Revolut meluncurkan kartu kripto fisik pertamanya pada hari Senin, sebuah kartu debit bertema Dogecoin (DOGE) dengan panel LED yang menyala saat pengguna melakukan tap untuk membayar.
Peluncuran Kartu Dogecoin Revolut
Fintech yang berbasis di London ini teased produknya di X, membingkai peluncuran dengan kalimat "Might have dropped our first ever physical crypto card, idk." Kartu ini akan berfungsi di mana pun Visa dan Mastercard diterima.
Peluncuran awal mencakup Inggris Raya dan Wilayah Ekonomi Eropa. Hungaria, Swiss, dan Portugal tidak termasuk pada tahap awal.
Revolut mengatakan tidak ada biaya penukaran tambahan, meskipun pembelian diselesaikan pada harga pasar saat transaksi dan dapat memicu kewajiban pajak di banyak yurisdiksi. Kartu ini mengonversi kripto ke mata uang yang dibutuhkan merchant secara otomatis, dan transaksi akan ditolak jika saldo tidak mencukupi.
Juga Baca: Crypto Funds Bleed $1.07B As Iran Tensions End Six-Week Inflow Run
Adopsi Kartu Kripto Terus Naik
Transaksi harian kartu kripto telah crossed 100.000 pada beberapa hari terakhir, menurut data on-chain The Block, dengan tren yang meningkat sejak tahun lalu. Bursa seperti Coinbase, Binance, dan Crypto.com semuanya telah memperluas ketersediaan kartu mereka.
Gemini menyoroti bisnis kartunya sebagai lini pendapatan yang signifikan, dan penerbit stablecoin serta dompet self-custody mulai memandang kartu sebagai perpanjangan alami dari tumpukan produk mereka.
Pergeseran ini menandakan bahwa infrastruktur kripto mulai menyesuaikan diri dengan format yang sudah dipahami konsumen saat checkout.
Peluncuran Revolut hadir bersamaan dengan siklus produk yang lebih luas. Trust Wallet baru-baru ini menambahkan Revolut Pay untuk pembelian token, dan perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan Mastercard untuk peluncuran kartu di AS.
Dorongan Perbankan Revolut
Peluncuran kartu ini mengikuti ekspansi bertahap jejak kripto dan perbankan Revolut. Pada bulan Maret, perusahaan secured persetujuan regulasi untuk mengoperasikan bank berlisensi penuh di Inggris Raya, tidak lama setelah mengajukan izin bank de novo ke Office of the Comptroller of the Currency di AS. Tahun lalu, Revolut mengintegrasikan jaringan Polygon (POL) untuk remitansi, staking, dan pembayaran kartu dalam aplikasi.
Pada 14 Mei, Financial Conduct Authority granted kepada Revolut Trading sebuah Variation of Permissions yang mencakup produk leverage, manajemen portofolio diskresioner, dan layanan penasihat.
CEO Nik Storonsky mengarahkan penawaran umum perdana tidak lebih awal dari 2028, dengan target valuasi antara $150 miliar hingga $200 miliar. Revolut Business kini melayani sekitar 767.000 pelanggan, naik 33% dari tahun ke tahun.
Baca Selanjutnya: Iran Settles Hormuz Shipping Cover In Bitcoin, Eyes $10B Haul





