XRP (XRP) di Binance telah anjlok hingga mendekati nol pada indeks 30 hari bursa tersebut, dengan nilai perputaran turun dari lebih $200 miliar pada Jan. 2025 menjadi nyaris tidak ada.
Kejatuhan Likuiditas XRP di Binance
Menurut data yang dibagikan oleh analis kripto Xaif Crypto, penurunannya sangat tajam. Pada Jan. 2025, volume perdagangan XRP di Binance melampaui $200 miliar.
Angka itu kini turun hingga mendekati nol, mendorong indeks likuiditas 30 hari — yang melacak aktivitas perdagangan relatif terhadap kapitalisasi pasar — ke level yang belum pernah tercatat sebelumnya di platform tersebut.
Likuiditas rendah memiliki dua implikasi.
Order book yang tipis berarti bahkan order beli atau jual yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang berlebihan. Bitcoin (BTC) menunjukkan pola likuiditas serupa sebelum reli besarnya tahun 2020 dan kembali sebelum reli 2024.
XRP mengalami sejumlah perubahan struktural penting selama setahun terakhir, termasuk persetujuan ETF, adopsi institusional melalui Ripple Payments dan meningkatnya integrasi RLUSD.
Baca Juga: Dogecoin Drops Below $0.089 On Bearish Signals
Interpretasi Pasar Terbelah
Analis terbelah dalam membaca sinyal ini.
Pihak yang berpandangan bullish mengatakan para pemegang sedang menahan aset, menjaga pasokan di bursa tetap tipis sehingga setiap gelombang pembelian dapat mendorong harga naik tajam. Di sisi lain, pihak skeptis berpendapat para trader telah kehilangan minat dan memindahkan modal ke tempat lain.
Secara historis, periode likuiditas nyaris nol cenderung berakhir dengan pergerakan tiba-tiba dan volatil — meski tidak selalu naik. Arah pergerakan XRP selanjutnya kemungkinan akan bergantung pada kondisi pasar yang lebih luas dan apakah ada pemicu baru yang memberi alasan bagi trader untuk kembali.
Baca Selanjutnya: Riot Offloads 500 Bitcoin As Miners Eye AI Revenue






