Bitget meluncurkan fitur Scan to Pay di Bitget Pay, yang memungkinkan pengguna membelanjakan Tether (USDT) di merchant offline dengan memindai kode QR melalui aplikasinya.
Peluncuran Bitget Pay
Bursa ini mengatakan bahwa alat tersebut sudah aktif di sejumlah pasar di Asia Tenggara dan Amerika Latin, di mana pembayaran QR umum digunakan tetapi akses perbankan tidak merata.
Fitur ini terhubung dengan jaringan pembayaran lokal. Merchant tidak perlu mengubah sistem, dan transaksi diselesaikan tanpa perantara bank, menurut perusahaan.
Pengguna mengatur PIN pembayaran, memindai kode QR merchant, dan menyelesaikan transaksi. USDT dikonversi dan diselesaikan di latar belakang, meniru alur pembayaran lokal yang sudah dikenal pembeli.
Also Read: Toncoin Rally Sends TON Volume Above $1B After 24% Daily Gain
Stablecoin sebagai Infrastruktur Pembayaran
Gracy Chen, CEO Bitget, menggambarkan peluncuran ini sebagai langkah logis bagi stablecoin. Ia mengatakan sekitar 2,2 miliar orang menggunakan pembayaran QR di seluruh dunia, dan kripto seharusnya menjadi bagian dari alur tersebut.
Bagi pelancong, alat ini menawarkan pengalaman pembayaran yang konsisten lintas wilayah. Bagi merchant, penyelesaian transaksi terjadi tanpa paparan terhadap fluktuasi harga kripto, kata perusahaan.
Peluncuran ini mengikuti dorongan yang lebih luas untuk memosisikan stablecoin sebagai infrastruktur pembayaran, bukan sekadar instrumen perdagangan. Data Chainalysis yang dikutip Bitget menunjukkan Asia Tenggara dan Amerika Latin sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat dalam penggunaan aset digital selama setahun terakhir, didorong oleh permintaan atas alat keuangan yang mudah diakses di pasar tempat banyak orang dewasa masih belum memiliki rekening bank.
Read Next: LUNC Returns To The Spotlight With 8.7% Gain And $253M In Daily Trading Volume





