Saham Netflix Anjlok 9% Usai Gagal Tembus Target Pendapatan $13 Miliar yang Diincar Wall Street

Alexey Bondarev
Alexey BondarevJul, 17 2026 3:37
Weak revenue guidance sends Netflix shares down nearly 9% after second-quarter results (Image: Shutterstock)
Weak revenue guidance sends Netflix shares down nearly 9% after second-quarter results (Image: Shutterstock)

Netflix memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga di bawah perkiraan Wall Street, memicu kejatuhan saham hampir 9% pada perdagangan setelah jam bursa meski laba kuartalan lebih kuat.

Poin Utama:

  • Netflix memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga sebesar $12,86 miliar, di bawah estimasi analis $13 miliar.
  • Saham merosot ke $67,78 pada perdagangan setelah jam bursa, dari penutupan 16 Juli di $74,35.
  • Pertumbuhan iklan dan acara live kini kian krusial di tengah melambatnya ekspansi pelanggan berbayar.

Panduan Kinerja Netflix

Netflix memperkirakan pendapatan kuartal ketiga sebesar $12,86 miliar, dibanding proyeksi Wall Street $13 miliar. Proyeksi laba per saham juga di bawah ekspektasi konsensus. Respons pasar instan: saham anjlok 8,98% setelah penutupan perdagangan Kamis, menutupi kinerja kuartal kedua yang sebenarnya mengalahkan perkiraan laba, sementara pendapatan $12,56 miliar sedikit meleset dari estimasi.

Pada sesi reguler 16 Juli, saham ditutup di $74,35, naik 0,91%, sebelum kemudian turun ke $67,78 setelah manajemen merilis panduan kinerja. Sepanjang 2026, harga saham sudah terkoreksi lebih dari 21%, dan ambles 41% dalam 12 bulan terakhir, jauh di bawah rekor sekitar $133 yang dicapai pada Juni 2025.

Aksi jual terjadi di tengah pekan yang bergolak, dipengaruhi laporan laba bank-bank besar, testimoni kebijakan suku bunga dari Ketua Federal Reserve, serta pergerakan tajam berbasis kinerja di indeks Nasdaq dan S&P 500.

Baca Juga: Rekor $331 Saham Apple Tunjukkan Seberapa Besar Dampak Restu AI China

Pertumbuhan Streaming

Paolo Pescatore, analis di PP Foresight, menilai prospek Netflix mencerminkan “profil pertumbuhan yang wajar memasuki fase matang”, bukan sinyal bahwa bisnis streaming tengah memburuk. Namun, ia mengingatkan ekspektasi pasar yang tinggi membuat ruang kesalahan bagi Netflix makin sempit ketika laju pertumbuhan pendapatan dan pelanggan berangsur melandai.

Netflix juga menyatakan akan merilis laporan jam tonton hanya sekali setahun, mengurangi frekuensi metrik yang selama ini dipantau investor untuk mengukur keterlibatan penonton.

Perubahan ini mulai berlaku Januari 2027. Manajemen ingin investor lebih menitikberatkan pada pendapatan dan laba operasional, sementara perusahaan tetap mempertahankan target untuk kira-kira menggandakan pendapatan iklan tahunan menjadi $3 miliar, setelah engagement naik 2% pada paruh pertama tahun ini.

Netflix dijadwalkan kembali melaporkan kinerja pada 20 Oktober. Investor akan menilai hasilnya terhadap panduan yang berhati-hati ini dan menguji apakah bisnis iklan, program siaran langsung, dan format lain mampu menutup pelemahan pertumbuhan pelanggan tanpa menekan margin.

Koreksi tajam ini menandai pembalikan arah yang kontras dibanding Juni 2025, ketika saham Netflix diperdagangkan dekat rekor tertinggi sekitar $133. Prospek pertumbuhan yang kini lebih moderat membuat pasar mulai menilai Netflix layaknya perusahaan media matang, bukan lagi disrupter streaming dengan ekspansi agresif.

Baca Berikutnya: “Paus” Bitcoin Diam-Diam Memindahkan $383 Juta Setelah Bertahun-tahun Hening

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.