4 Bursa Kripto Teratas yang Mendukung Saham sebagai Aset Margin pada 2026

Bitget, Binance, Kraken and Bybit now accept tokenized stocks as margin, with collateral rates, haircuts and access rules varying widely. (Image: Shutterstock)
Bitget, Binance, Kraken and Bybit now accept tokenized stocks as margin, with collateral rates, haircuts and access rules varying widely. (Image: Shutterstock)

Selama ini bursa kripto umumnya hanya menerima aset seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Tether (USDT) sebagai margin. Pola itu mulai bergeser. Sejumlah platform kini mengizinkan saham dan ETF ter-tokenisasi tertentu dihitung langsung sebagai margin atau agunan, memberi trader cara tambahan memanfaatkan eksposur ekuitas tanpa perlu menjualnya lebih dulu.

Sebagai ilustrasi, trader yang memegang token saham NVIDIA, Apple, atau Tesla bisa tetap mempertahankan eksposur saham tersebut, sambil menggunakan sebagian nilai yang sudah disesuaikan untuk menopang posisi futures, margin, atau pinjaman. Namun dukungannya sangat bervariasi antar-bursa. Cakupan aset, rasio agunan, haircut, persyaratan akun, hingga pembatasan wilayah bisa berbeda-beda. Artikel ini membandingkan Bitget, Binance, Kraken, dan Bybit – empat bursa kripto utama yang pada 2026 sudah mendukung aset saham sebagai margin.

Poin Utama

Bitget menempati peringkat pertama untuk cakupan margin aset saham, dengan lebih dari 125 rToken yang diakui sebagai aset margin lewat Cross-Asset Unified Trading Account, dan rasio agunan hingga 95% tergantung aset dan tier kepemilikan.

Binance mendukung 35 bStock yang telah diumumkan untuk digunakan pada Cross Margin, Portfolio Margin, dan Portfolio Margin Pro, namun aksesnya terbatas bagi pengguna VIP 3+ yang memenuhi syarat di yurisdiksi tertentu.

Kraken mendukung 10 xStock sebagai agunan bagi futures dan margin, dengan haircut yang dipublikasikan secara transparan di kisaran 10%–30% serta batas agunan per aset.

Bybit mendukung 6 xStock sebagai agunan di perdagangan margin, Crypto Loans, dan Institutional Loans.

Bursa terbaik bukan sekadar yang punya jumlah aset terbanyak. Trader juga perlu membandingkan rasio agunan atau haircut, produk perdagangan yang didukung, syarat akun, ketentuan peminjaman, ketersediaan regional, serta profil risiko likuidasi.

Baca Juga: Kontrak Berjangka XRP Sentuh Level Tertinggi 6 Bulan Saat Pertumbuhan Utilitas Kalahkan Kenaikan Harga

Apakah Ada Bursa Kripto yang Mendukung Saham sebagai Margin pada 2026?

Screenshot 2026-09-16 at 15.35.46.jpg

Sumber: Investopedia

Ada. Bitget, Binance, Kraken, dan Bybit adalah empat bursa kripto besar yang mengizinkan saham dan ETF ter-tokenisasi tertentu digunakan sebagai margin atau agunan untuk perdagangan.

Kata kuncinya adalah “ter-tokenisasi”. Platform-platform ini umumnya tidak menerima saham konvensional yang disimpan di rekening sekuritas. Mereka mendukung aset saham berbasis blockchain seperti rToken di Bitget, bStock di Binance, dan xStock di Kraken serta Bybit. Tergantung kebijakan tiap bursa, sebagian nilai saham ter-tokenisasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk menopang posisi futures, margin, portfolio margin, atau aktivitas pinjaman tanpa mewajibkan trader menjual aset lebih dulu.

Namun, tidak semua saham ter-tokenisasi yang tercatat otomatis memenuhi syarat sebagai aset margin. Masing-masing bursa punya daftar aset yang didukung sendiri dan menerapkan rasio agunan, haircut, batas, serta persyaratan akun yang berbeda.

Baca Juga: Iran Jual Minyak, Perusahaan China Terima Kripto, Kini DOJ Incar USD 61 Juta

Metodologi Peringkat Bursa Kripto

Peringkat ini disusun khusus berdasarkan kemampuan bursa memfungsikan saham dan ETF ter-tokenisasi sebagai margin atau agunan, bukan sekadar menghitung jumlah produk saham yang diperdagangkan.

Fokus perbandingan meliputi:

Aset saham yang memenuhi syarat: Seberapa banyak saham dan ETF ter-tokenisasi yang benar-benar bisa digunakan sebagai margin atau agunan.

Nilai agunan: Rasio agunan, haircut, tier, dan batas yang diterapkan pada tiap aset.

