Dash (DASH) kembali masuk radar para trader, dengan aktivitas derivatif dan permintaan spot sama‑sama memberi sinyal dorongan baru menuju zona resistensi $58.
Lonjakan Open Interest Memicu Reli
Token berfokus privasi ini reli sekitar 14% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan dekat $48,97 pada saat penulisan. Open interest futures melonjak hampir 49% menjadi sekitar $89 juta, menurut data Coinglass.
Volume perdagangan lebih dari dua kali lipat. Metrik tersebut naik menjadi sekitar $197 juta dalam rentang waktu yang sama.
Spot Cumulative Volume Delta menunjukkan pembeli menguasai kedua venue. Kombinasi ini penting, karena saat open interest naik bersamaan dengan harga—bukan setelah short squeeze—pergerakan biasanya mencerminkan masuknya modal baru dan membuat reli cenderung lebih bertahan lama.
Juga Baca: XRP Whale Flow Drops 50%, But Options Calls Tell A Different Story
Rotasi ke Koin Privasi Menarik Modal
Analis di Invezz menunjuk pada rotasi yang lebih luas kembali ke koin privasi sebagai katalis utama, dengan Monero (XMR) dan Zcash (ZEC) juga ikut diminati pada sesi yang sama.
Di luar tema sektoral, peran Dash sebagai mitra komunitas di Southeast Asia Blockchain Week telah meningkatkan profilnya di Vietnam, Indonesia, dan Filipina, di mana proyek tersebut mendorong alat pembayaran DashPay. Integrasi dengan Aurora Intents Widget pada 19 Mei menambah titik masuk lintas‑rantai baru bagi pengguna DeFi.
Pembacaan RSI berada di wilayah bullish tanpa belum menunjukkan sinyal jenuh beli. Osilator Stochastic mengarah pada potensi kenaikan lanjutan, meski analis memperingatkan bahwa zona $58 bisa memicu aksi ambil untung ketika harga mencapainya.
Pergerakan Harga DASH dalam Beberapa Pekan Terakhir
Dash mencatat salah satu pergerakan paling dramatis di antara token mid‑cap bulan ini. Koin tersebut melonjak lebih dari 20% dalam satu sesi pada 4 Mei, ketika sekitar $300 juta posisi short dilikuidasi dan token ini sempat merebut posisi altcoin paling trending.
Reli tersebut kemudian diikuti periode yang lebih tenang.
Dash berkonsolidasi di zona $40 hingga $42 sebelum breakout minggu ini di atas $48, dan kini token naik sekitar 55% dalam 30 hari terakhir. Harganya masih jauh di bawah puncak beberapa tahun dekat $149 pada Q4 2025, sehingga masih ada ruang kenaikan jika pembeli mampu menembus band resistensi $58 dan $60 yang sebelumnya selalu membatasi upaya reli.
Baca Selanjutnya: Twenty One Capital Becomes Tether's Bitcoin Arm As SoftBank Walks Away





