belum tersentuh di kontrak kolektor.
Baca Berikutnya: Apakah OpenAI dan Anthropic Akan Menyerahkan Setengah Bisnisnya ke Washington? Karp Bilang Liabilitas Bisa Memaksa Itu

