CEO Bybit Ben Zhou: Tokenisasi Akan Mengubah Keuangan Global Lebih Cepat dari Perkiraan di Goldman Sachs Asia Pacific FinTech Conference 2026

CEO Bybit Ben Zhou menyoroti tokenisasi, stablecoin, dan AI sebagai pendorong utama transformasi cepat infrastruktur keuangan global berbasis blockchain.
7 jam yang lalu
CEO Bybit Ben Zhou: Tokenisasi Akan Mengubah Keuangan Global Lebih Cepat dari Perkiraan di Goldman Sachs Asia Pacific FinTech Conference 2026

DUBAI, UEA, 25 Mei 2026 /PRNewswire/ -- Menurut Ben Zhou, Co-founder dan CEO Bybit, fase berikutnya dari keuangan global akan dibangun di atas infrastruktur ter-tokenisasi yang beroperasi tanpa henti lintas batas negara.

Berbicara di Goldman Sachs Asia Pacific FinTech Conference 2026 dalam sesi fireside chat berjudul "In Conversation with Bybit: Building the New Financial Platform," yang dimoderatori oleh Ken Tang, Head of FIG China & Digital Assets Coverage in Asia, Investment Banking di Goldman Sachs, Ben membagikan pandangannya bahwa tokenisasi, stablecoin, dan sistem keuangan berbasis AI mempercepat konvergensi antara pasar modal tradisional dan infrastruktur blockchain.

"Sistem keuangan saat ini masih dibatasi oleh geografi, jam operasional, perantara, dan penundaan penyelesaian," ujar Ben. "Tokenisasi memungkinkan aset keuangan bergerak dalam jaringan global yang lebih terhubung dan efisien."

Dalam diskusi tersebut, Ben menjelaskan bagaimana industri aset digital berevolusi melampaui platform yang berfokus pada perdagangan menuju infrastruktur keuangan yang lebih luas, yang menggabungkan pembayaran, perdagangan, manajemen jaminan, produk imbal hasil, dan aset dunia nyata yang ditokenisasi dalam satu ekosistem terpadu.

"Persaingan tidak lagi hanya soal kecepatan produk," kata Ben. "Kepatuhan, perizinan, kepercayaan institusional, dan kemampuan distribusi global menjadi pembeda utama bagi industri ini."

Ben mencatat bahwa strategi jangka panjang Bybit berpusat pada pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung partisipasi institusional dan ritel dalam pasar keuangan ter-tokenisasi. Ini mencakup perluasan aset dunia nyata ter-tokenisasi (RWA), seperti saham dan komoditas, yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas modal lintas pasar.

"Kami percaya banyak aset keuangan tradisional pada akhirnya akan menjadi ter-tokenisasi," ujar Ben. "Setelah aset berpindah ke on-chain, aset tersebut menjadi lebih mudah dipindahkan, lebih interoperabel, dan lebih efisien digunakan dalam sistem penyelesaian, jaminan, dan perbendaharaan."

Percakapan tersebut juga berfokus pada peran stablecoin yang terus tumbuh dalam pembayaran global dan infrastruktur penyelesaian. Melalui inisiatif seperti MyBank dan upaya konektivitas fiat yang lebih luas, Bybit bekerja untuk menjembatani sistem perbankan tradisional dengan jalur likuiditas native-blockchain.

"Stablecoin menjadi lapisan penting bagi transfer nilai dan penyelesaian global," kata Ben. "Seiring waktu, banyak infrastruktur ini mungkin menjadi tidak terlihat oleh pengguna akhir, mirip dengan cara protokol internet bekerja di balik aplikasi modern saat ini."

Menyinggung adopsi institusional, Ben menekankan pentingnya menggabungkan efisiensi blockchain dengan tata kelola dan kontrol bertaraf institusi. Ia menyoroti investasi berkelanjutan Bybit dalam kerangka kustodi teregulasi, peningkatan sistem keamanan cold wallet dan HSM, pemantauan kepatuhan, dan kapabilitas pemisahan risiko.

"Adopsi institusional bergantung pada kepercayaan, tata kelola, dan ketahanan operasional," ujar Ben. "Platform yang berhasil dalam jangka panjang adalah mereka yang dapat menggabungkan inovasi dengan manajemen risiko yang kuat dan keselarasan regulasi."

Ben juga membahas meningkatnya konvergensi antara AI dan infrastruktur blockchain, terutama ketika sistem keuangan menjadi semakin dapat diprogram. Ia mencatat bahwa agen AI diperkirakan akan memainkan peran yang lebih besar dalam perdagangan, manajemen perbendaharaan, dan operasi likuiditas dari waktu ke waktu, sambil menekankan pentingnya kontrol izin dan kerangka pengawasan.

"AI dan blockchain secara alami saling melengkapi," kata Ben. "Sistem keuangan menjadi lebih dapat diprogram, tetapi adopsi institusional akan membutuhkan standar tata kelola dan manajemen risiko yang jelas."

Partisipasi Bybit di Goldman Sachs Asia Pacific FinTech Conference mencerminkan fokus berkelanjutan perusahaan pada keterlibatan institusional dan pengembangan infrastruktur yang patuh regulasi untuk generasi berikutnya dari pasar keuangan global.

#Bybit / #NewFinancialPlatform

Tentang Bybit

Bybit adalah bursa kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, melayani komunitas global dengan lebih dari 80 juta pengguna. Didirikan pada 2018, Bybit mendefinisikan ulang keterbukaan di dunia terdesentralisasi dengan menciptakan ekosistem yang lebih sederhana, terbuka, dan setara bagi semua orang. Dengan fokus kuat pada Web3, Bybit bermitra secara strategis dengan protokol blockchain terkemuka untuk menyediakan infrastruktur yang tangguh dan mendorong inovasi on-chain. Dikenal karena kustodi yang aman, ragam pasar yang luas, pengalaman pengguna intuitif, dan beragam alat blockchain canggih, Bybit menjembatani kesenjangan antara TradFi dan DeFi, memberdayakan para builder, kreator, dan penggemar untuk membuka potensi penuh Web3. Temukan masa depan keuangan terdesentralisasi di Bybit.com.

Untuk detail lebih lanjut tentang Bybit, silakan kunjungi Bybit Press

Untuk pertanyaan media, silakan hubungi: [email protected]

Untuk pembaruan, silakan ikuti: Bybit's Communities and Social Media

Discord | Facebook | Instagram | LinkedIn | Reddit | Telegram | TikTok | X | Youtube

Disclaimer: Ini adalah konten pihak ketiga yang disediakan oleh penerbit dan dipublikasikan untuk tujuan informasional. Yellow tidak memverifikasi pernyataan di sini secara independen dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian. Tidak ada yang tercantum di sini merupakan nasihat investasi, hukum, akuntansi, atau pajak, atau ajakan untuk membeli atau menjual aset apa pun.
Rilis Pers Terbaru
Tampilkan Semua Siaran Pers