Senator Elizabeth Warren mengirim surat pada hari Rabu kepada Menteri Keuangan Scott Bessent dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, menuntut kedua lembaga tersebut secara terbuka menegaskan bahwa tidak akan ada intervensi pemerintah untuk menopang pasar aset kripto.
Surat tersebut datang ketika Bitcoin (BTC) telah turun sekitar 50% dari level tertingginya pada Oktober, sempat menyentuh $60.000 pada 6 Februari.
Warren, Demokrat paling senior di Komite Perbankan Senat, berpendapat bahwa dukungan darurat terhadap aset kripto—baik melalui pembelian langsung, jaminan, maupun fasilitas likuiditas—akan menjadi bentuk alih kekayaan dari pembayar pajak biasa ke kelompok sempit investor kaya.
Apa yang Terjadi
Surat itu berfokus pada kesaksian Bessent pada 6 Februari di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR. Ketika ditanya secara langsung apakah dana pajak dapat digunakan untuk mendukung pasar aset kripto, Bessent menjawab bahwa pemerintah sedang “menahan Bitcoin yang disita”—merujuk pada aset yang disita aparat penegak hukum—tanpa memberikan penolakan tegas.
“Alih-alih memberikan jawaban sederhana ‘tidak’, ia mengelak,” tulis Warren. “Sangat tidak jelas rencana apa, jika ada, yang dimiliki pemerintah AS untuk ikut campur dalam aksi jual Bitcoin saat ini.”
The Fed mengonfirmasi bahwa mereka menerima surat tersebut tetapi menolak berkomentar. Departemen Keuangan juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Georgian Fund Manager Walks Free After Embezzling $40M In Bitcoin From Ex-PM
Mengapa Penting
Surat Warren juga menambahkan dimensi konflik kepentingan. Ia berargumen bahwa intervensi pemerintah dapat secara tidak langsung menguntungkan World Liberty Financial (WLFI), sebuah perusahaan aset kripto yang didirikan bersama oleh Presiden Donald Trump dan keluarganya.
Surat itu tiba pada hari yang sama ketika World Liberty menggelar “World Liberty Forum” pertamanya di klub Trump, Mar-a-Lago, di Palm Beach.
Kekhawatiran tersebut bukan hanya teoretis. Benzinga melaporkan bahwa World Liberty menjual 173 wrapped Bitcoin untuk membayar kembali utang stablecoin sebesar $11,75 juta dan menghindari likuidasi paksa ketika harga Bitcoin turun di bawah $63.000—sebuah peristiwa yang dijadikan Warren sebagai bukti bahwa posisi berleverage memperparah aksi jual saat ini.
Warren secara terpisah mencatat bahwa kerugian akibat penipuan dan pencurian aset kripto mencapai $17 miliar pada 2025, angka rekor, dan ia menyerukan lembaga federal untuk memperkuat perlindungan bagi investor ritel bersamaan dengan setiap keputusan penanganan krisis.
Baca selanjutnya: Bloomberg Analyst McGlone Walks Back $10,000 Bitcoin Call, Settles On $28,000 After Public Backlash



