Chief Executive Microsoft Satya Nadella mengatakan perusahaan harus memiliki sistem pembelajaran AI yang dibangun dari keahlian mereka sendiri, atau berisiko menyerahkan nilai mereka kepada beberapa model dominan.
Nadella Mendefinisikan Modal Token
Nadella made argumen tersebut dalam sebuah unggahan tentang masa depan perusahaan dalam ekonomi yang digerakkan AI. Ia menyebut momen ini berbeda dengan pergeseran platform sebelumnya. Untuk pertama kalinya, tulisnya, sebuah perusahaan dapat membangun loop kognitif antara manusia dan mesinnya.
Ia membagi nilai korporasi menjadi dua bentuk. Modal manusia mencakup pengetahuan, penilaian, hubungan, dan kemampuan pengenalan pola tenaga kerja, sementara modal token adalah kapabilitas AI yang dibangun dan dimiliki perusahaan.
Also Read: Bitcoin Bulls Eye $67K After Trump Says Hormuz Will Open To All
Peringatan CEO Microsoft Soal Konsentrasi
Menurut Nadella, hadiah sebenarnya bukan memilih model terbaik, melainkan membangun loop pembelajaran, sambil memperingatkan bahwa beberapa model dapat mengkomoditisasi seluruh industri, seperti halnya outsourcing pernah mengosongkan sektor manufaktur. "Anda bisa mengalihkan sebuah tugas, atau bahkan sebuah pekerjaan, tetapi Anda tidak pernah bisa mengalihkan pembelajaran Anda," tulisnya. Ia menyerukan "ekosistem frontier, bukan sekadar model frontier."
Unggahan itu selaras dengan esai terbaru di mana Nadella mendesak industri teknologi untuk memperlakukan AI sebagai perancah bagi potensi manusia, bukan pengganti. Ia juga mendesak perusahaan untuk mengatur AI agents seperti karyawan mereka sendiri.
Read Next: Index Rules Turn SpaceX's $2T Debut Into A Market Stress Test





