C1 Fund Inc. pada hari Senin mengumumkan terjadinya peristiwa likuiditas dari investasinya di Ripple, dengan menyatakan bahwa mereka membukukan imbal hasil sekitar 150% dalam waktu kurang dari empat bulan.
Isi Pengumuman
C1 Fund tidak specified nilai dolar dari kepemilikan awal ataupun hasil kotor dari keluarannya.
C1 Fund diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker CFND. Dana ini belum merinci berapa porsi portofolionya yang direpresentasikan oleh posisi di Ripple. Mereka juga belum menyatakan apakah hasil tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham atau dialokasikan kembali ke posisi baru.
Also Read: Bitget Unveils Project Ulysses, Offers $3M Interest-Free Credit To 50 Institutional Clients
Latar Belakang Ripple dan Minat Institusional
XRP (XRP) adalah token asli dari XRP Ledger, yang dibuat dan terus dikembangkan oleh Ripple. Ripple menjadi target minat institusional pada 2025 dan 2026 setelah penyelesaian sengketa hukumnya yang berlangsung lama dengan US Securities and Exchange Commission.
Kasus SEC berakhir dengan penyelesaian di mana Ripple membayar US$50 juta. Hasil tersebut menghapus ketidakpastian yang selama bertahun-tahun membebani harga XRP. Sejak itu, berbagai kendaraan investasi institusional meningkatkan eksposur terhadap aset-aset terkait Ripple.
Imbal hasil 150% yang diungkapkan C1 Fund dalam waktu kurang dari empat bulan tergolong masa kepemilikan yang singkat menurut standar investasi konvensional. Dana tersebut belum menjelaskan mekanisme keluarannya, apakah melalui pasar sekunder, pembelian kembali terstruktur, atau jalur lainnya.
C1 Fund belum mengungkapkan nama pihak lawan dalam peristiwa likuiditas tersebut. Mereka juga belum menyatakan apakah Ripple sendiri terlibat dalam transaksi keluar itu. Pengumuman tersebut tidak menyebutkan adanya periode penguncian (lock-up) yang mungkin mengatur investasi awal.
Read Next: Bitcoin Miners Ditch Crypto Roots As AI Is Set To Drive 70% Of Their Revenue, CoinShares