Integrasi perdagangan: Apakah aset tersebut bisa menopang perdagangan futures, margin, portfolio margin, atau jenis posisi lain.

Utilitas tambahan: Apakah aset saham juga dapat dijadikan agunan untuk fasilitas pinjaman atau layanan berbasis kolateral lainnya.

Syarat akses: Level akun, ketentuan kelayakan, dan pembatasan wilayah.

Transparansi risiko: Seberapa jelas bursa mempublikasikan parameter agunan, batas, dan aturan margin.

Cakupan aset memiliki bobot khusus, karena suatu bursa bisa saja mencatat banyak saham ter-tokenisasi, tetapi hanya mengizinkan sebagian kecil untuk dihitung sebagai nilai margin.

Baca Juga: Eks Peneliti DeepMind Peringatkan AI Bisa Musnahkan Umat Manusia Saat Superintelligence Melampaui Riset Keamanan

Daftar 4 Bursa Kripto Teratas yang Mendukung Saham sebagai Margin pada 2026

Bitget: UEX (Universal Exchange) pertama dan terkemuka di dunia, mendukung lebih dari 125 rToken sebagai aset margin yang memenuhi syarat lewat Cross-Asset Unified Trading Account.

Binance: Bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, mendukung 35 bStock sebagai agunan di Cross Margin, Portfolio Margin, dan Portfolio Margin Pro.

Kraken: Salah satu bursa kripto paling lama beroperasi dan bereputasi, mendukung 10 xStock sebagai agunan untuk futures dan margin dengan haircut serta batas agunan yang transparan.

Bybit: Bursa derivatif kripto global terkemuka yang dikenal dengan Unified Trading Account, mendukung 6 xStock sebagai agunan di perdagangan margin, Crypto Loans, dan Institutional Loans.

Baca Juga: Cathie Wood Dukung Seruan Perlambat AI Sambil Menyebut Peringatan Kepunahan sebagai Omong Kosong

1. Bitget: Cakupan Margin Aset Saham Terluas

Screenshot 2026-09-16 at 15.36.33.jpg

Berdiri: 2018

Produk saham: rToken berbasis Reality

Aset margin yang memenuhi syarat: 125+ rToken

Sistem margin: Cross-Asset Unified Trading Account

Rasio agunan: Hingga 95%, tergantung aset dan tier kepemilikan

Cocok untuk: Trader yang membutuhkan cakupan aset saham luas dan efisiensi modal lintas-aset

Bitget merupakan Universal Exchange (UEX) pertama dan terdepan secara global yang menggabungkan aset kripto dan instrumen keuangan tradisional dalam satu ekosistem perdagangan. rToken Bitget adalah tokenisasi saham dan ETF AS yang diterbitkan melalui Reality, dengan desain 1:1 terhadap eksposur ekonomi aset dasarnya. Secara total Bitget menawarkan lebih dari 500 saham dan ETF ter-tokenisasi.

Poin pembeda Bitget dalam ulasan ini adalah tingkat integrasi rToken ke dalam ekosistem perdagangannya. Bursa ini meluncurkan Cross-Asset Unified Trading Account pada Juli 2026 dengan 100 token saham AS dalam satu kolam margin bersama, dan terus menambah rToken yang memenuhi syarat sejak saat itu. Daftar yang didukung kini mencakup lebih dari 125 rToken, menjadikan Bitget pemimpin dalam cakupan margin aset saham di antara empat bursa yang ditinjau.

Cara Kerja rToken Bitget sebagai Margin

Dalam skema Cross-Asset UTA Bitget, rToken yang memenuhi syarat dapat menyumbang nilai margin bersama dengan aset kripto lain dalam satu akun. Artinya trader dapat mempertahankan eksposur ke aset berbasis saham, sementara sebagian nilainya dipakai untuk menopang posisi futures atau margin, alih-alih harus menjualnya dulu ke USDT.

Misalnya, pemegang rNVDA bisa tetap mendapatkan eksposur terhadap kinerja NVIDIA, sekaligus memanfaatkan nilai agunan yang diakui untuk mendukung perdagangan lain yang memenuhi syarat. rToken yang sama juga dapat memiliki utilitas tambahan, seperti pembelian dengan leverage dan, untuk aset tertentu, fasilitas pinjaman berbasis agunan.

rToken Bitget Mana yang Dapat Dipakai sebagai Margin?

Daftar rToken yang memenuhi syarat Bitget mencakup saham teknologi besar, emiten semikonduktor, institusi keuangan, saham konsumsi, perusahaan internasional, ETF indeks luas, hingga fund leverage.

