Cadangan Bitcoin AS Mungkin Beralih Dari Aset Sitaan Ke Pembelian Aktif, Kata Wood

Cadangan Bitcoin AS Mungkin Beralih Dari Aset Sitaan Ke Pembelian Aktif, Kata Wood

Pendiri ARK Invest, Cathie Wood mengatakan pemerintah federal mungkin mulai membeli Bitcoin untuk memperluas cadangan strategis nasional melampaui aset hasil penyitaan, didorong oleh perhitungan politik Presiden Donald Trump menjelang pemilu sela yang dapat menentukan efektivitas legislasi yang tersisa bagi pemerintahannya.

Apa yang Terjadi: Perluasan Cadangan Bitcoin

Wood berpendapat bahwa pemerintah menghadapi tekanan untuk bergerak melampaui pendekatan saat ini yang hanya menahan aset kripto hasil sitaan.

"Sepertinya ada keraguan untuk benar-benar membeli Bitcoin untuk cadangan strategis. Sejauh ini, hanya [bitcoin] hasil sitaan," kata Wood.

Cadangan Bitcoin strategis tersebut terbentuk melalui perintah eksekutif kurang dari satu minggu setelah dimulainya masa jabatan kedua Trump.

Niat awalnya adalah mengakumulasi 1 juta bitcoin, kata Wood.

Baca Juga: Solana Spot ETFs Break Record With $220M Trading Volume Jump

Mengapa Penting: Taruhannya Politik

Dukungan berkelanjutan Trump terhadap aset kripto muncul dari berbagai faktor, termasuk kepentingan bisnis keluarganya di sektor tersebut dan peran komunitas kripto dalam kemenangan pemilihannya, menurut Wood.

"Yang paling penting adalah dia tidak ingin menjadi presiden yang tidak berdaya (lame duck)," ujarnya. "Dia ingin memiliki satu atau dua tahun produktif lagi, dan saya pikir dia melihat kripto sebagai jalan menuju masa depan."

Pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk membentuk kerangka kebijakan kripto.

Trump menandatangani dua perintah eksekutif yang membentuk persediaan kripto dan membentuk gugus tugas yang diketuai oleh Penasihat Khusus untuk AI dan Kripto David Sacks, yang menerbitkan laporan panjang pada bulan Juli yang merekomendasikan agar Commodity Futures Trading Commission mendapat kewenangan untuk "mengatur pasar spot aset digital non-sekuritas."

Laporan tersebut menjelaskan bahwa baik cadangan Bitcoin maupun persediaan kripto akan "dibiayai oleh aset digital hasil sitaan" dan dikelola oleh Departemen Keuangan.

Coinbase, Tether, dan Ripple termasuk di antara perusahaan yang mendanai aula dansa baru Gedung Putih, sementara negara bagian seperti Florida dan Texas tengah memajukan legislasi persediaan kripto serupa.

Baca Selanjutnya: JPMorgan Acquires Apple Card With $2.2B Credit Loss Provision As Goldman Exits Consumer Banking

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.