Kebangkitan, Kejatuhan, dan Kebangkitan Kembali NFT: 7 Alasan Mengapa NFT Belum Mati

profile-alexey-bondarev
Alexey BondarevNov, 18 2024 12:24
Kebangkitan, Kejatuhan, dan Kebangkitan Kembali NFT: 7 Alasan Mengapa NFT Belum Mati

Pasar non-fungible token (NFT) telah mengalami perjalanan penuh gejolak sejak lonjakan pesat pada 2021. Dari mencapai puncak luar biasa sebesar $24,7 miliar dalam total nilai yang diperdagangkan pada 2022 hingga penurunan signifikan menjadi $11,8 miliar pada 2023, lanskap NFT telah mengalami transformasi dramatis. Tapi tunggu! NFT sales have registered 94% growth minggu lalu ketika Bitcoin mencapai harga tertinggi baru sepanjang masa di $93.000. Apakah NFT telah kembali? Apa yang bisa kita harapkan sekarang?

Volatilitas yang mengerikan membuat banyak orang mempertanyakan kelayakan dan masa depan NFT. Sebagian orang kehilangan banyak uang. Tak heran NFT sering dicap sebagai mania yang sudah mati.

Namun, jika dicermati lebih dekat, NFT jauh dari kata mati pada 2024. Sebaliknya, mereka sedang berevolusi, beradaptasi, dan memosisikan diri untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan lebih berguna.

Lupakan gambar monyet lucu (dan, terus terang, agak konyol) yang dulu dijual jutaan dolar.

NFT perlahan berevolusi menjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan para pengguna awalnya.

Dan bull run baru di pasar kripto bisa menjadi peluang luar biasa bagi NFT untuk membuktikan efektivitas dan utilitasnya.

Pendewasaan Pasar NFT

Penurunan terbaru di pasar NFT tidak boleh disalahartikan sebagai tanda kehancuran. Ini lebih tepat dipandang sebagai fase pendewasaan yang krusial.

Mengapa begitu?

Hype awal dan euforia spekulatif yang dulu mendorong harga NFT ke level tak berkelanjutan telah mereda, berganti dengan pendekatan yang lebih membumi dan berorientasi nilai.

NFT akhirnya mendapatkan perhatian yang layak dari sisi teknologi.

Perubahan ini terlihat jelas dalam perilaku investor dan kreator.

Investor tidak lagi digerakkan oleh fear of missing out (FOMO) atau janji cuan instan. Mereka kini fokus pada NFT dengan utilitas nyata, komunitas kuat, dan potensi jangka panjang.

Perubahan psikologi investor ini menciptakan lingkungan pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Di sisi lain, para kreator mulai meninggalkan produksi collectible digital sederhana dan menjelajahi cara-cara inovatif untuk mengintegrasikan NFT ke dalam ekosistem yang lebih luas dan aplikasi dunia nyata.

Kita akhirnya melihat NFT sebagai alat yang berguna, bukan hanya cara menanam modal dengan hasil yang meragukan.

Pendewasaan pasar juga tercermin dalam kemunculan platform dan marketplace NFT yang lebih canggih.

Ini adalah cara baru berinteraksi dengan NFT. Benar‑benar hal baru bagi banyak dari kita.

Platform‑platform ini memprioritaskan pengalaman pengguna, keamanan, dan kepatuhan regulasi, menjawab banyak kekhawatiran yang mewarnai hari‑hari awal perdagangan NFT. Hasilnya, infrastruktur pendukung NFT menjadi lebih kokoh dan andal, meletakkan fondasi untuk pertumbuhan dan adopsi di masa depan.

Pemisahan dari Volatilitas Cryptocurrency

Salah satu perkembangan terpenting di ruang NFT adalah pemisahan bertahap dari pasar cryptocurrency yang lebih luas.

Meski NFT masih sangat bergantung pada teknologi blockchain, khususnya Ethereum, proposisi nilainya makin independen dari fluktuasi harga crypto.

Ini hal besar.

NFT mulai berbelok arah. Menuju jalur yang akan ditentukan oleh pengguna dengan visi yang sangat berbeda dari visi yang mendorong NFT pada 2021.

Pemisahan ini tampak pada perbedaan antara kapitalisasi pasar NFT dan harga Ethereum.