Contoh di antaranya rAAPL, rAMZN, rMETA, rTSLA, rGOOGL, rNVDA, rMSFT, rAMD, rCOIN, rMSTR, rJPM, rWMT, rSPY, rQQQ, dan rSOXL. Setelah peluncuran awal 100 token, Bitget terus menambah aset baru seperti rVOO, rGILD, rSHOP, rETN, rBLK, rVRT, rTQQQ, dan lainnya.

Cara Bitget Menilai Agunan rToken

Bitget tidak selalu mengakui 100% nilai pasar rToken sebagai margin. Aset yang memenuhi syarat diberi rasio agunan hingga 95%, dengan besaran berbeda tergantung aset dan tier kepemilikan. Kepemilikan besar dapat masuk ke tier dengan rasio agunan lebih rendah guna membatasi risiko konsentrasi.

Sebagai contoh, jika rToken senilai USD 10.000 memperoleh rasio agunan 95%, maka maksimal USD 9.500 dapat dihitung sebagai nilai margin.

Kelebihan Utama dan Keterbatasan

Kekuatan utama Bitget terletak pada kombinasi cakupan aset dan utilitasnya. Trader dapat mempertahankan eksposur ke beragam saham dan ETF ter-tokenisasi sambil memanfaatkan nilai yang telah disesuaikan di satu akun perdagangan terpadu, sehingga mengurangi kebutuhan menjual aset atau bolak-balik menukarnya ke stablecoin.

Konsekuensinya, risiko keterkaitan portofolio menjadi lebih tinggi. Jika nilai agunan rToken turun sementara posisi berleverage lain juga merugi, level margin akun dapat terkikis lebih cepat dan memicu likuidasi. Rasio agunan dan daftar aset yang memenuhi syarat pun bisa berubah mengikuti kondisi pasar.

Kesimpulan: Bitget menempati posisi teratas bagi trader yang mencari pilihan aset saham ter-tokenisasi terluas yang bisa digunakan sebagai margin, dengan keunggulan perdagangan lintas-aset dan utilitas agunan yang terintegrasi dalam satu akun.

Baca Juga: API Bitget Kini Menjangkau Emas, Forex, Indeks, dan Minyak Mentah

2. Binance: bStock untuk Cross dan Portfolio Margin

Screenshot 2026-09-16 at 15.37.50.jpg

Berdiri: 2017

Produk saham: bStock

Aset agunan yang memenuhi syarat: 35 bStock

Sistem margin: Cross Margin, Portfolio Margin, dan Portfolio Margin Pro

Syarat akses: VIP 3 ke atas di yurisdiksi yang diizinkan

Peminjaman bStock: Tidak saat ini didukung

Paling cocok untuk: Pengguna VIP Binance dan pengguna portfolio margin yang sudah aktif

Binance menyediakan saham ter-tokenisasi lewat produk bStocks, yaitu efek ter-tokenisasi yang didukung 1:1 oleh saham AS yang disimpan di kustodian teregulasi. Instrumen ini memberikan eksposur ekonomi ke saham dasar, namun tidak memberikan hak kepemilikan langsung atas saham tersebut.

Untuk pengguna margin, Binance memperluas dukungan bStocks sebagai jaminan dalam tiga tahap sepanjang Juli 2026. Binance menambahkan 15 aset pada 3 Juli, disusul 10 aset pada 15 Juli dan 10 aset lagi pada 22 Juli, sehingga total yang diumumkan menjadi 35 bStocks yang memenuhi syarat.

Cara Kerja bStocks Binance sebagai Jaminan

bStocks yang memenuhi syarat dapat digunakan sebagai agunan di Cross Margin, Portfolio Margin, dan Portfolio Margin Pro. Pasangan trading terkait juga tersedia untuk perdagangan margin, sehingga pengguna yang memenuhi kriteria dapat mempertahankan eksposur ke saham sambil memanfaatkan aset tersebut sebagai dukungan bagi posisi margin lain.

Daftar dukungan mencakup saham dan ETF besar seperti NVDAB, TSLAB, MSFTB, METAB, AMDB, MSTRB, QQQB, HOODB, BABAB, TSMB, ORCLB, dan TQQQB, bersama saham individual lain serta produk leveraged maupun tematik.

Satu batasan penting: bStocks sendiri saat ini belum bisa dipinjam. Aset ini bisa dijaminkan, tetapi status sebagai jaminan tidak berarti pengguna dapat meminjam bStock yang sama untuk membuka posisi leverage.

Persyaratan Akses dan Pembatasan

Fitur bStock sebagai jaminan di Binance jauh lebih terbatas dibanding produk margin ritel biasa. Layanan ini hanya tersedia bagi pengguna VIP 3 ke atas di yurisdiksi yang diizinkan, dengan pembatasan tambahan terkait wilayah untuk efek ter-tokenisasi.

