Ekosistem
Dompet

Vitalik: Proyek Kripto Bangun SocialFi dengan Cara Salah karena Mulai dari Token, Bukan Pengguna

Vitalik: Proyek Kripto Bangun SocialFi dengan Cara Salah karena Mulai dari Token, Bukan Pengguna

Ethereum (ETH) salah satu pendiri Vitalik Buterin mengkritik sebagian besar proyek sosial terdesentralisasi karena memprioritaskan spekulasi mata uang kripto dibanding menyelesaikan masalah nyata di platform sosial.

Dalam sebuah interview setelah X's ban of crypto reward platforms, Buterin mengatakan proyek‑proyek tersebut gagal karena memperlakukan "keuangan kripto" sebagai solusi untuk masalah sosial.

Diskusi itu muncul beberapa hari setelah X revoked akses API ke platform InfoFi seperti Kaito pada 15 Januari.

Buterin dan pendiri Mask Network Suji Yan menganalisis mengapa jejaring sosial terdesentralisasi berulang kali gagal meski ada permintaan yang kuat.

Mask Network secara resmi mengambil peran pengelola Lens Protocol pada awal Januari. Transisi ini menggeser Lens dari fokus pembangunan infrastruktur ke fokus aplikasi konsumen di bawah kepemimpinan Suji Yan.

Mengapa Proyek Sosial Terdesentralisasi Gagal

Buterin mengidentifikasi dua pola kegagalan utama. Efek jaringan menciptakan hambatan yang sulit ditembus karena hampir tidak ada platform sosial baru yang berhasil mencapai skala dalam satu dekade terakhir. Twitter tetap dominan meski banyak penantang mencoba merebut pangsa pasar.

Sebagian besar proyek salah mengidentifikasi masalah inti dengan langsung melompat ke model SocialFi dengan token dan lapisan trading. Masalah sebenarnya berpusat pada insentif kreator dan bagaimana memberi imbalan berkelanjutan untuk konten berkualitas tinggi, bukan hanya pengaruh yang sudah ada.

Platform bertokenisasi dari Steemit hingga berbagai model token kreator gagal karena insentifnya lebih banyak memberi imbalan pada spekulasi dan modal sosial, bukan kualitas konten. Penerima penghasilan tertinggi biasanya termasuk pendiri bursa dan influencer yang sudah mapan, bukan kreator baru yang menghasilkan karya bernilai.

Buterin mengatakan produk sosial terdesentralisasi yang sukses harus berangkat dari masalah sosial yang nyata. Substack menunjukkan bahwa kreator berkualitas bisa memperoleh pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan lewat struktur insentif yang tepat.

Read also: Cathie Wood Claims Tokenized Assets Will Reach $11 Trillion By 2030

Strategi Lens milik Mask Network

Suji Yan memaparkan rencana untuk mengintegrasikan pasar prediksi dengan interaksi sosial. Taruhan di Polymarket secara alami memicu diskusi dan candaan, namun sistem komentar saat ini masih primitif dan hampir tidak ada platform yang membangun produk sosial yang layak di sekitar prediksi.

Mask akan memungkinkan posting ke Lens langsung dari dompet apa pun di blockchain atau bursa mana pun. Pendekatan ini bergerak secara bertahap dari dompet ke pasar prediksi dan komentar trading, menghubungkan perilaku sosial yang autentik menjadi efek jaringan yang saling memperkuat.

Yan described transisi Lens sebagai "stewardship" alih‑alih akuisisi. Kepemilikan protokol, kekayaan intelektual, dan kendali tata kelola tetap tidak berubah sementara Mask menangani eksekusi yang berhadapan langsung dengan konsumen dan pengembangan produk.

Konteks Penindakan InfoFi oleh Twitter

Pimpinan produk X Nikita Bier mengumumkan pelarangan InfoFi setelah bot otomatis menghasilkan 7,75 juta posting mata uang kripto pada 9 Januari. Platform tersebut menyebut "AI slop and reply spam" sebagai alasan utama pencabutan akses pengembang.

Token Kaito KAITO anjlok 15% setelah pengumuman itu karena perusahaan menghentikan sistem hadiah Yaps. Token itu kini diperdagangkan 80% di bawah puncaknya pada Februari 2025 sebesar $2,88 menurut data pasar.

Buterin mencatat kualitas diskusi di Twitter telah menurun secara signifikan, baik di ranah mata uang kripto, politik, maupun diskursus publik yang lebih luas. Ia menyebut pasar prediksi yang digabungkan dengan AI dan Community Notes sebagai arah menjanjikan untuk meningkatkan kualitas informasi online.

Read next: 420,000 Binance Credentials Exposed In 149M Password Database Leak

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Vitalik: Proyek Kripto Bangun SocialFi dengan Cara Salah karena Mulai dari Token, Bukan Pengguna | Yellow.com