Bahkan ketika Ethereum mengalami volatilitas harga yang tajam, banyak proyek NFT blue‑chip tetap mempertahankan nilainya atau bahkan menguat.

Lihat maksudnya? Tren ini menunjukkan bahwa valuasi NFT makin terkait dengan utilitas intrinsik dan signifikansi kulturalnya, bukan sekadar perdagangan crypto spekulatif.

Kalau bukan pertanda awal arah baru NFT yang menarik, lalu apa lagi?

Independensi NFT dari harga cryptocurrency juga membuka peluang baru bagi adopsi arus utama. Saat NFT makin sedikit bergantung pada crypto yang volatil, ia menjadi lebih mudah diakses dan menarik bagi investor dan konsumen tradisional yang sebelumnya enggan masuk ke dunia kripto.

Evolusi Use Case NFT

Lupakan monyet dan lagu rap itu.

NFT berlayar ke wilayah yang belum dipetakan.

Jika ledakan NFT awal didorong terutama oleh seni digital dan collectible, kini teknologi tersebut menemukan aplikasi di beragam industri. Perluasan use case ini menghembuskan kehidupan baru ke ekosistem NFT dan menunjukkan potensi jangka panjangnya.

Mari lihat beberapa contoh. Sungguh menarik.

Di industri gim, NFT digunakan untuk merepresentasikan aset dalam gim, memungkinkan pemain benar‑benar memiliki dan memperdagangkan item virtual mereka. Konsep kepemilikan digital ini merevolusi pengalaman bermain dan menciptakan model ekonomi baru di dunia virtual.

Industri musik memanfaatkan NFT untuk menciptakan pengalaman unik bagi penggemar, menawarkan konten eksklusif, dan memberi artis sumber pendapatan baru. Musisi menggunakan NFT untuk menjual album edisi terbatas, tiket konser, bahkan porsi royalti, sehingga hubungan dengan basis penggemar menjadi lebih dalam.

Bagaimana jika Anda bisa membeli satu‑satunya album Metallica, dengan fitur yang dibuat khusus hanya untuk Anda?

Dalam ranah identitas digital, NFT mulai dieksplorasi sebagai sarana menyimpan dan memverifikasi informasi pribadi secara aman.

Ini bisa membawa dampak besar bagi segala hal, dari autentikasi online hingga aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Dunia DeFi sangat membutuhkan cara untuk meningkatkan keamanan tanpa bergantung pada otoritas terpusat. NFT mungkin bisa menjadi jawabannya.

Industri fesyen juga merangkul NFT; brand mewah membuat collectible digital dan menggunakan NFT untuk mengautentikasi produk fisik. Konvergensi aset digital dan fisik ini membuka jalur baru untuk engagement brand dan memerangi produk palsu.

Munculnya NFT Berfokus Utilitas

Seiring pendewasaan pasar, terlihat pergeseran nyata ke NFT yang berfokus pada utilitas.

Tidak, NFT bukan lagi sekadar cara menjadi satu‑satunya pemilik sesuatu.

Token‑token ini menawarkan manfaat nyata di luar kepemilikan, misalnya akses ke pengalaman, layanan, atau komunitas eksklusif. Tren ini menjawab salah satu kritik utama terhadap NFT awal: minimnya nilai dunia nyata.

NFT utilitas muncul dalam berbagai bentuk di berbagai sektor.

Di pasar properti, NFT digunakan untuk merepresentasikan kepemilikan fraksional atas aset, sehingga akses investasi real estat menjadi lebih demokratis. Di industri event, NFT berfungsi sebagai tiket digital, menawarkan keamanan lebih baik dan manfaat unik bagi peserta.

Konsep membership NFT juga makin populer, dengan token yang memberi akses ke komunitas online eksklusif, konten tertentu, atau ruang fisik. NFT ini mendorong model baru pembangunan komunitas dan engagement, mengaburkan batas antara pengalaman digital dan fisik.

Integrasi dengan Teknologi Baru

Jika semua ini belum cukup membuat Anda percaya pada masa depan cerah NFT, mari bicara teknologi.

Kita hidup di era fenomenal dengan keajaiban teknis yang luar biasa.

Masa depan NFT sangat terkait dengan teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan augmented reality (AR).

Ini membuka pintu ke kemungkinan dan use case yang dulu mustahil dibayangkan.

Lihat saja NFT yang dihasilkan AI yang mendorong batas seni dan kreativitas digital.