Keunggulan utamanya adalah integrasi dengan infrastruktur cross-margin dan portfolio-margin Binance yang sudah ada. Bagi pengguna yang sudah mengelola banyak posisi di Binance, bStocks menambah lapisan agunan berbasis ekuitas tanpa perlu sistem margin terpisah.

Konsekuensinya adalah akses yang lebih sempit. Persyaratan VIP, pembatasan regional, dan ketiadaan fasilitas peminjaman bStock membuat fitur ini lebih relevan bagi pengguna berpengalaman yang memenuhi kualifikasi, bukan pasar ritel luas.

Kesimpulan: Binance menempati peringkat kedua berkat 35 bStocks yang memenuhi syarat dan integrasi yang kuat dengan portfolio margin, menjadikannya opsi praktis bagi pengguna VIP yang ingin memasukkan ekuitas ter-tokenisasi ke dalam strategi margin multi-posisi yang sudah berjalan.

Baca juga: CLARITY Act Faces 60-Vote Senate Test As Opposition Grows

3. Kraken: Haircut Transparan untuk Jaminan xStock

Screenshot 2026-09-16 at 15.38.29.jpg

Didirikan: 2011

Produk saham: xStocks

Aset yang dapat dijaminkan: 10 xStocks

Kegunaan yang didukung: Perdagangan futures dan margin

Haircut: 10% hingga 30%

Maksimum jaminan: US$100.000 hingga US$1 juta per aset

Paling cocok untuk: Aturan dan limit jaminan yang transparan

Kraken merupakan salah satu bursa kripto tertua di dunia dan mendukung saham ter-tokenisasi lewat xStocks, token yang merepresentasikan saham dan ETF AS dengan dukungan 1:1. Pada 3 Juli 2026, Kraken memperluas fungsi xStocks dengan mengizinkan 10 xStocks tertentu digunakan sebagai jaminan untuk perdagangan futures dan margin di Kraken Pro.

xStocks yang memenuhi syarat otomatis diakui sebagai jaminan di area di mana layanan futures atau margin tersedia. Ini memungkinkan trader mempertahankan eksposur ke saham sambil memanfaatkan sebagian nilai aset tersebut untuk mendukung posisi leverage, tanpa harus menjualnya terlebih dahulu.

xStocks Kraken Mana Saja yang Bisa Dijaminkan?

Sepuluh aset yang memenuhi syarat adalah SPYx, QQQx, AAPLx, GOOGLx, TSLAx, NVDAx, HOODx, MSTRx, GLDx, dan CRCLx. Kumpulan ini mencakup ETF indeks pasar luas, saham teknologi besar, saham dengan volatilitas tinggi, serta eksposur berbasis emas.

Cara Kerja Haircut xStock di Kraken

Kraken menonjol karena secara terbuka mempublikasikan besaran haircut dan batas maksimum jaminan untuk tiap xStock yang didukung.

SPYx dan QQQx: haircut 10%, maksimum US$1 juta sebagai jaminan

AAPLx, GOOGLx, TSLAx, dan NVDAx: haircut 20%, maksimum US$250.000

HOODx dan MSTRx: haircut 30%, maksimum US$250.000

GLDx: haircut 20%, maksimum US$100.000

CRCLx: haircut 30%, maksimum US$100.000

Sebagai ilustrasi, xStock senilai US$10.000 dengan haircut 10% akan diakui sekitar US$9.000 sebagai nilai jaminan. Haircut 20% menurunkannya menjadi US$8.000, sementara haircut 30% menyisakan US$7.000.

Keunggulan Utama dan Keterbatasan

Keunggulan utama Kraken adalah transparansi. Trader dapat melihat berapa besar nilai tiap xStock yang akan dihitung sebagai jaminan dan batas maksimumnya sebelum membuka posisi. Besaran haircut juga disesuaikan dengan profil risiko aset: ETF pasar luas menerima haircut lebih rendah dibanding saham yang lebih volatil.

Batasan terbesarnya adalah pilihan aset yang lebih sedikit. Kraken saat ini hanya mendukung 10 xStocks sebagai jaminan, dan ketersediaannya berbeda-beda tergantung wilayah. Jaminan untuk futures tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat di luar AS, termasuk EEA, sementara jaminan untuk margin tersedia di luar AS tetapi tidak berlaku di EEA.

Kesimpulan: Kraken berada di posisi ketiga karena pilihan saham-jaminan yang lebih sempit, namun unggul berkat struktur haircut 10%–30% yang jelas dan limit jaminan yang dipublikasikan, sehingga memudahkan trader menghitung berapa nilai margin yang bisa diperoleh dari xStocks mereka.

