Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa bangkitnya keuangan tokenisasi dapat membuat krisis keuangan di masa depan terjadi lebih cepat dan semakin sulit dikendalikan, karena sistem penyelesaian waktu nyata menghapus penyangga yang saat ini memperlambat tekanan pasar.
Dalam laporan baru, IMF mengatakan tokenisasi memungkinkan aset, uang, dan kontrak berpindah secara instan di atas buku besar digital bersama. Perubahan ini menghilangkan jeda antara eksekusi perdagangan dan penyelesaian yang secara historis memberi lembaga waktu untuk mengelola likuiditas dan menahan risiko.
Hasilnya adalah sistem keuangan di mana tekanan dapat menyebar seketika.
Penyelesaian Waktu Nyata Menghapus Penyangga Krisis
IMF mengatakan sistem keuangan tradisional mengandalkan jeda penyelesaian dan pemrosesan batch untuk menyerap guncangan. Jeda ini memungkinkan bank dan lembaga untuk melakukan netting eksposur, memobilisasi likuiditas, dan merespons sebelum kewajiban diselesaikan secara final.
Sistem ter-tokenisasi menghapus pengaman ini. Transaksi diselesaikan secara instan dan terus-menerus, yang berarti kebutuhan likuiditas muncul secara waktu nyata.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa hal ini dapat memaksa lembaga untuk memenuhi kewajiban secara langsung, meningkatkan risiko kekurangan likuiditas mendadak selama periode volatilitas.
Also Read: $12 Trillion Giant Charles Schwab Set To Enter Crypto Spot Trading
Sistem Otomatis Dapat Memperparah Tekanan Pasar
IMF menyoroti bahwa otomatisasi menambah lapisan risiko lain. Smart contract dapat memicu margin call, pemindahan jaminan, dan likuidasi tanpa intervensi manusia.
Dalam kondisi tertekan, hal ini dapat menyebabkan penjualan aset secara cepat di berbagai pasar pada saat yang bersamaan.
Laporan tersebut mengatakan mekanisme semacam ini dapat memperparah volatilitas alih-alih menstabilkan pasar, karena pergerakan harga memicu respons otomatis lanjutan.
Bank Sentral Dihadapkan pada Tekanan untuk Beroperasi secepat Mesin
IMF mengatakan alat kebijakan saat ini tidak dirancang untuk sistem keuangan yang beroperasi 24/7. Bank sentral mungkin perlu menyediakan likuiditas secara waktu nyata dan berpotensi terintegrasi langsung dengan infrastruktur ter-tokenisasi.
Hal ini menimbulkan tantangan baru terkait akses, tata kelola, dan pengendalian risiko.
Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa tanpa koordinasi global, keuangan tokenisasi dapat memecah likuiditas lintas platform dan meningkatkan ketidakstabilan lintas batas.
IMF menyatakan bahwa tokenisasi merepresentasikan perubahan struktural pada arsitektur keuangan, dan keputusan kebijakan yang diambil sekarang akan menentukan apakah sistem menjadi lebih stabil atau lebih rapuh.
Read Next: BlackRock Adds $3B In Bitcoin During Iran War Panic






