Ethereum (ETH) turun kembali ke $2.256 setelah ditolak di dekat $2.320, membuat para trader mengincar support $2.250 sebagai ujian penentu berikutnya.
Aksi Harga ETH di Bawah $2.300
Kripto terbesar kedua merosot menembus level $2.300 dan $2.280 pada sesi perdagangan Rabu pagi, mencerminkan kelemahan di Bitcoin (BTC).
Pergerakan ini membentuk swing low baru di $2.256, dengan harga kini berkonsolidasi sedikit di atas level tersebut. Sebelumnya ETH gagal bertahan di atas $2.320, sehingga memicu koreksi turun.
Grafik yang disusun oleh Traders Union menempatkan aset ini dalam kisaran $2.250 hingga $2.400, dengan simple moving average 200 hari berada di sekitar $2.656, jauh di atas harga spot saat ini.
Garis Tren Membatasi Upaya Pemulihan
Sebuah garis tren bearish telah terbentuk pada grafik per jam ETH/USD, dengan resistance tertahan di $2.300. Harga juga diperdagangkan di bawah simple moving average 100 jam, yang menegaskan kendali seller dalam jangka pendek.
MACD per jam kehilangan momentum di wilayah bearish, sementara RSI per jam merayap kembali di atas zona 50. Resistance langsung kini berada di dekat $2.320, retracement Fibonacci 50% dari penurunan swing high $2.382 ke low $2.256.
Penembusan bersih di atas $2.335 dapat membuka jalan menuju $2.375, dengan $2.420 menjadi rintangan utama berikutnya. Jindal mengatakan pergerakan terkonfirmasi di atas $2.375 dapat mengundang kenaikan baru dalam beberapa sesi mendatang.
Risiko Penurunan Jika $2.250 Jebol
Jika buyer gagal mempertahankan zona $2.250, support utama berikutnya berada di $2.200, diikuti $2.150 dan area $2.120.
Analis CoinCodex menggambarkan sentimen keseluruhan sebagai bearish, dengan menyebutkan 23 sinyal bearish berbanding hanya lima sinyal bullish pada panel indikator mereka.
Ether menjalani bulan Mei yang bergejolak. Aset ini memulai bulan di dekat $2.350, sempat menyentuh $2.400 karena akumulasi whale, lalu berbalik melemah ketika tekanan jual makro berlanjut. April ditutup dengan ETH turun 22,8% secara year-to-date setelah aksi deleveraging $500 juta mematahkan garis tren naik, dan pemulihan sejak itu gagal merebut kembali moving average 200 hari.
Baca Selanjutnya: SAGA Naik 76% Saat Volume Perdagangan 21x Lebih Tinggi dari Kapitalisasi Pasar