Baca juga: Solana Triples Its Cap To 4,096 Bytes, A Limit Ethereum Never Set

4. Bybit: xStocks untuk Margin dan Pinjaman Kripto

Screenshot 2026-09-16 at 15.38.56.jpg

Didirikan: 2018

Produk saham: xStocks

Aset yang dapat dijaminkan: 6 xStocks

Kegunaan yang didukung: Perdagangan margin, Crypto Loans, dan Institutional Loans

Peminjaman xStocks: Belum didukung

Paling cocok untuk: Pengguna Bybit yang ingin memakai saham sebagai jaminan lintas produk trading dan pinjaman

Bybit mendukung sejumlah saham ter-tokenisasi lewat xStocks, yang dirancang untuk memberikan eksposur 1:1 terhadap saham AS yang mendasari. Pada Juli 2026, Bybit menambahkan 6 xStocks sebagai jaminan di produk perdagangan margin dan pinjamannya.

xStocks Bybit Mana Saja yang Bisa Dijaminkan?

Enam aset yang memenuhi syarat adalah NVDAX, HOODX, CRCLX, TSLAX, GOOGLX, dan AAPLX, yang mewakili NVIDIA, Robinhood, Circle, Tesla, Alphabet, dan Apple.

xStocks ini dapat digunakan sebagai jaminan di perdagangan margin, Crypto Loans, dan Institutional Loans. Dengan demikian, pengguna yang memenuhi syarat dapat mempertahankan eksposur ke saham sambil memanfaatkan sebagian nilai yang diakui sebagai dukungan untuk aktivitas trading atau peminjaman.

Bybit juga menerapkan rasio nilai jaminan dan limit jaminan di tingkat platform. Artinya, nilai pasar penuh xStock belum tentu seluruhnya dihitung sebagai jaminan yang bisa dipakai, dan penambahan jaminan baru dapat dibatasi jika suatu aset telah mencapai kuota platform.

Keunggulan Utama dan Keterbatasan

Keunggulan utama Bybit adalah utilitas lintas produk. Kelompok xStocks yang sama bisa menopang aktivitas margin sekaligus produk pinjaman, sehingga lebih produktif dibanding sekadar disimpan di spot.

Keterbatasan utamanya adalah cakupan. Dengan hanya 6 xStocks yang memenuhi syarat, penawaran saham sebagai jaminan di Bybit masih jauh lebih kecil dibanding Bitget, Binance, ataupun Kraken. Selain itu, xStocks tersebut saat ini belum dapat dipinjam.

Kesimpulan: Bybit berada di posisi keempat karena jumlah aset yang memenuhi syarat relatif sedikit, namun tetap relevan bagi pengguna Bybit yang ingin memanfaatkan saham ter-tokenisasi baik untuk perdagangan margin maupun produk pinjaman.

Baca juga: Apple Ships iOS 27 With Siri AI, But The Waitlist Comes First

Bitget vs Binance vs Kraken vs Bybit: Perbandingan Saham sebagai Jaminan Margin

Keempat bursa mengakomodasi saham sebagai jaminan margin dengan pendekatan berbeda. Bitget unggul dalam jumlah aset, Binance menonjol lewat integrasi portfolio margin tingkat lanjut, Kraken menawarkan transparansi haircut dan limit jaminan, sementara Bybit menggabungkan jaminan saham dengan produk trading dan pinjaman.

[Image 6]

Bagi trader, perbandingan ini tidak semata soal jumlah aset yang didukung. Pilihan yang lebih luas memang menambah fleksibilitas, tetapi tingkat nilai jaminan, kejelasan aturan risiko, kemudahan akses akun, serta dukungan untuk saham spesifik yang sudah dimiliki trader sama pentingnya.

Baca juga: Trump Fights AI Slowdown Push From Anthropic And OpenAI Over China Risk

Bursa Kripto Mana yang Mendukung Saham Terbanyak sebagai Jaminan Margin?

Di antara empat bursa yang dibandingkan, Bitget saat ini mengungkapkan dukungan paling luas untuk saham sebagai jaminan margin, dengan lebih dari 125 rTokens yang memenuhi syarat. Binance menyusul dengan 35 bStocks, sementara Kraken mendukung 10 xStocks dan Bybit enam.

Koleksi yang lebih besar memberi Bitget fleksibilitas lebih tinggi bagi trader yang ingin mempertahankan eksposur ke beragam saham dan ETF sambil memanfaatkan nilai tersesuaikan sebagai margin. Namun, jumlah aset bukan satu-satunya pertimbangan. Trader juga perlu membandingkan tingkat jaminan atau haircut, persyaratan akun, batas jaminan, ketersediaan di masing-masing wilayah, serta produk trading atau pinjaman apa saja yang bisa didukung tiap aset.

