Binance mengatakan tumpukan keamanan kecerdasan buatannya (AI) mencegah lebih dari $10,5 miliar potensi kerugian pengguna selama 15 bulan ketika crypto fraud accelerates.
Rincian Tumpukan AI Binance
Bursa kripto terbesar di dunia itu disclosed angka tersebut dalam sebuah posting blog pada hari Senin. Periode itu mencakup awal 2025 hingga kuartal pertama 2026, melindungi lebih dari 5,4 juta pengguna di seluruh dunia.
Binance mengatakan sistemnya mencegat 22,9 juta upaya penipuan dan phishing hanya pada kuartal terbaru, sehingga melindungi sekitar $1,98 miliar dana pengguna.
Bursa tersebut telah deployed lebih dari 24 inisiatif AI dan lebih dari 100 model machine learning pada akhir 2025. Alat‑alat ini kini menggerakkan 57% kontrol penipuan.
Sistem‑sistem itu contributed pada penurunan 60% hingga 70% tingkat penipuan kartu dibanding tolok ukur industri. Computer vision menandai bukti pembayaran palsu, sementara analisis bahasa waktu nyata menangkap pola penipuan dalam transaksi peer‑to‑peer.
Also Read: Binance CMO Rachel Conlan To Exit Jun. 15 After 3 Years, Trust Wallet's Eowyn Chen Steps In
Perkiraan Penipuan Versi Chainalysis
Binance Research sebelumnya estimated bahwa AI saat ini dua kali lebih efektif untuk eksploitasi dibanding deteksi. Perusahaan itu juga memperingatkan bahwa penipuan berbasis AI 4,5 kali lebih menguntungkan daripada metode tradisional.
Eksploit smart contract kini hanya menghabiskan biaya sekitar $1,22 untuk diluncurkan, kata perusahaan tersebut. Model‑model canggih mencapai tingkat keberhasilan 72,2% dalam skenario serangan.
Sekitar 76% penipuan yang digerakkan AI masuk dalam kategori tertinggi untuk skala dan tingkat keparahan. Para penyerang mengandalkan deepfake, kloning suara, dan penyamaran di berbagai platform pesan.
Chainalysis telah pegged total penipuan terkait kripto di angka $17 miliar pada 2025, naik 30% dari tahun sebelumnya.
Rekam Jejak Pemulihan dan Kepatuhan
Binance mengatakan pihaknya membantu memulihkan $12,8 juta dalam 48.000 kasus pada 2025, menandai peningkatan 41% secara tahunan. Bursa itu juga assisted dalam menyita $131 juta dana ilegal dan memproses lebih dari 71.000 permintaan penegak hukum.
Sistem pengawasan bursa tersebut mendapat sorotan baru dalam beberapa bulan terakhir. Laporan muncul bahwa Binance memecat beberapa karyawan sebagai balasan karena menandai transfer ke entitas terkait Iran yang terkena sanksi, tuduhan yang dibantah perusahaan.
Binance juga baru‑baru ini meluncurkan fitur penguncian penarikan yang bertujuan menekan peningkatan serangan fisik terhadap pemilik kripto. Firma keamanan CertiK memperingatkan awal tahun ini bahwa apa yang disebut wrench attacks berpotensi melampaui rekor level yang terlihat pada 2025, dengan anggota keluarga pemilik kripto semakin menjadi target.
Read Next: SAGA Jumps 76% As Trading Volume Towers 21x Above Market Cap