Seniman menggunakan algoritma machine learning untuk menciptakan karya unik dan berkembang yang bisa berubah seiring waktu atau merespons data eksternal. Perpaduan AI dan NFT ini menantang konsep tradisional tentang kepengarangan dan kreativitas. Dalam ranah augmented reality, NFT digunakan untuk merepresentasikan objek digital yang dapat ditempatkan dan dilihat di dunia nyata melalui perangkat berkemampuan AR.

Meski terdengar aneh, teknologi ini membuka kemungkinan baru untuk instalasi seni interaktif, pengalaman berbasis lokasi, dan gim mixed‑reality. Betapa jauhnya ini dari gambar dan suara tak jelas yang menjadi esensi NFT pada 2021!

Integrasi NFT dengan Internet of Things (IoT) juga menjadi area eksplorasi aktif.

NFT dapat digunakan untuk merepresentasikan dan mengelola kepemilikan perangkat pintar, menciptakan paradigma baru bagi ekonomi berbagi dan interoperabilitas perangkat.

Lanskap Regulasi dan Adopsi Institusional

Seiring pendewasaan pasar NFT, perhatian dari regulator dan institusi keuangan tradisional meningkat. Meski pengawasan ini tampak memberatkan dalam jangka pendek, pada akhirnya hal ini membuka jalan bagi legitimasi dan adopsi institusional yang lebih besar.

Suka atau tidak, dunia kripto bukan lagi “Wild West” teknologi. Kita melihat cryptocurrency mulai diatur – setidaknya sebagian – dan itu hal baik, tanpa diragukan.

NFT menuju arah yang sama.

Kejelasan regulasi sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang ekosistem NFT.

Sejumlah institusi keuangan besar dan perusahaan teknologi telah mulai menjajaki NFT.

Misalnya, Visa membeli satu NFT CryptoPunk dan menerbitkan whitepaper tentang NFT, menandakan ketertarikannya pada teknologi ini. Demikian pula, perusahaan seperti Twitter dan Reddit telah mengintegrasikan fungsionalitas NFT ke dalam platform mereka. Langkah ini berpotensi memperkenalkan teknologi tersebut kepada jutaan pengguna.

Ekspansi Global dan Dampak Kultural

Jika ledakan NFT awal berpusat di Amerika Utara dan Eropa, kini teknologi ini berkembang secara global.

Ekspansi geografis ini menghadirkan perspektif, gaya seni, dan use case baru ke ekosistem NFT. Di Asia, NFT diadopsi industri gim, dengan perusahaan besar seperti Tencent dan Netease menjajaki aset gim berbasis blockchain.

Di Amerika Latin, NFT sedang… providing new opportunities for artists and creators to monetize their work and reach global audiences.

Dampak budaya dari NFT melampaui dunia seni.

NFT menjadi sarana untuk melestarikan dan berbagi warisan budaya, dengan museum dan lembaga kebudayaan yang melakukan tokenisasi artefak sejarah dan membuat pameran digital.

Penerapan NFT ini tidak hanya mendemokratisasi akses terhadap harta karun budaya, tetapi juga menimbulkan pertanyaan penting tentang kepemilikan dan pemulangan aset budaya.

Final Thoughts

Tidak, NFT belum mati.

NFT berhasil melewati tahun 2022 yang mengerikan, dan menyeret diri melalui tahun 2023 yang penuh gejolak. Dan mereka jelas bangkit di 2024, meskipun melalui jalur yang berbeda dari apa yang dibayangkan para penggemar awal beberapa tahun lalu.

Pasar NFT saat ini sangat berbeda dari hiruk-pikuk spekulatif tahun 2021.

Memang, total volume perdagangan mungkin telah menurun. Namun teknologi dasar dan potensi penerapannya justru semakin kuat.

Gagasan NFT itu sendiri masih hidup. Dan memiliki cukup potensi untuk disebut sebagai salah satu teknologi blockchain paling menonjol yang ada. NFT tidak mati; mereka berevolusi, menemukan kasus penggunaan baru, dan berintegrasi dengan teknologi-teknologi baru lainnya. Perjalanan NFT masih jauh dari selesai.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Kebangkitan, Kejatuhan, dan Kebangkitan Kembali NFT: 7 Alasan Mengapa NFT Belum Mati | Yellow.com