Sebagai contoh, Kraken menawarkan jumlah aset lebih sedikit tetapi mempublikasikan struktur haircut dan limit jaminan yang jelas, sementara Binance bisa lebih cocok bagi pengguna yang sudah mengandalkan Portfolio Margin. Pilihan terbaik pada akhirnya bergantung bukan hanya pada seberapa banyak saham yang didukung, tetapi seberapa efektif aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi margin menyeluruh.aset bisa dijaminkan sebagai kolateral.

Baca Juga: OpenAI Dan Anthropic Dukung Perlambatan AI, Moonshot Dan Deepseek Dari China Menolak

Cara Menggunakan Saham Tertokenisasi Sebagai Margin

Proses detailnya berbeda di tiap bursa, tetapi secara umum penggunaan saham tertokenisasi sebagai margin mengikuti empat langkah berikut.

1. Memegang Saham Tertokenisasi yang Layak Jadi Kolateral

Pertama, trader harus sudah memegang token saham yang diakui bursa sebagai kolateral. Tidak semua saham tertokenisasi yang bisa diperdagangkan otomatis bisa dijaminkan, jadi pengguna perlu mengecek daftar aset kolateral yang berlaku di platform.

2. Menempatkan Aset di Akun Margin yang Tepat

Aset tersebut harus disimpan di jenis akun yang memang mendukung penggunaan kolateral. Tergantung bursanya, ini bisa berupa Unified Trading Account, akun Cross Margin, Portfolio Margin, atau mode trading lain yang memenuhi syarat.

3. Mengecek Nilai Kolateral yang Diakui

Bursa umumnya tidak mengakui nilai pasar penuh token saham sebagai margin. Mereka menerapkan rasio kolateral, haircut, tier, atau batasan tertentu.

Sebagai ilustrasi, saham tertokenisasi senilai US$10.000 dengan rasio kolateral 95% hanya akan memberikan nilai margin yang bisa digunakan sekitar US$9.500. Haircut 20% akan menurunkan nilai yang diakui menjadi sekitar US$8.000.

4. Membuka dan Memantau Posisi

Setelah aset diakui sebagai kolateral, nilai yang sudah disesuaikan tersebut bisa menopang posisi futures, margin, atau portofolio yang memenuhi syarat. Trader tetap memegang token sahamnya, tetapi nilainya kini terhubung dengan risiko dari posisi berleverage.

Jika nilai aset kolateral turun atau posisi yang dibuka bergerak berlawanan dengan arah trader, level margin di akun bisa menyusut dan berpotensi memicu likuidasi.

Baca Juga: OpenAI Mengaku Modelnya “Liar”, Pakar Keamanan Menilai Narasinya Keliru

Aset Saham Sebagai Margin vs. Futures Saham: Apa Bedanya?

Menggunakan aset saham sebagai margin berbeda dengan memperdagangkan kontrak futures (perpetual) atas saham. Satu bursa bisa saja menawarkan banyak kontrak futures saham tanpa mengizinkan saham tertokenisasi itu sendiri dijaminkan sebagai kolateral.

Pada skema aset saham sebagai margin, trader sudah memegang token saham seperti rNVDA, NVDAB, atau NVDAx. Bursa mengakui sebagian nilai aset tersebut sebagai kolateral yang kemudian bisa menopang posisi trading lain yang memenuhi syarat. Token sahamnya tetap berada di akun sambil menyumbang nilai margin.

Pada futures saham, trader membuka posisi derivatif yang mengikuti harga saham tanpa perlu memiliki saham dasar atau versi tertokenisasinya. Eksposur saham ada di kontrak futures itu sendiri, bukan di kolateral.

Perbedaan ini penting saat membandingkan bursa. Tersedianya kontrak perpetual seperti NVDAUSDT atau TSLAUSDT tidak serta-merta berarti platform tersebut mendukung aset terkait NVIDIA atau Tesla sebagai margin.

Baca Juga: Musk Biarkan Opsi Merger Tesla-SpaceX Terbuka, Probabilitas Versi Investor Melonjak ke 90%

Margin, Kolateral, dan Pinjaman: Apa Bedanya?

Istilah-istilah ini saling berkaitan, tetapi maknanya tidak identik.

Aset margin: Aset yang nilai tersesuasinya dapat digunakan untuk membuka atau mempertahankan posisi berleverage.

Aset kolateral: Aset yang diagunkan untuk menopang transaksi atau pinjaman.

Aset yang bisa dipinjam: Aset yang dapat dipinjam langsung dari bursa.

Pasangan trading margin: Pasar yang mendukung perdagangan berleverage. Ini tidak otomatis berarti kedua aset dalam pasangan tersebut bisa dipinjam atau dijaminkan.

Sebagai contoh, Binance dan Bybit mengizinkan sejumlah saham tertokenisasi dijadikan kolateral, tetapi token saham itu sendiri saat ini belum bisa dipinjam. Artinya, saham tertokenisasi dapat menopang posisi lain tanpa tersedia sebagai aset yang bisa dipinjam.

Sebelum menggunakan aset saham sebagai margin, trader sebaiknya mengecek empat hal: apakah aset tersebut memenuhi syarat, berapa persen nilainya yang diakui, produk apa saja yang bisa didukung, dan apakah aset itu sendiri bisa dipinjam.

Baca Juga: Amazon Korbankan Tim Nova Demi Kejar Lompatan AI Lebih Cepat Di Tengah PHK 30.000 Karyawan

Keuntungan Menggunakan Saham Tertokenisasi Sebagai Margin

Keuntungan utama penggunaan saham tertokenisasi sebagai margin adalah efisiensi modal yang lebih baik. Alih-alih menjual aset berbasis saham dan mengonversinya ke USDT atau aset margin lain, trader bisa mempertahankan eksposur saham sambil memanfaatkan sebagian nilai yang diakui sebagai kolateral di tempat lain.

Beberapa manfaat kunci:

Tetap mempertahankan eksposur saham: Trader bisa terus memegang token saham atau ETF sambil memanfaatkan nilai kolateralnya untuk posisi lain.

Mengurangi konversi yang tidak perlu: Trader mungkin tidak perlu menjual token saham menjadi stablecoin sebelum membuka posisi futures atau margin.

Menggabungkan saham dan kripto: Aset berbasis ekuitas yang memenuhi syarat dan posisi kripto dapat dikelola dalam lingkungan margin yang sama.

Mendukung lebih banyak strategi: Bergantung pada bursa, kolateral saham dapat menopang futures, margin trading, lindung nilai portofolio, atau fasilitas pinjaman.

Mengakses likuiditas dari aset yang sudah dimiliki: Beberapa platform mengizinkan token saham yang memenuhi syarat dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman tanpa harus dijual terlebih dahulu.

Merespons peluang pasar lebih cepat: Kolateral yang tersedia bisa langsung dikerahkan tanpa menunggu proses jual aset dan konversi.

Keunggulannya adalah fleksibilitas, bukan leverage gratis. Apakah penggunaan saham tertokenisasi sebagai margin menarik atau tidak tetap bergantung pada rasio kolateral, biaya pinjaman, fee trading, dan tambahan risiko likuidasi.

Baca Juga: Saham GOOG Terkoreksi Setelah Alphabet Tambah Belanja AI US$15 Miliar Meski Bisnis Cloud Kalahkan Ekspektasi

Risiko Menggunakan Saham Tertokenisasi Sebagai Margin

Penggunaan saham tertokenisasi sebagai margin bisa meningkatkan efisiensi modal, tetapi sekaligus menghubungkan eksposur saham dengan risiko trading berleverage. Kerugian bisa datang dari sisi aset kolateral, dari posisi yang terbuka, atau keduanya sekaligus.

Risiko likuidasi: Jika nilai saham tertokenisasi turun atau posisi berleverage bergerak melawan trader, level margin akun bisa turun dan memicu likuidasi.

Eksposur ganda ke pasar: Trader berpotensi merugi sekaligus di aset saham yang dijaminkan dan pada posisi yang didukung oleh kolateral tersebut.

Risiko cross‑margin: Di akun margin gabungan, kerugian dari satu posisi bisa menggerus kolateral yang menopang transaksi lain.

Perubahan aturan kolateral: Bursa bisa menurunkan rasio kolateral, menaikkan haircut, memperkecil batas maksimum, atau bahkan mencabut kelayakan suatu aset dari daftar kolateral.

Risiko saat pasar saham tutup: Pasar kripto tetap buka ketika bursa saham AS tutup, yang dapat menyebabkan likuiditas lebih tipis, spread melebar, atau lompatan harga pada saham tertokenisasi.

Risiko pelacakan dan likuiditas: Token saham bisa sementara diperdagangkan di atas atau di bawah nilai aset dasarnya, terutama di luar jam reguler bursa saham.

Risiko penerbit dan kustodian: Saham tertokenisasi bergantung pada penerbit, kustodian, broker, dan infrastruktur lain yang menopang sekuritas dasarnya.

Biaya pinjaman dan trading: Bunga, funding fee, spread, dan biaya transaksi bisa menggerus imbal hasil.

Pembatasan wilayah: Ketersediaan produk dan aturan margin bisa berbeda antar yurisdiksi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Karena itu, trader perlu memantau baik posisi berleverage maupun aset kolateral yang menunjangnya. Semakin banyak jenis aset yang dipakai sebagai margin, fleksibilitas memang meningkat, tetapi risiko terhubungnya eksposur di seluruh akun juga membesar.

Baca Juga: Foxconn Rekrut Lagi Pekerja Untuk Produksi iPhone 18 Saat Apple Agresif Naikkan Taruhan di AI

Kesimpulan

Saham tertokenisasi mulai bergerak dari sekadar instrumen eksposur harga menjadi komponen yang lebih fungsional di dalam akun kripto. Bitget, Binance, Kraken, dan Bybit kini mengizinkan sebagian aset berbasis saham dimanfaatkan sebagai margin atau kolateral, meski masing‑masing mengambil pendekatan berbeda. Bitget unggul dari sisi cakupan aset yang dipublikasikan, Binance menonjol lewat integrasi portfolio margin, Kraken dikenal transparan soal haircut, sementara Bybit menggabungkan kolateral saham terpilih dengan produk trading dan lending.

Perubahan yang lebih besar adalah saham tertokenisasi tidak lagi sekadar “parkir” di wallet. Aset ini bisa membantu menopang posisi lain, meningkatkan fleksibilitas modal, dan menjembatani eksposur saham dengan trading kripto. Tambahan utilitas tersebut datang dengan tambahan risiko, sehingga bursa “terbaik” bukanlah semata yang mendukung aset paling banyak, melainkan yang menawarkan kombinasi seimbang antara cakupan aset, nilai kolateral, kemudahan akses, dan kontrol risiko yang sesuai profil trader.

Baca Juga: Musk Janjikan Grok Akan Hadirkan “Odyssey” Bernuansa Sejarah Yang Akurat Pada 2026

FAQs

1. Apakah saham tertokenisasi bisa digunakan sebagai margin di bursa kripto?

Bisa. Sejumlah bursa kripto kini mengizinkan saham tertokenisasi dan ETF tertentu berkontribusi sebagai kolateral atau nilai margin. Bitget, Binance, Kraken, dan Bybit semuanya sudah mendukung skema ini, meski jumlah aset yang memenuhi syarat dan ketentuan jenis akunnya berbeda-beda.

2. Bursa kripto mana yang paling banyak mendukung saham tertokenisasi sebagai margin?

Dalam perbandingan ini, Bitget saat ini memiliki cakupan resmi terluas, dengan lebih dari 125 rToken yang diakui sebagai aset margin. Binance mendukung 35 bStock, Kraken mendukung 10 xStock, dan Bybit mendukung enam aset.

3. Apakah saham tertokenisasi dihitung penuh sesuai nilai pasarnya sebagai margin?

Umumnya tidak. Bursa menerapkan rasio kolateral, haircut, tier, atau batas maksimum. Misalnya, aset dengan rasio kolateral 95% hanya akan memberikan nilai margin yang diakui sebesar US$9.500 untuk setiap kepemilikan senilai US$10.000.

4. Apakah saya tetap memegang saham tertokenisasi saat menggunakannya sebagai kolateral?

Bisa, di struktur akun yang mendukung. Token saham tetap berada di akun, sementara sebagian nilai yang sudah disesuaikan digunakan untuk menopang posisi futures, margin, portfolio margin, atau lending yang memenuhi syarat.

5. Apakah menggunakan saham tertokenisasi sebagai margin sama dengan trading futures saham?

Tidak. Saat saham tertokenisasi digunakan sebagai margin, aset berbasiskan saham tersebut berperan sebagai kolateral untuk posisi lain. Kontrak futures saham adalah derivatif yang memberikan eksposur harga saham tanpa perlu memiliki saham atau tokennya secara langsung.adalah instrumen derivatif yang mengikuti pergerakan harga saham. Bursa dapat memperdagangkan kontrak berjangka saham tanpa harus menerima saham yang ditokenisasi sebagai agunan.

Baca Juga: Google Perluas Gemini ke 40 Aplikasi Saat Samsung Fold 8 Masuk Era Agen

Mehjabeen Arsiwala profile photo

Mehjabeen Arsiwala

Mehjabeen Arsiwala adalah seorang jurnalis yang meliput berita kripto, DeFi, bursa, perdagangan, dan analisis pasar. Selama tiga tahun terakhir, ia berfokus pada tren dan narasi yang membentuk pasar aset digital, mulai dari aksi harga dan prediksi hingga perkembangan bursa dan sinyal on-chain. Ia mengkhususkan diri dalam pelaporan yang jelas untuk membantu pembaca memahami apa yang sedang terjadi di pasar dan mengapa hal itu penting.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
4 Bursa Kripto Teratas yang Mendukung Saham sebagai Aset Margin pada 2026 | Yellow